Senin, 06 Februari 2017

Book Review: Some Kind of Wonderful by Winna Efendi

Mulai: 2 Februari 2017
Selesai: 6 Februari 2017
Rating: 3.5/5

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Pengarang: Winna Efendi
Tebal: 360 halaman
Tanggal terbit: 23 Januari 2017

Liam Kendrick dan Rory Handitama memahami arti kehilangan. Liam pergi ke Sydney dengan dalih menggapai impian sembagai koki, walau alasan sebenarnya untuk menghindari cinta pertama yang bertepuk sebelah tangan. Di lain pihak, Rory sedang berusaha menata kehidupannya setelah suatu insiden membuatnya kehilangan orang-orang yang disayanginya, dan melepaskan impiannya sendiri sebagai pemusik. 

Keduanya paham arti berduka, meski belum mengerti caranya. Kesedihan dan kesepian mendekatkan Liam dan Rory, sampai akhirnya ada rasa lain yang menyusup. Saat perasaan sudah tak terelakkan, Liam dan Rory terjebak keraguan, dan rasa lama masih terlalu kuat untuk dilupakan. Dapatkah dua orang yang pernah mencintai orang lain dengan segenap hati menyisakan ruang bagi satu sama lain?

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Minggu, 29 Januari 2017

Book Review: Dublin by Yuli Pritania

Mulai: 28 Januari 2017
Selesai: 29 Januari 2017
Rating: 4/5

Penerbit: Grasindo
Pengarang: Yuli Pritania
Tebal: 232 halaman
Tanggal terbit: 29 Agustus 2016

Mia salah akan salah satu hal: Dublin tidak seindah yang dia bayangkan.

Dia berharap melihat pegunungan, padang rumut, tebing, kastel, dan jalanan yang dipagari dinding batu seperti yang muncul dalam film-film favoritnya. Yang dia dapatkan adalah gedung-gedung tua berwarna seragam dengan tampilan membosankan, pusat kota yang penuh turis, dan suhu musim semi yang membuat beku.

Lalu dia bertemu Ragga, lelaki dari masa lalunya, yang menunjukkan pada Mia sisi lain dari Dublin, menguak harta karun yang tersembunyi di balik bangunan-bangunannya yang tidak menarik. Dari Sungai Liffey, mereka menjelajahi museum-museum, berbagi sejarah tentang puluhan patung, mengunjungi taman-taman dengan rumpun bunga yang belum mekar, bergabung dengan keriuhan Temple Bar, melewati ratusan pub yang tersebar di seluruh bagian kota, mendaki salah satu tebing Inishmore di Aran Islands demi mengabadikan matahari terbit, hingga menyaksikan matahari tenggelam di Phoenix Park.

Saat kunjungannya menuju akhir, Mia merasa dirinya enggan kembali ke Indonesia. Ke rutinitasnya, skenario filmnya yang tak kunjung usai, dan tunangan yang menunggunya pulang. Sampai dia teringat, bahwa sedari awal, Ragga tidak pernah menjadi pilihan yang dia rencanakan untuk masa depan.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jumat, 30 Desember 2016

Penutup 2016


Senang akhirnya saya bisa membaca novel lagi (setelah menghadapi UAS dan lain-lain), dan novel yang saya pilih untuk dibaca sebagai penutup 2016 adalah Menentukan Arah karya Kurniawan Gunadi dan Aji Nur Afifah, Tentang Kamu karya Tere Liye, dan The Architecture of Love karya Ika Natassa. 

Alasan saya membeli novel-novel tersebut?
Tiga novel tersebut tidak saya beli berbarengan hahaha. Novel yang pertama saya beli yaitu Menentukan Arah, alasannya karena saya ingin memiliki karya Kurniawan Gunadi setelah membaca dua buku sebelumnya. Buku ini setipe dengan buku-buku Kurniawan Gunadi sebelumnya tetapi dengan topik bahasan yang berbeda, dan juga dalam novel ini, istri beliau ikut menuliskan ceritanya. Senang bisa membaca karya beliau karena tulisannya selalu menginspirasi.

Novel kedua yang dibeli yaitu Tentang Kamu. Awalnya saya baru tahu Tere Liye mengeluarkan buku baru setelah melihat updates di Goodreads. Jika melihat dari judulnya saja, saya kira novel tersebut setipe dengan Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah. Namun, ternyata saya salah hahaha. Novel ini bercerita tentang seorang pengacara yang berusaha untuk memecahkan kasus warisan dari seorang nenek yang telah meninggal. Kisah pengacara yang berusaha untuk mencari surat wasiat nenek tersebut membawa kita--para pembaca--mendalami kisah Sri Ningsih, nenek yang meninggal itu. Kisahnya sungguh indah. Membuat kita, para pembaca, memahami bagaimana menghadapi hidup yang penuh dengan kejutan. Saya sangat suka novel ini hehehe.

Novel terakhir yang saya beli yaitu The Architecture of Love. Awalnya saya tidak berniat beli, hanya mau pinjam ke teman saja, tetapi karena saya tak sempat-sempat meminjam, akhirnya saya memutuskan untuk membelinya. Setelah membaca beberapa novel Ika Natassa, menurut saya novel-novel beliau setipe tapi dengan pembawaan yang berbeda. Novel ini menceritakan Raia Risjad, yang sedang berusaha untuk menulis lagi dan berdamai dengan masa lalu. Dari semua novel Ika Natassa, saya rasa ini novel kedua yang saya sukai setelah Critical Eleven. Oh iya, dari beberapa novel Ika juga menceritakan anggota keluarga Risjad, lama-lama saya jadi teringat dengan kisah Hanafiah karya Sitta Karina hahaha. 

Tidak sabar untuk membaca novel-novel lain di 2017!

Kamis, 17 November 2016

001. Aksioma










                                                         Rasaku padamu adalah
                                                         sebuah aksioma.
                                                         Sebuah pernyataan yang pasti benarnya,
                                                         tanpa perlu adanya pembuktian.
                             
                                                         Kamu hanya perlu percaya,
                                                         padaku.

                                                        -- 001. Aksioma








Senin, 31 Oktober 2016

sigh.

ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ ㅤCurrent motivation:
ㅤ"Ayolah bentar lagi liburan."
ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ

Sabtu, 29 Oktober 2016

The Universe of Us

Haallooooo~!
Akhirnya bisa membuat postingan blog lagi setelah berbulan-bulan sibuk urusan jurusan ditambah kemarin adalah minggu-minggu UTS huhu. Sejak dulu gue sudah mulai menyukai puisi-puisi karya Lang Leav (tapi belum sempat mampu untuk membelinya hiks). Kemudian, di suatu hari gue tau kalau Lang Leav bakal menerbitkan buku baru, akhirnya gue cari buku apa yang akan dirilis selanjutnya dan didapatlah sebuah buku dengan judul yang sangat menarik--The Universe of Us. Sejak tau kalau buku yang akan dirilisnya memiliki judul seperti itu, gue pun berencana untuk menabung dan membelinya jika sudah rilis nanti. Dan......akhirnya setelah penantian cukup lama (bahkan sampai lupa kalau bukunya udah terbit),  the book is in my hand now!


Cukup kaget awalnya ketika tahu kalau covernya bakal berwarna pink (karena yang sebelumnya berwarna biru tua dan merah dan gue tidak terlalu suka warna pink ehehe), tapi tetap tidak mengurangi perasaan ingin memiliki buku tersebut. Haha. 

Mari kita intip isinya sekarang:


Seperti buku-buku sebelumnya, selalu ada ilustrasi gambar dalam buku-buku Lang Leav dan yang gue suka adalah format penulisan puisinya hehe.




That quotes tho

Senang sekali akhirnya bisa memiliki bukunya Lang Leav ehehe, setelah sebelumnya berjuang mencari di toko buku tapi ternyata belum masuk dan akhirnya memutuskan untuk beli online, dan tiba di waktu yang tepat! (ketika UTS tinggal satu lagi, yes). Sayang sekali untuk saat ini gue belum bisa membacanya penuh karena masih ada tuntutan pekerjaan di kampus huhu, but I really can't wait to read it!

Semoga kalian juga suka karya-karya Lang Leav :)

Minggu, 11 September 2016

Book Review: Matahari by Tere Liye (Bumi #3)

Mulai: 9 September 2016
Selesai: 11 September 2016
Rating: 4/5

Penerbit: Gramedia
Pengarang: Tere Liye
Tebal: 390 halaman
Tahun Terbit: 25 Juli 2016

Namanya Ali, 15 tahun, kelas sepuluh. Jika saja orangtuanya mengizinkan, seharusnya dia sudah duduk di tingkat akhir ilmu fisika program doktor di universitas ternama. Ali tidak menyukai sekolahnya, guru-gurunya, teman-teman sekelasnya. Semua membosankan baginya.

Tapi sejak dia mengetahui ada yang aneh pada diriku dan Seli, teman sekelasnya, hidupnya yang membosankan berubah seru. Aku bisa menghilang, dan Seli bisa mengeluarkan petir. Ali sendiri punya rahasia kecil. Dia bisa berubah menjadi beruang raksasa. Kami bertiga kemudian bertualang ke tempat-tempat menakjubkan.

Namanya Ali. Dia tahu sejak dulu dunia ini tidak sesederhana yang dilihat orang. Dan di atas segalanya, dia akhirnya tahu persahabatan adalah yang hal yang paling utama.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------