Tampilkan postingan dengan label short-writing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label short-writing. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Mei 2018

Healing

"Throw your body into the ocean of rest. You can take a break."
Seventeen, Healing.

Sudah lama ternyata saya tidak menulis di blog ini hahahaha (walau sebenarnya ada banyak ide yang mau ditulis, tetapi entah mengapa sepertinya akan mengendap sebagai ide saja). Tidak menyangka dengan berakhirnya UAS hari ini, semester 6 sudah selesai dan sebentar lagi akan memasukki semester 7 huhuhu. Semester 6 kemarin benar-benar semester yang sibuk bagi saya. Beban akademik yang cukup tinggi, ditambah masih ada beberapa kegiatan kemahasiswaan yang harus diikuti, membuat kamiㅡpara mahasiswaㅡharus benar-benar bisa membagi waktu. Terasa sekali pada semester lalu, saya mudah merasa jenuh terhadap apa yang sedang dilakukan hahaha. Namun, saya bersyukur memiliki teman-teman angkatan yang luar biasa kreatifnya dan lucunya, sehingga hari-hari di jurusan bisa dilalui dengan baik dan seru hehe. 

Berbicara tentang kesibukkan, memang kadang kita lupa untuk mengambil istirahat sejenak dari apa yang kita lakukan. Banyaknya deadline serta ketidak pandaian dalam mengatur waktu, membuat kita menjadi mudah panik dan tidak mengerjakan sesuatu dengan maksimal. Bagi saya, mengambil waktu sejenak itu merupakan hal yang penting, agar saya tidak jenuh terhadap apa yang saya lakukan. Pernah di suatu waktu, saya benar-benar merasa jenuh, dan akhirnya saya mengajak teman-teman saya untuk main sebentar hahaha, and it helps! Minggu besoknya terasa lebih enak dalam menjadi perkuliahan hahaha. Jadi, kepada teman-temanku yang semester depan mulai dilanda dengan tugas akhir dan masih ada kelas wajib, jangan lupa untuk selalu beristirahat sejenak dan merefresh pikiran. Jangan sungkan-sungkan untuk mengambil 1 hari penuh untuk tidak melakukan apapun dan fokus untuk healing yourself. 

Semoga di semester depan nanti kita tetap semangat menjalani seluruh kegiatan!
Dan tidak lupa untuk beristirahat juga.
Ayo main.

Bandung, 16 Mei 2018
20:20
( ㅡ I know this is not well written, but I just want to....)

Senin, 10 April 2017

Melangkah, Lebih Pasti

Seorang teman membuat suatu postingan mengenai masa sekolah dulu.
Kembali, aku teringat apa yang telah kulalui saat itu.
Seperti layaknya remaja lainnya, masa sekolahku dipenuhi hal-hal tidak penting ala anak sekolahan
Terasa seru saat itu.
Terasa bodoh saat kini.

Berangan-angan ingin membantu teman.
Tetapi menegur perbuatan salah saja takut.
Apa daya aku hanya bisa tertawa bersama mereka seolah tidak terjadi apa-apa.

Terlalu banyak momen yang terjadi,
Terlalu banyak pemandangan yang terlihat,
Terlalu banyak pemikiran yang melintas,
Membuatku mempelajari satu hal.
Apa yang terjadi di masa sekolahku dulu tidak boleh terulang kembali.
Jika ada sesuatu yang salah, tegurlah.
Jika ingin membantu teman, bantulah.

Sungguh, aku harus bisa membenahi diri.
Tak usahlah kamu takut akan pemikiran orang lain.
Biarlah dirimu melangkah ke jalan baru.
Biarlah dirimu lebih berani mengungkapkan sesuatu.

Melangkahlah lebih pasti.
Agar kamu bisa menghidupi masa yang akan datang.

Bandung, 10 April 2017
21:56
(--terlalu banyak permainan yang terjadi di masa sekolah, ya, bodoh sekali)

Jumat, 30 Desember 2016

Penutup 2016


Senang akhirnya saya bisa membaca novel lagi (setelah menghadapi UAS dan lain-lain), dan novel yang saya pilih untuk dibaca sebagai penutup 2016 adalah Menentukan Arah karya Kurniawan Gunadi dan Aji Nur Afifah, Tentang Kamu karya Tere Liye, dan The Architecture of Love karya Ika Natassa. 

Alasan saya membeli novel-novel tersebut?
Tiga novel tersebut tidak saya beli berbarengan hahaha. Novel yang pertama saya beli yaitu Menentukan Arah, alasannya karena saya ingin memiliki karya Kurniawan Gunadi setelah membaca dua buku sebelumnya. Buku ini setipe dengan buku-buku Kurniawan Gunadi sebelumnya tetapi dengan topik bahasan yang berbeda, dan juga dalam novel ini, istri beliau ikut menuliskan ceritanya. Senang bisa membaca karya beliau karena tulisannya selalu menginspirasi.

Novel kedua yang dibeli yaitu Tentang Kamu. Awalnya saya baru tahu Tere Liye mengeluarkan buku baru setelah melihat updates di Goodreads. Jika melihat dari judulnya saja, saya kira novel tersebut setipe dengan Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah. Namun, ternyata saya salah hahaha. Novel ini bercerita tentang seorang pengacara yang berusaha untuk memecahkan kasus warisan dari seorang nenek yang telah meninggal. Kisah pengacara yang berusaha untuk mencari surat wasiat nenek tersebut membawa kita--para pembaca--mendalami kisah Sri Ningsih, nenek yang meninggal itu. Kisahnya sungguh indah. Membuat kita, para pembaca, memahami bagaimana menghadapi hidup yang penuh dengan kejutan. Saya sangat suka novel ini hehehe.

Novel terakhir yang saya beli yaitu The Architecture of Love. Awalnya saya tidak berniat beli, hanya mau pinjam ke teman saja, tetapi karena saya tak sempat-sempat meminjam, akhirnya saya memutuskan untuk membelinya. Setelah membaca beberapa novel Ika Natassa, menurut saya novel-novel beliau setipe tapi dengan pembawaan yang berbeda. Novel ini menceritakan Raia Risjad, yang sedang berusaha untuk menulis lagi dan berdamai dengan masa lalu. Dari semua novel Ika Natassa, saya rasa ini novel kedua yang saya sukai setelah Critical Eleven. Oh iya, dari beberapa novel Ika juga menceritakan anggota keluarga Risjad, lama-lama saya jadi teringat dengan kisah Hanafiah karya Sitta Karina hahaha. 

Tidak sabar untuk membaca novel-novel lain di 2017!

Kamis, 17 November 2016

001. Aksioma










                                                         Rasaku padamu adalah
                                                         sebuah aksioma.
                                                         Sebuah pernyataan yang pasti benarnya,
                                                         tanpa perlu adanya pembuktian.
                             
                                                         Kamu hanya perlu percaya,
                                                         padaku.

                                                        -- 001. Aksioma








Kamis, 07 Juli 2016

Favorite Novels

Holiday will over soon, huft dan liburan ini sangaaaaaaat tidak produktif lol. Sebenernya, ada banyak hal yang harus gue lakuin (tugas tugas tugas etc) tapi huhuhu sedang tidak ada motivasi..... (oh dear motivation, please come to me). Jadi, hari ini gue membuka akun tumblr gue dan seketika menemukan some aesthetics pics/quotes yang berelasi dengan salah satu novel, yaitu All The Bright Places. Novel ini telah sukses membuat gue penasaran berbulan-bulan (karena gue nggak sanggup beli jadi harus nabung dulu etc etc) dan akhirnya gue berhasil membeli dan membacanya! yeay!

So, let me talk about my 2 favorite novels. Introducing my 2 favorite novels, Eleanor & Park and All The Bright Places!


Mari bicarakan Eleanor & Park terlebih dahulu. Sebenernya gue sudah pernah mereview novel ini lihat di sini), tapi huhu ku ingin membahasnya lagi. Novel ini sukses menarik perhatian gue hanya dari covernya saja! Entah kenapa covernya sangat menarik perhatian huhuhu (semacem cerita teen-romance yang ringan), dan benar saja, ceritanya ringan dan selalu membuat penasaran. Interaksi antara Park dan Eleanor selalu membuat gue tersenyum karena memang selucu itu????? (dan tidak bisa diprediksi)


Jujur, gue baru sadar kalau ternyata latar belakang waktu di novel Eleanor & Park itu tahun 1986 hahaha. Walaupun mengambil tahun yang sudah lalu, novel ini tetap enak dibaca dan awesome enough. Gue sangat suka bagaimana cara Park kenalan sama Eleanor, seriously, tidak biasa dan berbeda dengan cerita romance lainnya. Bus dan tukeran komik. Ide yang bakal tidak terpikirkan oleh orang lain.


Walaupun gue bilang cerita di novel ini ringan, tapi tentu saja tidak luput dari beberapa konflik yang ada. Karena adanya konflik tersebut, sayang sekali novel ini tidak berakhir seperti yang gue duga, but I still love it. Bisa dibilang Eleanor & Park adalah novel berbahasa Inggris yang sangat saya suka untuk pertama kalinya. I love all the characters, the plots, the backgrounds, etc etc etc. 


Sekarang, mari berbicara tentang All The Bright Places. Novel ini bikin gue penasaran karena sinopsisnya dan beberapa review dari orang-orang di goodreads (oh yes I love goodreads). Setelah berhasil nabung, gue pun memutuskan untuk membeli novel ini dan yes gue tidak menyesal. Awalnya (sampai akhir sih sebenernya), gue merasa novel ini itu gabungan dari Eleanor & Park, Paper Towns, dan Looking for Alaska. Kenapa gue bilang begitu? Karena, pertama, interaksi Finch dan Violet sangat mengingatkan gue akan Eleanor dan Park. Their light-cheesy-romance-story somehow reminds me of Eleanor & Park. Tapi tetap ada kesan berbeda dari dua novel tersebut.


Nah! These wandering things! Kedua, adanya tugas wandering yang harus dilakukan oleh Finch dan Violet mengingatkan gue akan Paper Towns--ketika Quentin mencari Margo dan harus pergi ke beberapa tempat dan mencari tempat selanjutnya berdasarkan petunjuk yang ditinggalkan oleh Margo. Oke, sebenernya yang lebih pasnya bukan saat mengerjakan tugas wandering, tetapi ketika Violet mencari Finch. Beneran deh, seseru itu ceritanya dan that-paper-towns-vibe bikin novel ini cool enough. Gue suka ketika Violet mencari Finch berdasarkan petunjuk-petunjuk yang ditinggalkan Finch, dan bagaimana Finch selalu mengirim pesan kepada Violet ketika dia berada di tempat tersebut. Sayang, endingnya (lagi-lagi) tidak sesuai dengan apa yang gue harapkan dan cukup menyakitkan huhu.


Novel All The Bright Places kaya akan quotes bagus hahaha. Gue suka banget kata-kata yang ada di novel ini. Cheesy enough tapi tidak terlalu cheesy(?).

Oh and yes, let me introduce my most favorite line from the novel (and I guess it's everyone's favorite too)

Rabu, 15 Juli 2015

Yha.

"Marah nggak akan mengubah yang sudah terjadi, kan? Lagipula aku nggak mau direpotkan dengan perasaan seperti itu. Marah terhadap pilihan orang lain itu merepotkan, karena secara nggak langsung aku harus memikirkannya terus-menerus."

"Memikirkan bagaimana?"

"Ya, selama aku marah, aku harus terus memikirkan alasan yang membuatku marah kepadamu, kan? Itu bikin repot. Rasanya seperti membawa neraka kecil di pundak, dan aku harus membawanya kemana-mana setiap hari. Bagaimanapun, selingkuh itu pilihanmu, dan pilihanmu bukan urusanku."

-Kamu, Sabda Armandio

Kamu


Masa lalu adalah kepergian yang mutlak, tetapi sebagian orang tak bersedia melepaskannya. Mereka mencabut baterai jam dinding agar kapanpun memandangi jam itu, mereka akan menjumpai jarum di angka yang sama. Ingatan yang sama. Dunia yang sama.

-Sabda Armandio

Jumat, 03 Januari 2014

Cerita dari Balik Jendela


Sooo hi guys! Mungkin kalian bingung kenapa judul postingan kali ini rada-rada menjurus ke sebuah cerita atau yah rada cheesy gitu. Sebenernya, di postingan ini gue bakal menceritakan hari terakhir di 2013 dan yang kebetulan, gue menghabiskan hari tersebut di balik jendela hotel hehehehe.

31 December 2013
Sebenarnya gue bingung mau seneng atau nggak nyambut tanggal 31 hahaha. Jadi, di tanggal 31 itu dari pagi sampai malem, gue baca novel sambil duduk menghadap ke jendela (kayak orang galau ya hiks). Nggak selamanya baca novel sih. Pas malem, gue bersama adik dan ayah, jalan-jalan di HI (sebentar doang soalnya gue buru-buru nyari toilet /sedihbgt ).

Novelnya, wah, keren dan sukses bikin gue mikir, mikir dan mikir. Novel yang gue baca itu berjudul "Pulang" karya Leila  S. Chudori. Novel itu menceritakan kisah waktu G30S/PKI dan pemberontakan Mei 1998 (kisah sejarah yang paling gue sukain huahaha). Gue tau novel itu waktu lagi baca review-an orang-orang di goodreads, katanya ada juga novel yang berlatar belakangkan sejarah yang keren dan bagus. Akhirnya gue mulai melakukan pencarian novel "Pulang" di Cirebon, tapi sayangnya ga pernah ada dan akhirnya gue menemukannya di Kinokuniya hehehehe.

Yang bikin gue mikir itu bukan cuma kisah sejarahnya. Novel tersebut (secara garis besar) dibagi jadi 2 bagian. Bagian pertama itu kisah yang G30S dan bagian kedua itu kisah pemberontakan Mei 1998. Tokoh dalam novel tersebut--Dimas--hobi banget nyeritain kisah Ramayana dan Mahabharata ke anaknya--Lintang (itulah yang bikin gue berpikir dan melayangkan memori ke study tour hampir 1 bulan lalu /halah/ apalagi ini cerita Ramayana--Prambanan--....<nggak usah dilanjutin>). Yang bikin gue berpikir lagi itu, tokoh yang bernama Lintang bertemu dengan orang yang jago kkkk...rr..(maaf, kata ini terlalu susah untuk diucapkan/dituliskan) (ifuknowwhatimean) HAHAHA. Pokoknya baca aja deh novelnya, bagus loh.

Jadi yah, itu yang gue lakukan di hari terakhir 2013. Bagaimana denganmu? :)


Selasa, 03 September 2013

Continue

Hai. Mari kita bahas masa sekarang.

Jika di sebelumnya aku bilang, aku tak muak, itu hanya karena aku tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya. Ternyata,

Aku muak. 

Tidak sebegitu parah, aku masih bisa mengontrol diriku sendiri. Tak perlu khawatir. 
Layar yang terpampang di depan semakin membuatku gila. Itu frasa yang tepat untuk sekarang. Ah, jangan salah sangka. Gila disini ada yang bermaksud positif--juga.

Ada kalanya aku harus menahan nafas sejenak, memalingkan muka, bahkan tidak tahu harus berbuat apa. Ini pertanda ya? Tapi kumohon, tidak usah mengartikan semua ini. Aku tidak.........ah otakku berkata 'mau'. Tapi, sudahlah, aku tidak mau.

Belakangan ini aku merasa menjadi penulis kreatif. Mencoret-coret kertas yang kebetulan terlihat olehku, buku-buku, kertas bekas dan masih ada lagi. Kamu tahu? Setiap melihat kamu, kata-kata ini semakin mendesak keluar. Terlalu banyak yang ingin aku tuliskan, tapi.....ah percuma.

Tiada yang tahu tentang ini. Aku masih merasa aman untuk saat ini.
Mari kita lihat kelanjutannya.

Minggu, 25 Agustus 2013

Rewind

Maafkan aku jika aku meracau. Lagi.

Bukan, ini bukan tentangmu. Ini hanya barisan kata-kata yang mengalir dari otakku dalam masa kebingungan, yang sialnya kata-kata ini sudah tidak tahan untuk keluar dari otakku dan memaksaku untuk menuliskan ini semua. Ini bukan dari hati, jujur saja. Ini semua dari otakku-ya, yang kerjanya ribet. Selalu.

Aku seperti terlempar ke 1 tahun lalu. Bukan, bukan kejadian yang sama. Hanya mirip--beda pemeran, beda latar, beda alur namun tema yang sangat identik. Tidak, aku tidak ingin memukul tembok. Aku juga tidak ingin menangis. Otakku sudah lebih baik sekarang. Aku hanya menatap datar atas layar yang terlentang di depanku. Yang memainkan segala sesuatu yang membuatku--hanya ingin menatapnya dengan datar.

Jangan salah kaprah kalau ini semua tentangmu. Sudah kukatakan, ini beda pemeran. Aku hanya dalam masa kebingungan. Aku--bisa dibilang sudah tidak tahu apalagi tentangmu. Jadi yang ini berbeda. Aku hanya bingung.

Kamu tau kelemahanku. Tidak usah kuumbar lagi. Dan sialnya, dia melakukan sesuatu yang menjadi kelemahanku. Bohong jika kubilang aku tidak tersentuh. Tersentuh, tapi sedikit. Sungguh. Aku tidak perlu lebih atau aku akan semakin terpuruk. Aku selalu menatap layar yang terbentang dihadapanku. Semakin hari aku semakin bingung atas apa yang dimainkan di layar tersebut. Mungkin, lebih baik jika ditinggalkan. Namun, otakku mengatakan untuk tidak menutup mata atas layar itu. Otakku ingin melihat kelanjutannya.

Aku tidak bisa berbuat jauh. Kau tahu? Ada yang menghalangi. Tidak, bukan satu. Tapi banyak. Bohong jika aku bilang tidak tertarik, tapi aku memang tidak ingin terpuruk. Mengerti?

Biarlah aku (sekali lagi) berada di belakang--seperti 1 tahun lalu. Tak apa. Aku sudah biasa menjadi penonton. Aku tak muak. 

Rabu, 26 Juni 2013

A Person Behind This Blog

Jreng....Jreng..........Finally I want to reveal a person behind this cheesy blog and she is......ME!

sorry no photo, maybe later

Gue tiba-tiba dapet inspirasi buat bikin posting tentang gue sendiri setelah baca novel Pintu Harmonika, yang kebetulan salah satu tokohnya suka nge-blog :))) #RizalLeeIsMyInspiration (ikutin novel lol)

Jadi, the person behind this blog is me. Cewek yang bernama Ainu Athifah Riezkie Aldhiada Ismail (panjang ya?), golongan darah B, berzodiak Taurus. Lahir tahun 1997. Punya banyak kesenangan dan hobi banget main laptop (karena gue seorang fangirling, jadi membuka laptop adalah suatu hobi huehehehe). Sering ngayal dan a hardcore fan of Infinite and Running Man. Gue suka grup lain juga sih, tapi Infinite tetep no #1 ^^
Dan Alhamdulillah, gue dikasih otak yang (lumayan) cemerlang hehehehe. Gue suka matematika (yang sebagian orang hindari) dan segala apapun yang intinya menghitung. 

Hobi gue? Hobi gue itu stalking. Enggak kok bohong hehehehe. Hobi gue itu membaca dan menulis. Gue hobi banget baca, dari baca novel, komik sampai ff-lepas yang ada di livejournal atau wordpress. Gue juga suka baca postingan orang-orang yang ga jelas, jelas sampai yang galau sekalipun. Bagi gue, membaca adalah suatu kegiatan yang bisa bikin nambah inspirasi dan juga informasi yang gue perlukan. Bacain review orang-orang tentang novel di goodreads pun gue suka hahaha. Bagi gue, membaca itu seru!

Menulis. Hm gue suka nulis. Tapi sampai sekarang gue masih bingung gue suka nulis apaan. Hm yah, sekarang-sekarang ini sih gue suka nulis-nulis sesuatu yang seru di sekolah atau apa aja yang gue alami. Dan gue masih berusaha supaya bisa bikin cerpen yang bagus :)

Olahraga yang gue suka? GUE SUKA BANGET BASEBALL DAN BADMINTON! Gue suka baseball gara-gara baca olahraga itu di komik Conan, dan ternyata aslinya emang seru abis. Gue pun akhirnya ikutan club Softball-Baseball di SMP dan SMA (walau jarang aktif hiks). Gue juga main Baseball Heroes di Facebook karena yah permainan itu enak hahaha. Kalau Badminton, gue emang suka dari SD. (fyi, gue belajar badminton sama tetangga gue yang lebih muda dibanding gue huehehehe). Puncak-puncaknya gue suka badminton itu pas SMP kelas 7, jaman-jamannya Uber & Thomas Cup. Gue juga akhirnya hapal nama-nama pemain Badminton, baik luar maupun dalam negeri. 2 minggu lalu, ada event Indonesia Open kan di Indonesia? Gue nonton final-nya di rumah temen, sambil jerit-jerit gara-gara Indonesia menang sampai akhirnya temen gue bilang: "Awas danger zone, entar kena hantam Ainu loh" (gue emang suka loncat-loncat + jerit-jerit sendiri kalau Indonesia menang hahaha). 1 minggu yang lalu, gue juga setia nongkrong di depan tivi buat ngeliat Semifinal dan Final Singapore Open. Untungnya Indonesia masuk 3 partai, dan semuanya menang :))))) Kalau kalian penasaran siapa pemain Indonesia favorit gue, ini listnya:
1. Simon Santoso (duh bang, dikau unyu sekali)
2. Hendra Setiawan (walaupun jarang senyum /kataguesihjaranghiks/ sekalinya senyum, wah gue bisa jumpalitan)
3. Liliyana Natsir (cewek keren ini namanyaaaaa!)

Yang bikin orang susah lupa sama gue? (geer) yaitu gue itu cerewet banget. Pernah waktu SD, gue cerita gini ke temen-temen sepermainan gue:

Gue: "Eh tau ga, kata ibu-ibu temennya adik gue, gue tuh pendiem loh"
Alya, Reihan, Ardi: "Alah bohong!!!! Ainu pendiem? ga mungkinnnnn, ibu-ibunya aja gatau siapa elo"

Mereka menentang dengan keras. Hiks.

Gue juga blak-blakan. Pernah waktu itu di tempat les, temen gue tumben banget pake kemeja panjang, padahal biasanya cuma kaos dan celana jeans, dan itu cukup bikin gue heran. Jadi, pas lagi diem gitu, gue tiba-tiba ngomong: "Kok tumben pake baju kayak gitu?" ------------------hm yah, gue emang ga punya malu ////.\\\\

I also like the opposites. Maksudnya gini, kalau baca sesuatu atau nonton sesuatu, gue ga suka tokoh utamanya. Yang lain suka Shinichi, gue suka Heiji, Yang lain suka Kazehaya Shota, gue suka Ryu. Yang lain suka Naruto, gue tetep cinta sama Sasuke walaupun dia jahat. Yang lain suka banget sama Tappei, gue suka banget sama Kenta. Aneh kan? hahahaha, tapi itu ciri khas gue :)

Jadi, beginilah cewek yang ada di belakang blog ini.

Kamis, 23 Mei 2013

Untitled

Media.
Music Player.
Music Home.
All Tracks.
searching: Maliq & D'Essentials - Untitled
Play.

Ketika kurasakan sudah adaruang dihatiku yang kau sentuhAh mungkin benar. Seketika saja bahagia menyelimutiku. Hatiku sudah tidak kosongAku berterima kasih
dan ketika kusadari sudahtak selalu indah cinta yang adamungkin memang ku yang harus mengertibilaku bukan yang ingin kau milikiPerasaanku memang hanya bayangan--kamu pun tak melihatnya bukan?Sudah pasti bukan aku yang kau pilih, kamu tak bisa merasakan aku bukan?
salahkah ku bilakaulah yang ada dihatikuTapi, kumohon. Biarkan saja aku begini. Aku janji, aku tak akan mengganggumu
adakah ku singgah dihatikumungkinkah kau rindukan adakuadakah ku sedikit dihatimuBerharap saja. Bolehkah? Aku tak muluk. Ini sederhana.
bilakah ku menggangu harimumungkinkah kau tak ingin adakuadakah ku sedikit dihatimuBisa saja kamu tak mengharapkan adaku. Tapi apakah hatimu mengharapkan adaku?Ah maaf. Aku sedang berkhayal
bila memang aku yang harus mengertimengapa cintamu tak dapat kumilikiEgois. Ah iya benar. Aku egois. Memang sebaiknya kita yang harus mengerti, tidak hanya aku saja.Aku pun masih bertanya, apakah memang aku tak dapat memiliki?
salahkah ku bilakaulah yang ada dihatikukau yang ada dihatiku Aku jujur. Tak bohong.Perlukah alasan lain?Ah, bagimu ini semua kesalahan, iya kan?
bila cinta kita tak kan terciptaku hanya sekedar ingin tuk mengertiadakah diriku singgah dihatimuIni yang terakhir. Apakah ada? Walau hanya sebutir atom yang tak dapat terbagi lagi?Walau hanya sebentar, aku sudah bersyukur.It's more than enough.
dan bilakah kau taukaulah yang ada dihatikukau yang ada dihatikuLihat aku. Aku tak bohong.Tanyakan saja pada semesta, siapa yang selalu kuelukan selama ini?
adakah ku dihatimuLebih baik aku berhenti. Kamu diam membisu. Aku diam menuntut.Ah, itu artinya tak ada.

Jumat, 25 Januari 2013

You, Seis

Akhirnya aku memasuki daerahmu.

Oh, jangan berpikir bahwa 'daerah' disini adalah hatimu dan ruang lingkupmu. Bukan, bukan itu yang kumaksud. Yang kumaksud disini adalah daerah rumahmu. Aneh? Iya, aku memang aneh.

Tapi entahlah, aku memang senang bisa mengunjungi daerah rumahmu walaupun aku tidak menemukan rumahmu. Merasakan jalan yang sama dengan yang kamu lewati, hey it's one of the fun things you can do! Aku memang menyukai semua tentangmu ha-ha.

Ternyata kamu populer ya. Ah, harusnya aku sadar itu. Menjadi fansmu itu memang susah hahaha.

Salam,
seseorang yang menyukai segala tentangmu


Kamis, 20 Desember 2012

Apa Itu?

24 September 2012

Aku tahu sekali hari apa ini. Yah, hari yang selalu ditunggu-tunggu oleh semua orang karena akhirnya umur mereka bertambah satu tahun. Sesungguhnya, aku tidak menunggu hari ini, karena itu berarti aku akan bertambah tua. Namun, kebahagiaan yang berasal dari teman-temanku itulah yang aku tunggu.

Sebagai cewek normal--yang menyukai laki-laki, jelas aku mengharapkan dia, setidaknya mengucapkan 'selamat ulang tahun' kepadaku. Hingga akhirnya, kutunggu tiba saat itu.

Menghabiskan hari ulang tahunmu memang menyenangkan. Mentraktir teman, mengobrol sampai akhirnya diusir dan tertawa menertawakan hal-hal bodoh. Yah, memang menyenangkan walaupun besok ada ujian yang akan berlangsung. Selama kalian bersama teman-teman memang menyenangkan.



1 hari pun berlalu

Aku masih menunggu ucapan darinya walaupun kadang merasa 'ah nggak mungkin'. Tapi, yang kutahu adalah teman-temannya saja mengucapkan ketika mereka bersama dia. Menyedihkan emang.

Malam pun tiba. Aku menyempatkan diri untuk online sebentar untuk melihat-lihat apa yang baru saja terjadi. Dan kulihat 1 post baru, miliknya, yang berisikan ucapan 'selamat ulang tahun'--untuk temanku yang berulang tahun 1 hari setelah ulang tahunku.

Senyum sinispun menghiasi mukaku. Apa itu ulang tahun?

Kamis, 15 November 2012

Fin.


seseorang pernah bertanya pada saya:
"apa tujuanmu menyukai dia?"

saya pun terdiam sebentar. berpikir dan berpikir.
hingga akhirnya saya menjawab:
"saya hanya ingin menonton pertandingan baseball dengannya di Koushien."


apakah itu terlalu muluk?