Seorang teman membuat suatu postingan mengenai masa sekolah dulu.
Kembali, aku teringat apa yang telah kulalui saat itu.
Seperti layaknya remaja lainnya, masa sekolahku dipenuhi hal-hal tidak penting ala anak sekolahan
Terasa seru saat itu.
Terasa bodoh saat kini.
Berangan-angan ingin membantu teman.
Tetapi menegur perbuatan salah saja takut.
Apa daya aku hanya bisa tertawa bersama mereka seolah tidak terjadi apa-apa.
Terlalu banyak momen yang terjadi,
Terlalu banyak pemandangan yang terlihat,
Terlalu banyak pemikiran yang melintas,
Membuatku mempelajari satu hal.
Apa yang terjadi di masa sekolahku dulu tidak boleh terulang kembali.
Jika ada sesuatu yang salah, tegurlah.
Jika ingin membantu teman, bantulah.
Sungguh, aku harus bisa membenahi diri.
Tak usahlah kamu takut akan pemikiran orang lain.
Biarlah dirimu melangkah ke jalan baru.
Biarlah dirimu lebih berani mengungkapkan sesuatu.
Melangkahlah lebih pasti.
Agar kamu bisa menghidupi masa yang akan datang.
Bandung, 10 April 2017
21:56
(--terlalu banyak permainan yang terjadi di masa sekolah, ya, bodoh sekali)
Tampilkan postingan dengan label inspiration. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspiration. Tampilkan semua postingan
Senin, 10 April 2017
Kamis, 07 Juli 2016
Favorite Novels
Holiday will over soon, huft dan liburan ini sangaaaaaaat tidak produktif lol. Sebenernya, ada banyak hal yang harus gue lakuin (tugas tugas tugas etc) tapi huhuhu sedang tidak ada motivasi..... (oh dear motivation, please come to me). Jadi, hari ini gue membuka akun tumblr gue dan seketika menemukan some aesthetics pics/quotes yang berelasi dengan salah satu novel, yaitu All The Bright Places. Novel ini telah sukses membuat gue penasaran berbulan-bulan (karena gue nggak sanggup beli jadi harus nabung dulu etc etc) dan akhirnya gue berhasil membeli dan membacanya! yeay!
So, let me talk about my 2 favorite novels. Introducing my 2 favorite novels, Eleanor & Park and All The Bright Places!
Mari bicarakan Eleanor & Park terlebih dahulu. Sebenernya gue sudah pernah mereview novel ini lihat di sini), tapi huhu ku ingin membahasnya lagi. Novel ini sukses menarik perhatian gue hanya dari covernya saja! Entah kenapa covernya sangat menarik perhatian huhuhu (semacem cerita teen-romance yang ringan), dan benar saja, ceritanya ringan dan selalu membuat penasaran. Interaksi antara Park dan Eleanor selalu membuat gue tersenyum karena memang selucu itu????? (dan tidak bisa diprediksi)
Jujur, gue baru sadar kalau ternyata latar belakang waktu di novel Eleanor & Park itu tahun 1986 hahaha. Walaupun mengambil tahun yang sudah lalu, novel ini tetap enak dibaca dan awesome enough. Gue sangat suka bagaimana cara Park kenalan sama Eleanor, seriously, tidak biasa dan berbeda dengan cerita romance lainnya. Bus dan tukeran komik. Ide yang bakal tidak terpikirkan oleh orang lain.
Walaupun gue bilang cerita di novel ini ringan, tapi tentu saja tidak luput dari beberapa konflik yang ada. Karena adanya konflik tersebut, sayang sekali novel ini tidak berakhir seperti yang gue duga, but I still love it. Bisa dibilang Eleanor & Park adalah novel berbahasa Inggris yang sangat saya suka untuk pertama kalinya. I love all the characters, the plots, the backgrounds, etc etc etc.
Sekarang, mari berbicara tentang All The Bright Places. Novel ini bikin gue penasaran karena sinopsisnya dan beberapa review dari orang-orang di goodreads (oh yes I love goodreads). Setelah berhasil nabung, gue pun memutuskan untuk membeli novel ini dan yes gue tidak menyesal. Awalnya (sampai akhir sih sebenernya), gue merasa novel ini itu gabungan dari Eleanor & Park, Paper Towns, dan Looking for Alaska. Kenapa gue bilang begitu? Karena, pertama, interaksi Finch dan Violet sangat mengingatkan gue akan Eleanor dan Park. Their light-cheesy-romance-story somehow reminds me of Eleanor & Park. Tapi tetap ada kesan berbeda dari dua novel tersebut.
Nah! These wandering things! Kedua, adanya tugas wandering yang harus dilakukan oleh Finch dan Violet mengingatkan gue akan Paper Towns--ketika Quentin mencari Margo dan harus pergi ke beberapa tempat dan mencari tempat selanjutnya berdasarkan petunjuk yang ditinggalkan oleh Margo. Oke, sebenernya yang lebih pasnya bukan saat mengerjakan tugas wandering, tetapi ketika Violet mencari Finch. Beneran deh, seseru itu ceritanya dan that-paper-towns-vibe bikin novel ini cool enough. Gue suka ketika Violet mencari Finch berdasarkan petunjuk-petunjuk yang ditinggalkan Finch, dan bagaimana Finch selalu mengirim pesan kepada Violet ketika dia berada di tempat tersebut. Sayang, endingnya (lagi-lagi) tidak sesuai dengan apa yang gue harapkan dan cukup menyakitkan huhu.
Novel All The Bright Places kaya akan quotes bagus hahaha. Gue suka banget kata-kata yang ada di novel ini. Cheesy enough tapi tidak terlalu cheesy(?).
Oh and yes, let me introduce my most favorite line from the novel (and I guess it's everyone's favorite too)
Rabu, 15 Juli 2015
Yha.
"Marah nggak akan mengubah yang sudah terjadi, kan? Lagipula aku nggak mau direpotkan dengan perasaan seperti itu. Marah terhadap pilihan orang lain itu merepotkan, karena secara nggak langsung aku harus memikirkannya terus-menerus."
"Memikirkan bagaimana?"
"Ya, selama aku marah, aku harus terus memikirkan alasan yang membuatku marah kepadamu, kan? Itu bikin repot. Rasanya seperti membawa neraka kecil di pundak, dan aku harus membawanya kemana-mana setiap hari. Bagaimanapun, selingkuh itu pilihanmu, dan pilihanmu bukan urusanku."
-Kamu, Sabda Armandio
"Memikirkan bagaimana?"
"Ya, selama aku marah, aku harus terus memikirkan alasan yang membuatku marah kepadamu, kan? Itu bikin repot. Rasanya seperti membawa neraka kecil di pundak, dan aku harus membawanya kemana-mana setiap hari. Bagaimanapun, selingkuh itu pilihanmu, dan pilihanmu bukan urusanku."
-Kamu, Sabda Armandio
Kamu
Masa lalu adalah kepergian yang mutlak, tetapi sebagian orang tak bersedia melepaskannya. Mereka mencabut baterai jam dinding agar kapanpun memandangi jam itu, mereka akan menjumpai jarum di angka yang sama. Ingatan yang sama. Dunia yang sama.
-Sabda Armandio
Minggu, 17 Maret 2013
This Comic Teach Me Everything!
Gue lagi seneng banget sama komik Alice Acedemy.
Ada yang tau? ah kayaknya nggak deh, yaudah.
Jadi, gini. Gue lagi seneng-senengnya baca Alice Acamdemy. Dari komik 1- 19 diulang-ulang mulu atau nggak ya numpang di mangafox baca chapter terbaru. Dan barusan tadi (bener loh barusan tadi, iya tadi barusan banget) gue selesai baca komik ke-19. Disitu tokohnya--Yuka--seorang siswi SMA punya stealing alice gitu (kalo ga ngerti, yaudah baca aja) nah dia dikenalin sama ketua osis di sekolah itu, namanya Shiki. Karena Yuka punya alice yang keren, Shiki tertarik. Jadi, mereka ketemuan gitu dan gara-gara ketemua itu si Shiki naksir Yuka. Walaupun Yuka nolak Shiki, tapi Shiki tetep setia sama si Yuka. WAAAAAHHHH.
Like one of the dialog, I mean what shiki said to Yuka:
"I won't ask you to like me, it's just that as of now. I want to be by your side."
sigh. I should learn from Shiki.
Langganan:
Postingan (Atom)







