Tampilkan postingan dengan label Book Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Book Review. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Mei 2018

Book Review: Komet by Tere Liye (Bumi #5)

Mulai: 28 Mei 2018
Selesai: 29 Mei 2018
Rating: 3.75/5

Penerbit: PT. Gramedia
Pengarang: Tere Liye
Tebal: 384 halaman
Tanggal terbit: Mei 2018

Setelah "musuh besar" kami lolos, dunia paralel dalam situasi genting. Hanya soal waktu, kapan pun pertempuran besar akan terjadi. Bagaimana jika ribuan petarung yang bisa menghilang, mengeluarkan petir, termasuk teknologi maju lainnya muncul di permukaan Bumi? Tidak ada yang bisa membayangkan kekacauan yang akan terjadi. Situasi menjadi lebih rumit lagi saat Ali, pada detik terakhir, melompat ke portal menuju Klan Komet. Kami bertiga tersesat di klan asing untuk mencari pusaka paling hebat di dunia paralel.

Buku ini berkisah tentang petualangan tiga sahabat. Raib bisa menghilang. Seli bisa mengeluarkan petir. Dan Ali bisa melakukan apa saja. Buku ini juga berkisah tentang persahabatan yang mengharukan, pengorbanan yang tulus, keberanian, dan selalu berbuat baik. Karena sejatinya, itulah kekuatan terbesar di dunia paralel.

Buku ke-5 dari serial "BUMI"
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Minggu, 27 Mei 2018

Book Review: Ceros dan Batozar by Tere Liye (Bumi #4,5)

Mulai: 27 Mei 2018
Selesai: 28 Mei 2018
Rating: 4/5

Penerbit: PT. Gramedia
Pengarang: Tere Liye
Tebal: 376 halaman
Tanggal terbit: Mei 2018

Awalnya kami hanya mengikuti karyawisata biasa seperti murid-murid sekolah lain. Hingga Ali, dengan kegeniusan dan keisengannya, memutuskan menyelidiki sebuah ruangan kuno. Kami tiba di bagian dunia paralel lainnya, menemui petarung kuat, mendapat kekuatan baru serta teknik-teknik menakjubkan. Dunia paralel ternyata sangat luas, dengan begitu banyak orang hebat di dalamnya.

Kisah ini tentang petualangan tiga sahabat. Raib bisa menghilang. Seli bisa mengeluarkan petir. Dan Ali bisa melakukan apa saja.

Buku ke-4,5 dari serial "Bumi"

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Selasa, 31 Oktober 2017

Book Review: Laut Bercerita by Leila S. Chudori

Mulai: 29 Oktober 2017
Selesai: 31 Oktober 2017
Rating: 4.5/5

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Pengarang: Leila S. Chudori
Tebal: 389 halaman
Tanggal terbit: 23 Oktober 2017

Jakarta, Maret 1998
Di sebuah senja, di sebuah rumah susun di Jakarta, mahasiswa bernama Biru Laut disergap empat lelaki tak dikenal. Bersama kawan-kawannya, Daniel Tumbuan, Sunu Dyantoro, Alex Perazon, dia dibawa ke sebuah tempat yang tak dikenal. Berbulan-bulan mereka disekap, diinterogasi, dipukul, ditendang, digantung, dan disetrum agar bersedia menjawab satu pertanyaan penting: siapakah yang berdiri di balik gerakan aktivis dan mahasiswa saat itu.

Jakarta, Juni 1998
Keluarga Arya Wibisono, seperti biasa, pada hari Minggu sore memasak bersama, menyediakan makanan kesukaan Biru Laut. Sang ayah akan meletakkan satu piring untuk dirinya, satu piring untuk sang Ibu, satu piring untuk Biru Laut, dan satu piring untuk si bungsu Asmara Jati. Mereka duduk menanti dan menanti. Tapi Biru Laut tak kunjung muncul.

Jakarta, 2000
Asmara Jati, adik Biru Laut, beserta Tim Komisi Orang Hilang yang dipimpin Aswin Pradana mencoba mencari jejak mereka yang hilang serta merekam dan mempelajari testimoni mereka yang kembali. Anjani, kekasih Laut, para orangtua dan istri aktivis yang hilang menuntut kejelasan tentang anggota keluarga mereka. Sementara Biru Laut, dari dasar laut yang sunyi bercerita kepada kita, kepada dunia tentang apa yang terjadi pada dirinya dan kawan-kawannya.

Laut Bercerita, novel terbaru Leila S. Chudori, bertutur tentang kisah keluarga yang kehilangan, sekumpulan sahabat yang merasakan kekosongan di dada, sekelompok orang yang gemar menyiksa dan lancar berkhianat, sejumlah keluarga yang mencari kejelasan makan anaknya, dan tentang cinta yang tak akan luntur.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Senin, 06 Februari 2017

Book Review: Some Kind of Wonderful by Winna Efendi

Mulai: 2 Februari 2017
Selesai: 6 Februari 2017
Rating: 3.5/5

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Pengarang: Winna Efendi
Tebal: 360 halaman
Tanggal terbit: 23 Januari 2017

Liam Kendrick dan Rory Handitama memahami arti kehilangan. Liam pergi ke Sydney dengan dalih menggapai impian sembagai koki, walau alasan sebenarnya untuk menghindari cinta pertama yang bertepuk sebelah tangan. Di lain pihak, Rory sedang berusaha menata kehidupannya setelah suatu insiden membuatnya kehilangan orang-orang yang disayanginya, dan melepaskan impiannya sendiri sebagai pemusik. 

Keduanya paham arti berduka, meski belum mengerti caranya. Kesedihan dan kesepian mendekatkan Liam dan Rory, sampai akhirnya ada rasa lain yang menyusup. Saat perasaan sudah tak terelakkan, Liam dan Rory terjebak keraguan, dan rasa lama masih terlalu kuat untuk dilupakan. Dapatkah dua orang yang pernah mencintai orang lain dengan segenap hati menyisakan ruang bagi satu sama lain?

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Minggu, 29 Januari 2017

Book Review: Dublin by Yuli Pritania

Mulai: 28 Januari 2017
Selesai: 29 Januari 2017
Rating: 4/5

Penerbit: Grasindo
Pengarang: Yuli Pritania
Tebal: 232 halaman
Tanggal terbit: 29 Agustus 2016

Mia salah akan salah satu hal: Dublin tidak seindah yang dia bayangkan.

Dia berharap melihat pegunungan, padang rumut, tebing, kastel, dan jalanan yang dipagari dinding batu seperti yang muncul dalam film-film favoritnya. Yang dia dapatkan adalah gedung-gedung tua berwarna seragam dengan tampilan membosankan, pusat kota yang penuh turis, dan suhu musim semi yang membuat beku.

Lalu dia bertemu Ragga, lelaki dari masa lalunya, yang menunjukkan pada Mia sisi lain dari Dublin, menguak harta karun yang tersembunyi di balik bangunan-bangunannya yang tidak menarik. Dari Sungai Liffey, mereka menjelajahi museum-museum, berbagi sejarah tentang puluhan patung, mengunjungi taman-taman dengan rumpun bunga yang belum mekar, bergabung dengan keriuhan Temple Bar, melewati ratusan pub yang tersebar di seluruh bagian kota, mendaki salah satu tebing Inishmore di Aran Islands demi mengabadikan matahari terbit, hingga menyaksikan matahari tenggelam di Phoenix Park.

Saat kunjungannya menuju akhir, Mia merasa dirinya enggan kembali ke Indonesia. Ke rutinitasnya, skenario filmnya yang tak kunjung usai, dan tunangan yang menunggunya pulang. Sampai dia teringat, bahwa sedari awal, Ragga tidak pernah menjadi pilihan yang dia rencanakan untuk masa depan.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jumat, 30 Desember 2016

Penutup 2016


Senang akhirnya saya bisa membaca novel lagi (setelah menghadapi UAS dan lain-lain), dan novel yang saya pilih untuk dibaca sebagai penutup 2016 adalah Menentukan Arah karya Kurniawan Gunadi dan Aji Nur Afifah, Tentang Kamu karya Tere Liye, dan The Architecture of Love karya Ika Natassa. 

Alasan saya membeli novel-novel tersebut?
Tiga novel tersebut tidak saya beli berbarengan hahaha. Novel yang pertama saya beli yaitu Menentukan Arah, alasannya karena saya ingin memiliki karya Kurniawan Gunadi setelah membaca dua buku sebelumnya. Buku ini setipe dengan buku-buku Kurniawan Gunadi sebelumnya tetapi dengan topik bahasan yang berbeda, dan juga dalam novel ini, istri beliau ikut menuliskan ceritanya. Senang bisa membaca karya beliau karena tulisannya selalu menginspirasi.

Novel kedua yang dibeli yaitu Tentang Kamu. Awalnya saya baru tahu Tere Liye mengeluarkan buku baru setelah melihat updates di Goodreads. Jika melihat dari judulnya saja, saya kira novel tersebut setipe dengan Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah. Namun, ternyata saya salah hahaha. Novel ini bercerita tentang seorang pengacara yang berusaha untuk memecahkan kasus warisan dari seorang nenek yang telah meninggal. Kisah pengacara yang berusaha untuk mencari surat wasiat nenek tersebut membawa kita--para pembaca--mendalami kisah Sri Ningsih, nenek yang meninggal itu. Kisahnya sungguh indah. Membuat kita, para pembaca, memahami bagaimana menghadapi hidup yang penuh dengan kejutan. Saya sangat suka novel ini hehehe.

Novel terakhir yang saya beli yaitu The Architecture of Love. Awalnya saya tidak berniat beli, hanya mau pinjam ke teman saja, tetapi karena saya tak sempat-sempat meminjam, akhirnya saya memutuskan untuk membelinya. Setelah membaca beberapa novel Ika Natassa, menurut saya novel-novel beliau setipe tapi dengan pembawaan yang berbeda. Novel ini menceritakan Raia Risjad, yang sedang berusaha untuk menulis lagi dan berdamai dengan masa lalu. Dari semua novel Ika Natassa, saya rasa ini novel kedua yang saya sukai setelah Critical Eleven. Oh iya, dari beberapa novel Ika juga menceritakan anggota keluarga Risjad, lama-lama saya jadi teringat dengan kisah Hanafiah karya Sitta Karina hahaha. 

Tidak sabar untuk membaca novel-novel lain di 2017!

Minggu, 11 September 2016

Book Review: Matahari by Tere Liye (Bumi #3)

Mulai: 9 September 2016
Selesai: 11 September 2016
Rating: 4/5

Penerbit: Gramedia
Pengarang: Tere Liye
Tebal: 390 halaman
Tahun Terbit: 25 Juli 2016

Namanya Ali, 15 tahun, kelas sepuluh. Jika saja orangtuanya mengizinkan, seharusnya dia sudah duduk di tingkat akhir ilmu fisika program doktor di universitas ternama. Ali tidak menyukai sekolahnya, guru-gurunya, teman-teman sekelasnya. Semua membosankan baginya.

Tapi sejak dia mengetahui ada yang aneh pada diriku dan Seli, teman sekelasnya, hidupnya yang membosankan berubah seru. Aku bisa menghilang, dan Seli bisa mengeluarkan petir. Ali sendiri punya rahasia kecil. Dia bisa berubah menjadi beruang raksasa. Kami bertiga kemudian bertualang ke tempat-tempat menakjubkan.

Namanya Ali. Dia tahu sejak dulu dunia ini tidak sesederhana yang dilihat orang. Dan di atas segalanya, dia akhirnya tahu persahabatan adalah yang hal yang paling utama.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Minggu, 15 Mei 2016

Book Review: Apa Pun selain Hujan by Orizuka

Mulai: 14 Mei 2016
Selesai: 15 Mei 2016
Rating: 3/5

Penerbit: Gagas Media
Pengarang: Orizuka
Tebal: 296 halaman
Tahun Terbit: 22 April 2016

Wira membenci hujan. Hujan mengingatkannya akan sebuah memori buruk, menyakitinya......

Agar bisa terus melangkah, Wira meninggalkan semuanya. Ia meninggalkan kota tempat tinggalnya. Meninggalkan mimpi terbesarnya. Bahkan, meninggalkan perempuan yang disayanginya.

Namun, seberapa pun jauh langkah Wira meninggalkan mimpi, mimpi itu justru semakin mendekat. Saat ia sedang berusaha keras melupakan masa lalu, saat itulah ia bertemu Kayla.

Pertemuan itu mengubah segalanya.

Sebuah novel tentang melepaskan mimpi di bawah hujan. 
Tentang cinta yang diam-diam tumbuh bersama luka.
Juga tentang memaafkan diri sendiri.

Senin, 22 Juni 2015

Book Review: The Chronicle of Audy: 4/4 by Orizuka

Mulai: 18 Juni 2015
Selesai: 18 Juni 2015
Rating: 4/5

Penerbit: Penerbit Haru
Pengarang: Orizuka
Tebal: 320 halaman
Tahun Terbit: Juni 2015

Hai. Namaku Audy.
Umurku masih 22 tahun.
Hidupku tadinya biasa-biasa saja, sampai aku memutuskan untuk bekerja di rumah 4R dan jatuh hati pada salah seorang di antaranya.

Kuakui aku bertingkah (super) norak soal ini, tapi kenapa dia malah kelihatan santai-santai saja?
Setengah mati aku berusaha jadi layak untuknya, tapi dia bahkan tidak peduli!

Di saat aku sedang dipusingkan oleh masalah percintaan ini, seperti biasa, muncul masalah lainnya.

Tahu-tahu saja, keluarga ini berada di ambang perpisahan. 
Aku tidak ingin mereka tercerai-berai, tapi aku bisa apa?

Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang masih saja ribet.
Kronik dari seorang Audy.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

My Review:
Senang bisa membaca karya Orizuka lagi! Hampir 1 tahun nunggu lanjutannya dan yeah tidak mengecewakan,

Ceritanya semakin menarik dan muncul masalah tidak terduga ehehe. Konfliknya juga realistis yang biasa dialami oleh sebuah keluarga jadi enak untuk dibaca. Tidak bertele-tele dan makin seru ehehe.

Bahasanya seperti biasa, bahasa yang digunakan dalam sehari-hari jadi mudah untuk dipahami. Penjelasan karakter juga jelas jadi tidak bikin bingung. Alurnya juga rapih sehingga jalan cerita mudah untuk dimengerti.

Ga sabar baca lanjutan kisah Audy lagi, yeay!

Minggu, 29 Maret 2015

Book Review: Bulan by Tere Liye (Bumi #2)

Mulai: 29 Maret 2015
Selesai: 29 Maret 2015
Rating: 4.5/5

Penerbit: Gramedia
Pengarang: Tere Liye
Tebal: 400 halaman
Tahun Terbit: Maret 2015

Namanya Seli, usianya 15 tahun, kelas sepuluh. Dia sama seperti remaja yang lain. Menyukai hal yang sama, mendengarkan lagu-lagu yang sama, pergi ke gerai fast food, menonton serial drama, film, dan hal-hal yang disukai remaja.

Tetapi ada sebuah rahasia kecil Seli yang tidak pernah diketahui siapa pun. Sesuatu yang dia simpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan dengan tangannya.

Namanya Seli. Dan tangannya bisa mengeluarkan petir.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Rabu, 24 September 2014

Book Review: Priceless Moment by Prisca Primasari

Started on: 17 September 2014
Finished on: 23 September 2014
Rating: 4/5

Penerbit: Gagas Media
Pengarang: Prisca Primasari
Tebal buku: 304 halaman
Tahun terbit: Agustus 2014

Kisah kita serupa dongeng. Dipertemukan tanpa sengaja, jatuh cinta, lalu bersama, dan akan bahagia selamanya. Tanpa banyak kata, kau tahu aku selalu mencintaimu. Begitulah yang seharusnya.

Namun, ketika setiap pagi kutemukan diriku tanpa kau di sisiku, aku sadar bahwa dongeng hanyalah cerita bohong belaka. Kau pergi, meninggalkan daku dalam sepi, dalam sesal yang semakin menikam.

Hidup tak akan sama lagi tanpamu. Apa yang harus kukatakan ketika mata polos gadis itu memelas, memintaku menceritakan dongeng-dongeng yang berakhir bahagia? Kau belum memberi tahu jawabnya untukku.

Kau tahu, kali ini, akan kulakukan apa pun untuk mempertahankanmu berada di sisiku. Pun sejenak. Namun, lagi-lagi, kau hanya ada dalam memori.....

Sabtu, 30 Agustus 2014

Book Review: The Chronicles of Audy: 21 by Orizuka

Started on: August 17, 2014
Finished on: August 18, 2014
Rating: 4/5

Penerbit: Penerbit Haru
Pengarang: Orizuka
Tebal: 308 halaman
Tahun Terbit: Juli 2014

Hai. Namaku Audy. 
Umurku masih 22 tahun.
Hidupku tadinya biasa-biasa saja, sampai aku memutuskan untuk bekerja di rumah 4R.

Aku sempat berhenti, tapi mereka berhasil membujukku untuk kembali setelah memberiku titel baru: "bagian dari keluarga".

Di saat aku merasa semakin akrab dengan mereka, pada suatu siang, salah seorang dari mereka mengungkapkan perasaannya kepadaku. 

Aku tidak tahu harus bagaimana!

Lalu, seolah itu belum cukup mengagetkan, terjadi sesuatu yang tidak pernah terpikirkan siapa pun.

Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang semakin ribet.

Kronik dari seorang Audy.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kamis, 14 Agustus 2014

Book Review: Tomodachi (SCHOOL #2) by Winna Efendi

Started on: August 5, 2014
Finished on: August 12, 2014
Rating: 3.5/5

Penerbit: Gagas Media
Pengarang: Winna Efendi
Tebal: 360 halaman
Tahun Terbit: Juli 2014

Pernahkah kau bertemu seorang perempuan yang tak pernah lelah menyalakan harap di hatinya? Dalam Tomodachi, kau akan bertemu perempuan itu. Perempuan biasa, tetapi punya harap luar biasa. Baginya, berlari dan menemukan garis akhir adalah sebuah keharusan. Tidak akan ada kata menyerah.

Pernahkah kau memiliki seseorang yang selalu bisa menghapus cerita sedihmu? Dalam Tomodachi, kau akan menemukan tangan-tangan yang terikat pada satu kata: sahabat. Mereka yang keberadaannya membuat kau tak lagi merisaukan hari esok yang mungkin masih gelap.

Juga dalam Tomodachi, kau akan bertemu seorang laki-laki yang berlari dengan sepasang sayap. Yang selalu mengejar garis akhir, tetapi tak pernah ragu untuk diam sejenak menunggu.

Tomodachi dipersembahkan untukmu yang sedang melewati masa pahit-manis dalam cinta dan persahabatan. Juga untuk setiap orang yang pernah melewati dan merindukannya.

Selamat menyusuri kisahnya.

-Editor (S.C.H.O.O.L)
---------------------------------------------------------------------

Senin, 30 Juni 2014

Book Review: Bumi by Tere Liye (Bumi #1)

Started on: June 27, 2014
Finished on: June 30, 2014
Rating: 4/5

Penerbit: Gramedia
Pengarang: Tere Liye
Tebal: 440 halaman
Tahun Terbit: Januari 2014

Namaku Raib, usiaku 15 tahun, kelas sepuluh. Aku anak perempuan seperti kalian, adik-adik kalian, tetangga kalian. Aku punya dua kucing, namanya si Putih dan si Hitam. Mama dan papaku menyenangkan. Guru-guru di sekolahku seru. Teman-teman ku baik dan kompak.

Aku sama seperti remaja kebanyakan, kecuali satu hal. Sesuatu yang kusimpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan.

Namaku Raib. Dan aku bisa menghilang.
-----------------------------------------------------------------------------------------------

Minggu, 26 Januari 2014

[FAST] Book Review: Eleanor & Park by Rainbow Rowell & Every Day by David Levithan


Started on: December 12th 2013
Finished on: December 14th 2013
Rating: 4/5

Pengarang: Rainbow Rowell
Tebal: 328 halaman
Tahun Terbit: 2013

Eleanor & Park adalah sebuah novel yang menceritakan kisah cinta remaja di tahun 1986. Dimana tokohnya, Eleanor dan Park bertemu untuk pertama kali di bis sekolah. Eleanor merupakan cewek dengan rambut merah dan tidak menarik. Park adalah laki-laki dengan keturunan Korea, yang hobi berpakaian hitam dan menggunakan headphone. 

Seiring dengan berjalannya cerita, Eleanor dan Park pun menjadi dekat, walau mereka sering menjadi perbincangan di sekolah. 

Baca selengkapnya di Eleanor & Park.

My Review:
Novel karya Rainbow Rowell ini sukses membuat saya tersenyum selama membacanya! (PARK SHERIDAN IS SOOO COOL) /ignore this/ Gaya bercerita yang ringan dan menarik membuat saya selalu ingin mengetahui kisah mereka berdua. Apalagi, permulaan bagaimana mereka bisa dekat itu--bisa dibilang--jarang digunakan di novel-novel lain dan membuat cerita ini unik.

Namun, sayang di akhir cerita, saya kurang suka. Bagian-bagian akhir dari novel ini terkesan terlalu buru-buru untuk diselesaikan. Tapi, tetap tidak mengurangi kebagusan novel ini.

Recommended!

*****

Started on: January 17th 2014
Finished on: January 24th 2014
Rating: 3/5

Pengarang: David Levithan
Tebal: 322 halaman
Tahun Terbit: 2012

Every Day adalah novel karya David Levithan yang menceritakan kisah A, yang hidup di beda orang setiap harinya. 

Hingga suatu hari A bangun di tubuh seseorang bernama Justin dan bertemu dengan pacar Justin, Rhiannon. Sejak itu, A selalu berusaha untuk bertemu dengan Rhiannon walau A sedang berada di tubuh seseorang yang bahkan Rhiannon pun tidak kenal.

Suatu hari, A bangun di tubuh seseorang bernama Nathan. Nathan adalah seseorang dengan kepribadian baik. A mendengar bahwa Rhiannon akan pergi ke sebuah pesta. A--yang berada dalam tubuh Nathan--berusaha untuk datang ke pesta tersebut. Disana A berhasil bertemu dengan Rhiannon, namun sayangnya, A tidak bisa berlama-lama karena ia akan meninggalkan tubuh Nathan ketika tengah malam. Waktu pun tidak terkejar dan A meninggalkan Nathan tertidur di mobilnya di pinggir jalan. Beberapa hari kemudian, ada sebuah email dari Nathan, yang mempertanyakan keberadaan A. Ternyata, sejak A meninggalkan Nathan di pinggir jalan, Nathan ditemukan oleh polisi dan ia berkata tidak sadar mengapa ia berada disana. Nathan mengatakan bahwa ada devil yang mengendalikan dirinya dan ia terus mempertanyakan A. Bagaimana penyelesaian antara A dan Nathan dan berhasilkah A untuk menyatakan cinta kepada Rhiannon?

Baca selengkapnya di Every Day

My Review:
Dari awal, saya sudah tertarik dengan novel ini karena idenya bergitu unik dan menarik. Apalagi kata-kata "Every day a different life. Every day in love with the same girl." saya penasaran bagaimana hidup dengan hidup yang berbeda setiap harinya. 

Namun entah mengapa, semakin saya membaca buku ini, saya hanya menemukan bahwa there's nothing special in the story, kecuali penyelesaian A dan Nathan dan usaha A untuk bertemu Rhiannon. Apalagi, ketika A dan Rhiannon menjadi dekat dan Rhiannon (mungkin?) mulai menyukai A, saya hanya berpikir bahwa itu sedikit aneh. Mereka hanya pernah bertemu sekali, dan pertemuan-pertemuan selanjutnya dengan orang-orang yang berbeda. Bisakah Rhiannon menyukai A dalam waktu yang singkat dan dalam orang yang berbeda-beda? Itu sedikit membuat saya berpikir. Saya merasa bahwa cerita ini juga seperti diburu-buru. Tapi, endingnya cukup memuaskan saya.

Saya kasih 3 out of 5 untuk ide cerita yang unik dan lain dari yang lain :)


Sabtu, 24 Agustus 2013

Book Review: Evergreen by Prisca Primasari

Started on: 23 August 2013
Finished on: 25 August 2013
Rating: 5/5

Penerbit: Grasindo
Pengarang: Prisca Primasari
Tebal: 203 halaman
Tahun Terbit: 2013
Harga: Rp 36.550 (pengenbuku.net)

Konnichiwa! Selamat datang di EVERGREEN, kafe es krim penuh pelayan baik hati, lagu The Beatles akan melengkapi hari-harimu. Tempat yang menghangatkan, bahkan bagi seorang gadis pengeluh dan egois sepertimu, Rachel!

Di kafe itu, kau menemukan sebuah dunia baru, juga pelarian setelah dipecat dari pekerjaanmu. Menurutku itu bagus! Apa enaknya sih kerja jadi editor?

Namun, sebenarnya butuh berapa banyak kenangan dan sorbet stroberi untuk mengubah sifat egoismu? Atau yang kau butuhkan sebenarnya hanya kasih sayang? Mungkin dariku, si pemilik kafe? Hmmm?

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Rabu, 14 Agustus 2013

Book Review: Pieces Of You by Tablo

Started on: 10 August 2013
Finished on: 14 August 2013
Rating: 4/5

Penerbit: Matahari
Pengarang: Tablo
Tebal: 229 halaman
Tahun Terbit: 2013
Tahun Pertama Terbit: January 2009
Harga: Rp 40.000,- (Gramedia)

-------------------------------------------------------------------

Rabu, 31 Juli 2013

Book Review: London: Angel by Windry Ramadhina

Started on: 29 July 2013
Finished on: 30 July 2013
Rating: 3.5/5

Penerbit: Gagas Media
Pengarang: Windry Ramadhina
Tahun Terbit: Juli 2013
Harga: Rp 52.000,- (Gramedia)

Pembaca Tersayang,

Mari berjalan di sepanjang bantaran Sungai Thames, dalam rintik gerimis dan gemilang cahaya dari London Eye.

Windry Ramadhina, penulis novel 'Orange', 'Memori' dan 'Montase', membawa kita menemani seorang penulis bernama Gilang mengerjar cinta Ning hingga ke Fitzrovia. Namun, ternyata tak semudah itu menyatakan cinta. Kota London malah mengarahkannya kepada seorang gadis misterius berambut ikal. Dia selalu muncul ketika hujan turun dan menghilang begitu hujan reda. Sementara itu, cinta yang dikejarnya belum juga ditemuinya. Apakah perjalanan kali ini sia-sia belaka?

Setiap tempat punya cerita.
Dalam dingin kabut Kota London, ada hangat cinta menyelusup.

Enjoy the journey,
Editor
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Oke, Teman-teman. Sudah kuputuskan. Aku akan mengejar Ning ke London!"
Cerita perjalanan seorang penulis bernama Gilang dimulai dari pengakuannya dalam keadaan mabuk yang akhirnya ditanggapi serius oleh teman-temannya. Gilang pun akhirnya berangkat ke London untuk mengejar Ning. Namun, pada saat Ia telah sampai di indekos milik Ning yang ada di London, Ia menemukan bahwa indekos tersebut kosong. Ia pun memutuskan untuk mencari penginapan terlebih dahulu, dan mulai mencarinya lagi esok hari.

Malam harinya, Gilang pergi ke London Eye atas anjuran dari seorang pelayan di penginapan tersebut. Di London Eye, gerimis mulai turun dan pada saat itu Gilang bertemu dengan seorang gadis berambut ikal keemasan dan berwajah cantik. Ia pun memberi sebutan Goldilocks. Ia menghabiskan waktu dengan gadis tersebut di London Eye, namun ketika hujan mereda, gadis tersebut menghilang.

Dia menatapku. "Tahukah kau apa yang turun bersama hujan?"
Aku menggeleng.
"Malaikat", kata lelaki itu.

Seiring berjalannya waktu, Gilang pun akhirnya bertemu dengan Ning. Sisa harinya di London pun dihabiskan bersama Ning. Mereka berjalan-jalan di London, dan mengunjungi beberapa galeri. Namun, siapa yang menyangka? Bahwa perjalanan mereka di galeri yang bernama The Piper, malah membuat Gilang semakin ragu untuk menyatakan cintanya.

Aku salah satunya, kalau saja Ning tahu. Dan, ya, ini tidak mudah. Berada begitu dekat dengan gadis yang kucintai, tetapi tidak bisa mendekapnya erat-erat sama sekali tidak mudah. Ini menyiksa dan menguras emosi. 
Apakah Gilang berhasil mendapatkan cinta Ning? Atau perjalanannya ke London malah sia-sia? Baca selengkapnya di London: Angel


My Review
Ini adalah novel karya Kak Windry kedua yang saya baca, setelah Montase. Saya cukup penasaran dengan yang edisi kali ini, karena sinopsisnya membuat saya tertarik dan pengarangnya adalah Kak Windry :)

Namun, lagi-lagi saya kurang sreg sama pemilihan kata-kata yang digunakan untuk sebuah cerita yang menggunakan sudut pandang orang pertama--laki-laki. Jika kata-kata yang digunakan lebih santai, mungkin akan lebih enak lagi untuk dibaca hehehe.

Saya suka pendeskripsian tempat yang dibawakan Kak Windry. Pendeskripsiannya jelas jadi membangkitkan imajinasi tentang tempat-tempat yang menjadi latar derita tersebut. 

Untuk cerita, saya kira awalnya ini adalah novel bergenre mainstream romance-- namun ternyata bukan dan itu membuat saya senang hahaha. Jujur, kisah Ning dan Gilang itu............rada flat (menurut saya) dan cukup sering ditemui. Namun saya senang karena endingnya unexpected! Saya suka endingnya hehehe.

3 bintang untuk keseluruhan cerita, dan 1/2 bintang untuk Goldilocks yang telah membuat saya penasaran banget hehehe

Good book!
by ainuathifah

Jumat, 19 Juli 2013

Book Review: The Chronicles of Audy: 4R by Orizuka

Started on: July 18, 2013
Finished on: July 19, 2013
Rating: 5/5

Penerbit: Penerbit Haru
Pengarang: Orizuka
Tebal: 320 halaman
Tahun Terbit: Juli 2013
Harga: Rp 53.000,- (Gramedia)

Hai. Namaku Audy. Umurku 22 tahun.
Hidupku tadinya biasa-biasa saja, sampai kedua orangtuaku jatuh bangkrut karena ditipu.

Aku hanya tinggal selangkah lagi menuju gelar sarjanaku. Selangkah lagi!

Tapi kedua orangtuaku rupanya tega merukak momen itu. Jadi sekarang, disinilah aku berada. Di rumah aneh yang dihuni oleh 4 bersaudara yang sama anehnya: Regan, Romeo, Rex dan Rafael.

Aku, yang awalnya berpikir akan bekerja sebagai babysitter, dijebak oleh kontrak sepihak dan malah dijadikan pembantu!

Terdengar klise? 
Mungkin, bagimu. Bagiku? Musibah!
Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang mendadak jadi ribet. Kronik dari seorang Audy.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Novel ini menceritakan seorang perempuan yang bernama Audy Nagisa yang sedang mengejar gelar sarjana di Universitas Gajah Mada. Namun malangnya, orang tuanya terkena tipu sehingga ia tidak dapat membayar yang kos yang sudah menunggak selama 3 bulan itu. Audy pun mencari pekerjaan di koran, dan akhirnya menemukan seseorang yang membutuhkan babysitter.

Ia pun datang ke rumah orang yang menawarkan pekerjaan tersebut, namun siapa sangka? Rumah itu ternyata sangat tidak terawat. Audy sempat berpikir untuk tidak jadi melamar pekerjaan, namun pemilik rumah tersebut berhasil merekruit Audy sebagai babysitter/pembantu karena Audy terpesona oleh pemilik rumah tersebut.

Pemilik rumah tersebut adalah 4 cowok bersaudara yang memiliki karakter berbeda-beda; Regan (R1) adalah sosok yang nyaris sempurna namun perhitungan. Romeo (R2) adalah sosok pemalas, senang bermain dan paling ramah. Rex (R3) adalah sosok terpelajar yang seluruh hidupnya didedikasi untuk prestasi akademis, tapi tertutup dan sensitif. Rafael (R4) adalah sosok balita yang sangat dewasa. 

Audy awalnya merasa keberatan untuk menjadi pembantu di rumah tersebut, karena ia harus menjaga Rafael + melakukan pekerjaan rumah. Hingga suatu hari Audy diusir dari kos-kosannya karena tidak kunjung membayar kosan. Audy pun akhirnya tinggal di rumah 4R tersebut.

Karena orangtua mereka sudah meninggal akibat kecelakaan, Rafael--si anak bungsu mereka, berkepribadian yang berbeda dengan anak seusianya. 

Regan terlalu tegas, Romeo terlalu santai, sementara Rex terlalu dingin. Tidak ada yang bisa mendidik Rafael secara netral layaknya orangtua. Perlakuan mereka kepada Rafael yang berbeda-beda inilah yang mungkin membuat Rafael bingung dan akhirnya punya sifat sekarang ini.
Mau tahu bagaimana kelanjutan kisah Audy di rumah 4R ini? Baca selengkapnya di The Chronicles of Audy: 4R


image source: wehearit; edited by me

My Review
Bisa dibilang ini adalah novel Orizuka yang saya tunggu-tunggu karena sinopsisnya membuat saya penasaran dan desain covernya menarik!

Saya akan bahas dari masalah desain buku dulu. Seperti biasa, Penerbit Haru menampilkan novel dalam warna dan bentuk yang unik-unik (seperti buku Paper Romance karya Lia Indra A). Kali ini, desainya covernya berbau vintage gitu dan itu lucu hehehe. Saya juga suka warna kertas pinggir-pinggirnya berwarna pink, itu yang membuat buku ini semakin cute.

Cerita yang dibawakan Orizuka kali ini, bisa dibilang agak berbeda dengan novel-novel sebelumnya. Walau disini tokoh ceweknya (akhirnya) berhasil menyelesaikan masalah yang dialami oleh tokoh-tokoh cowok seperti di novel-novel sebelumnya. Namun, Orizuka berhasil membuat semua cerita itu terkesan berbeda walau rada mirip (dikit).

Saya suka konflik dan alur cerita disini. Semuanya dijelaskan dengan runtut dan rapih sehingga tidak membuat pusing para pembaca. Masalah-masalah yang terjadi pun saya suka, mulai dari rumah-rumah yang tidak dibereskan, Rafael masuk sekolah, Rex kambuh dsb. Saya suka kebersamaan 4 saudara itu ketika Audy datang ke rumah mereka.

Masalah tokoh. Saya suka semua tokoh hehehe, walau membayangkan gimana kalo 4 saudara itu beneran hidup di dunia nyata dan mereka semua ganteng (omg...........). Bisa dibilang, susah memilih salah satu dari 4 saudara itu, but I'll choose Rex! the genius one~! Penokohannya jelas sehingga bisa kelihatan karakter masing-masing dari 4R itu dan juga karakter Audy sendiri.

Saya penasaran dengan buku ke-2nya! Awalnya saya kira novel ini ya hanya satu novel, dan cerita pun kelar. Ternyata pada saat membuka halaman pertamanya, tertulis Book 1. Wah, saya penasaran banget sama cerita Audy dan 4R!

5 bintang untuk yang ini, karena mengangkat tema tentang keluarga! Dan juga di novel ini semuanya lengkap. Mulai dari unsur romance, komedi, sedih, senang dll, wah keren lah!

Recommended!

by ainuathifah


Rabu, 10 Juli 2013

Book Review: Notasi by Morra Quatro

Started on: July 9 2013
Finished on: July 10 2013
Rating: 4.5/5

Penerbit: Gagas Media
Pengarang: Morra Quatro
Tebal: 294 halaman
Tahun Terbit: Mei 2013
Harga: Rp 43.000,- (Gramedia)

Rasanya, sudah lama sekali sejak aku dan dua melihat pelangi di langit utara Pogung.
Namun, kembali ke kota ini, seperti menyeruakkan semua ingatan tentangnya; tentang janji yang terucap seiring jemari kami bertautan.

Segera setelah semuanya berakhir, aku pasti akan menghubungimu lagi.

Itulah yang dikatakannya sebelum dia pergi. Dan aku mendekap erat-erat kata-kata itu, menanti dalam harap. Namun, yang datang padaku hanyalah surat-surat tanpa alamat darinya. Kini, di tempat yang sama, aku mengurai kembali kenangan-kenangan itu....

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Novel ini menceritakan sebuah memori seorang perempuan yang bernama Nalia tentang kehidupannya pada waktu itu, pada waktu ia masih kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi UGM.

Pada waktu itu, hanya ada satu radio milik mahasiswa yang mengudara di atas Kota Yogyakarta-walau masih ilegal, yaitu radio milik Fakultas Teknik. Nalia dan Zee sangat membutuhkan radio tersebut untuk menyiarkan berita tentang Lomba Karya Tulis yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Gigi. Namun, kedatangannya ke Fakultas Teknik membuatnya bertemu seorang mahasiswa bernama Nino.

Mereka tak berhasil untuk menyiarkan berita tentang lomba tersebut, hingga akhirnya mereka ke kampus D3 Teknik Elektro, karena di sana ada sebuah radio juga yang dibangun, namun sayangnya, mereka sudah tak beroperasi lagi. Pada saat itu, Nalia bertemu lagi dengan Nino.

Pada detik itu telah kukenali jiwa yang ramah di balik sosoknya yang pendiam, dan aku yakin itu. Karena aku tahu di bawah tekanan emosi rasa takut, marah, sedih, atau jatuh cinta, semua orang pasti menunjukkan warna asli mereka.
Itulah warna asli Nino.

Fakultas Kedokteran Gigi dan Teknik tidak terlalu begitu bersahabat karena mereka memperebutkan posisi untuk Ketua BEM Universitas. Namun, karena ada penyerangan tiba-tiba pada saat malam pengumuman Lomba Karya Tulis tersebut, ketiga kandidat pun bersatu.

Mereka hidup di jaman reformasi, di bawah kekuasaan presiden yang sama seperti sebelumnya. Demonstrasi pecah di Jakarta. Mahasiswa-mahasiswa di Yogyakarta pun melakukan demonstrasi dan itu adalah terakhir kali Nalia melihat Nino. Berhari-hari setelah kejadian itu, Nalia tidak dapat menemukan Nino yang kemudian setelah bertahun-tahun, Nalia menerima surat dari Nino melalui Farel-sahabat Nino. Nino berjanji untuk kembali namun setelah berbelas-belas tahun kemudian, ia tak kunjung kembali.

Baca selengkapnya di Notasi

image source: weheartit, edited by me

My Review:
Awalnya saya tidak berniat membeli buku ini. Namun, ketika melihat pengarangnya adalah Kak Morra Quatro, saya pun berniat untuk membelinya (berhubung novel pertamanya, Forgiven, itu keren). Pas ngeliat ada salah satu buku yang segelnya terbuka, saya pun membacanya-sedikit. Dan (lagi-lagi) tentang Teknik yang membuat saya semakin ingin membeli. Ketika saya melihat halaman tengah-tengah, background cerita yang jarang ditemui untuk novel remaja berhasil menghasut saya untuk membelinya. Jaman Reformasi.

Saya suka penggambaran tokoh-tokoh disini. Sederhana namun berhasil membuat tokoh-tokoh tersebut terasa hidup. Alur yang khas Kak Morra banget yaitu maju-mundur, tapi tetep oke sehingga membuat pembacanya tidak bingung. Kebetulan-kebetulan kebersamaan Nalia dan Nino pun beralasan, aku suka. 

Saya suka cerita bagian tengah-tengah. Ketika serangan dimulai pada saat malam Lomba Karya Tulis Fakultas Kedokteran Gigi. Dan akhirnya dilanjutkan dengan acara demonstrasi mahasiswa-mahasiswa di Yogyakarta. Itu keren. Jarang ada novel remaja yang mengangkat tema demonstrasi, perlawanan dengan aparat, jaman reformasi. Perjuangan anak-anak teknik untuk mempertahankan Jawara FM (atau yang sekarang bernama Swaragama FM) itu cukup mengesankan. Dengan uang seadanya, dan sekali gagal, namun pada akhirnya mereka berhasil membeli frekuensi dan izin resmi dari Dinas Perhubungan.

Kisah cinta yang terjadi disini pun sederhana. Dengan pertemuan yang sederhana pula. Saya suka tokoh Ve disini, dia tegar hahaha (ciri khas anak teknik) dan keberaniannya pada saat demonstrasi, itu keren. 

Endingnya cukup sayang. Nalia tidak bersama Nino, tapi di satu sisi, saya suka Nino berakhir dengan Ve hahaha. Mungkin ini novel terbaik yang pernah saya baca di tahun 2013.

great novel!

by ainuathifah