Tampilkan postingan dengan label inspired. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspired. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Desember 2017

Inisiatif

Setelah mengalami lika-liku kehidupan perkuliahan, ada satu hal yang baru kerasa banget kalau ternyata hal tersebut itu perlu, yaitu mengambil tindakan bersifat inisiatif.  Lingkungan kuliah yang kadang terasa agak individualis, membuat hal bersifat inisiatif itu jarang terjadi dan berakibat buruk. Ada beberapa kejadian yang saya rasakan sendiri, yang jika tidak ada salah satu teman saya yang berinisiatif untuk melakukan sesuatu, maka tidak akan terjadi apa-apa dan agak merugikan beberapa pihak.

Saya suka memerhatikan beberapa kejadian dan kadang saya merasa, orang-orang banyak yang tidak berinisiatif untuk melakukan sesuatu itu karena hal tersebut tidak menguntungkan mereka. Benar bukan? Saya harap saya salah. 

Hal tersebut merupakan salah satu ketakutan saya, bagaimana jika ke depannya tidak ada lagi orang yang mau berinisiatif untuk memulai sesuatu? Saya harap orang-orang akan lebih sadar bahwa mereka hidup tidak sendiri, tetapi bersinggungan dengan orang lain.

Semangat mengambil langkah untuk memulai!

Bandung, 25 Desember 2017
09:03
( ㅡ sebuah catatan untuk saya sendiri, dan siapapun yang membaca. Semangat!)

Senin, 11 September 2017

Sampai Kapan?

Semacam tidak peduli lagi apa yang sedang kamu pikirkan. Yang pasti, tindakan apapun yang kamu lakukan nantinya, pilihan apapun yang kamu pilih nantinya, itu akan mencerminkan kamu orang yang seperti apa.

Maaf jika terkesan judging, saya hanya mau kamu belajar. 

Bandung, 11 September 2017
22:37
(ㅡmau sampai kapan berlari terus?)

Minggu, 02 Juli 2017

Belajar Memaafkan

Memaafkan.
Hal tersebut--sepertinya--termasuk salah satu hal yang sulit dilakukan bagi sebagian orang. Bagi saya sendiri, memaafkan merupakan hal yang cukup mudah dilakukan, karena saya tipe orang yang tidak suka terlarut dalam permusuhan atau kesalahan terlalu lama. Demi menjalin hubungan yang baik kembali, memaafkan seseorang sering saya lakukan--baik secara langsung maupun tidak.

Namun kadang ada hal yang menganggu saya, apakah saya benar-benar memaafkan orang tersebut atau hanya sebatas formalitas saja? Saya baru menyadari hal ini ketika saya mengalami suatu kejadian yang cukup membuat saya jengkel, dan saya tetap meyakini diri saya bahwa saya sudah memaafkan orang tersebut. Hingga suatu hari saya membaca tulisan dari suatu media--dimana ketika kita tetap mengungkit permasalahan yang menyangkut seseorang, artinya kita belum benar-benar memaafkan orang tersebut. Saya cukup tertampar dengan tulisan tersebut. Selama ini saya keep saying to myself kalau saya sudah memaafkan orang tersebut, tapi ketika ada teman saya yang membahas orang tersebut, saya merasa jengkel kembali dan membahas kejelekannya. Sungguh, tulisan tersebut merupakan titik balik dimana saya harus berjanji pada diri saya sendiri untuk tidak membahasnya lagi dan benar-benar ikhlas untuk memaafkannya.

Saya baru sadar bahwa memang memaafkan bukanlah hal yang mudah. Kita harus berhati-hati lain kali untuk tidak mengungkit suatu permasalahan kembali dan benar-benar memaafkan yang setulusnya. Semoga kita semua dapat melakukan hal dengan benar dan memaafkan seseorang sepenuhnya.

Cirebon, 02 Juli 2017
19:29
(--belajarlah memaafkan dengan setulusnya, and suddenly that miracle happens)

Kamis, 17 November 2016

001. Aksioma










                                                         Rasaku padamu adalah
                                                         sebuah aksioma.
                                                         Sebuah pernyataan yang pasti benarnya,
                                                         tanpa perlu adanya pembuktian.
                             
                                                         Kamu hanya perlu percaya,
                                                         padaku.

                                                        -- 001. Aksioma








Kamis, 07 Juli 2016

Favorite Novels

Holiday will over soon, huft dan liburan ini sangaaaaaaat tidak produktif lol. Sebenernya, ada banyak hal yang harus gue lakuin (tugas tugas tugas etc) tapi huhuhu sedang tidak ada motivasi..... (oh dear motivation, please come to me). Jadi, hari ini gue membuka akun tumblr gue dan seketika menemukan some aesthetics pics/quotes yang berelasi dengan salah satu novel, yaitu All The Bright Places. Novel ini telah sukses membuat gue penasaran berbulan-bulan (karena gue nggak sanggup beli jadi harus nabung dulu etc etc) dan akhirnya gue berhasil membeli dan membacanya! yeay!

So, let me talk about my 2 favorite novels. Introducing my 2 favorite novels, Eleanor & Park and All The Bright Places!


Mari bicarakan Eleanor & Park terlebih dahulu. Sebenernya gue sudah pernah mereview novel ini lihat di sini), tapi huhu ku ingin membahasnya lagi. Novel ini sukses menarik perhatian gue hanya dari covernya saja! Entah kenapa covernya sangat menarik perhatian huhuhu (semacem cerita teen-romance yang ringan), dan benar saja, ceritanya ringan dan selalu membuat penasaran. Interaksi antara Park dan Eleanor selalu membuat gue tersenyum karena memang selucu itu????? (dan tidak bisa diprediksi)


Jujur, gue baru sadar kalau ternyata latar belakang waktu di novel Eleanor & Park itu tahun 1986 hahaha. Walaupun mengambil tahun yang sudah lalu, novel ini tetap enak dibaca dan awesome enough. Gue sangat suka bagaimana cara Park kenalan sama Eleanor, seriously, tidak biasa dan berbeda dengan cerita romance lainnya. Bus dan tukeran komik. Ide yang bakal tidak terpikirkan oleh orang lain.


Walaupun gue bilang cerita di novel ini ringan, tapi tentu saja tidak luput dari beberapa konflik yang ada. Karena adanya konflik tersebut, sayang sekali novel ini tidak berakhir seperti yang gue duga, but I still love it. Bisa dibilang Eleanor & Park adalah novel berbahasa Inggris yang sangat saya suka untuk pertama kalinya. I love all the characters, the plots, the backgrounds, etc etc etc. 


Sekarang, mari berbicara tentang All The Bright Places. Novel ini bikin gue penasaran karena sinopsisnya dan beberapa review dari orang-orang di goodreads (oh yes I love goodreads). Setelah berhasil nabung, gue pun memutuskan untuk membeli novel ini dan yes gue tidak menyesal. Awalnya (sampai akhir sih sebenernya), gue merasa novel ini itu gabungan dari Eleanor & Park, Paper Towns, dan Looking for Alaska. Kenapa gue bilang begitu? Karena, pertama, interaksi Finch dan Violet sangat mengingatkan gue akan Eleanor dan Park. Their light-cheesy-romance-story somehow reminds me of Eleanor & Park. Tapi tetap ada kesan berbeda dari dua novel tersebut.


Nah! These wandering things! Kedua, adanya tugas wandering yang harus dilakukan oleh Finch dan Violet mengingatkan gue akan Paper Towns--ketika Quentin mencari Margo dan harus pergi ke beberapa tempat dan mencari tempat selanjutnya berdasarkan petunjuk yang ditinggalkan oleh Margo. Oke, sebenernya yang lebih pasnya bukan saat mengerjakan tugas wandering, tetapi ketika Violet mencari Finch. Beneran deh, seseru itu ceritanya dan that-paper-towns-vibe bikin novel ini cool enough. Gue suka ketika Violet mencari Finch berdasarkan petunjuk-petunjuk yang ditinggalkan Finch, dan bagaimana Finch selalu mengirim pesan kepada Violet ketika dia berada di tempat tersebut. Sayang, endingnya (lagi-lagi) tidak sesuai dengan apa yang gue harapkan dan cukup menyakitkan huhu.


Novel All The Bright Places kaya akan quotes bagus hahaha. Gue suka banget kata-kata yang ada di novel ini. Cheesy enough tapi tidak terlalu cheesy(?).

Oh and yes, let me introduce my most favorite line from the novel (and I guess it's everyone's favorite too)

Rabu, 15 Juli 2015

Yha.

"Marah nggak akan mengubah yang sudah terjadi, kan? Lagipula aku nggak mau direpotkan dengan perasaan seperti itu. Marah terhadap pilihan orang lain itu merepotkan, karena secara nggak langsung aku harus memikirkannya terus-menerus."

"Memikirkan bagaimana?"

"Ya, selama aku marah, aku harus terus memikirkan alasan yang membuatku marah kepadamu, kan? Itu bikin repot. Rasanya seperti membawa neraka kecil di pundak, dan aku harus membawanya kemana-mana setiap hari. Bagaimanapun, selingkuh itu pilihanmu, dan pilihanmu bukan urusanku."

-Kamu, Sabda Armandio

Kamu


Masa lalu adalah kepergian yang mutlak, tetapi sebagian orang tak bersedia melepaskannya. Mereka mencabut baterai jam dinding agar kapanpun memandangi jam itu, mereka akan menjumpai jarum di angka yang sama. Ingatan yang sama. Dunia yang sama.

-Sabda Armandio

Kamis, 26 Juni 2014

Sudden Inspiration (Yeah, Maybe)

Oke, btw sekarang jam 17.17 WIB

Tiba-tiba gue dapet inspirasi buat nulis di blog. Awalnya gue emang pengen nulis, tapi karena ngerasa keburu sore dan idenya belum rampung semua, jadi ga jadi deh nulisnya. Tapi, setelah liat beberapa video teaser bias gue, gue pun dapet inspirasi buat nulis, yaitu tentang..........*jreng jreng* bias gue!

Sebelumnya, gue cuma pengen sharing-sharing aja di postingan kali ini, dan yang belum tau bias--bias itu idola. Yah intinya begitu.

Gue pengen sharing tentang Do Kyungsoo a.k.a D.O. 

Doi satu ini member EXO. First impression gue--bisa dibilang--ga terlalu bagus. Gue ga suka dia. Haha. Seriusan, ga pake boong. Gue makin ga suka setelah ternyata adek gue ngebias-in dia. Terus, waktu exo-k pertama kali debut di inkigayo, kan ada bagian yang ngomong-ngomong tuh (liat aja deh di yt), pas giliran dia disuruh ngejelasin tentang lagunya gitu (kalo ga salah yea), dia ga bisa ngomong gitu. Wah, gue makin ilfeel.

Oke, segitu cerita awalnya.

Tapi, lama kelamaan, aduh.............doi makin cakep. Tapi tetep, gue belum sampe taraf ngebiasin, cuma kalo liat foto dia lagi ganteng: "aduh, ternyata dia ganteng ya". Yah gitu doang.

Sampe akhirnya, gue masuk SMA dan menemukan kyungsoo kw. Gue awalnya cuma ngasih tau temen sebangku gue--yang berpikiran sama dengan gue. Akhirnya gue sama temen sebangku gue ini sering saling ngasih tau kalau ketemu sama si kyungsoo kw (hahay). Tapi terus rada redam gitu deh masalah per-kyungsoo-kw-annya. Dan akhirnya mulai muncul lagi ketika gue kelas XI. Sejak gue berpikiran kalau kyungsoo kw itu mirip kyungsoo, mulailah gue ngebiasin kyungsoo--bener-bener. Sampe sekarang masihlah. Sampe-sampe kalau gue udah ga tahan banget sama spazzing-over-kyungsoo-time (maksud gue, saat saat ketika gue tereak-tereak kyungsoo ganteng, lucu, onyo, dll), adek gue ntar bilang: "alah, dulunya ga suka kyungsoo aja" yah begitu.

Inti dari semua ini adalah, gara-gara ada kyungsoo kw, gue jadi ngebiasin kyungsoo.
Begitu.
Jadi, gue harus bilang terima kasih sama kyungsoo kw, sepertinya. Haha.

Salam dari abang!

(((((sorry for being so absurd. maklum liburan)))))

Kamis, 12 Juni 2014

Liebster Award!

Akhirnya balik lagi gue ke blog ini setelah sekian lama bingung mau nulis apa hiks. Seriusan, ga ada inspirasi banget. Semua perhatian gue terpusatkan sama tugas-tugas sekolah (dan fangirling), gue pun....jadi bingung mau nulis apa huhu. Tapi sekarang gue balik!!!! *pasangmukaceria* Yap, gue berniat mau menulis tentang Liebster Award. Gue dapet Liebster Award dari adek kelasku, Titi (thank you tiii). 


Jadi, Liebster Award ini adalah penghargaan dari seorang blogger kepada blogger lainnya. Cara mainnya:
1. Post tentang award ini
2. Kasih ucapan terima kasih dan link blogger yang ngasih award ke kamu
3. Beri 11 fakta tentang diri kita
4. Jawab 11 pertanyaan yang diberikan
5. Pilih 11 blogger lain dan beri 11 pertanyaan dari kamu!
Yah, kira-kira begitu permainannya hehehe. 

So....inilah 11 fakta tentang gue hehe:
1. Anak pertama dari 3 bersaudara dengan 1 adik perempuan dan 1 adik laki-laki.
2. Fangirling, a lot.
3. Suka baca. Banget. Dari novel, komik sampe ff lepas yang bagus, gue baca.
4. Suka dengerin musik. Apa aja, asal ada nada unik yang bikin gue mau dengerin.
5. Suka fotografi.
6. Sekarang lagi ngelakuin penpal + postcard swapping (another new hobby yeay)
7. Suka crafting.
8. Suka nyatetin hal ga penting yang berhubungan dengan orang-orang
9. Hobi ke Gramedia.
10. Bentar lagi mau UN.
11. Suka warna biru 
(I know all the facts are a bit cheesy kan? iya kan??? huhu)

Oke, sekarang mari jawab pertanyaan dari Titi!
1. Sejak kapan suka ngeblog? Sejak kelas 7 (2009 atau 2010 gitu) hahaha. Pas ngeliat ada satu blog yang yaampun lucu + unyu banget design dan postingannya, mulai deh terinspirasi buat bikin blog (walau isinya ga penting wk).
2. Apa makna dibalik judul blog kamu? Hm...apa ya....intinya sih blog ini khusus menampung tulisan-tulisan, jadi write to do = menulis untuk melakukan. Hm...maksudnya apa ya? Ah gatau ah gue juga bingung hahaha. (maafkan)
3. Film Indonesia favorit? Wah bingung nih. Kayaknya untuk sementara ini Rectoverso deh. Mau bilang AADC, belum kelar. Mau bilang Eiffel I'm in Love, belum nonton. Mau bilang Heart, ga kelar nontonnya. Jadi itu aja deh, eh tapi Nagabonar juga favorit hahaha. Oh ya, atau ga Laskar Pelangi! wah banyak film Indo favoritnya~
4. Apa yang kamu rasain saat hujan turun? Adem. Itu yang gue rasain kalo hujan turun hahaha. Eh tapi tergantung dari situasinya dulu, kalau gue mengharapkan hujan turun ya seneng, kalo enggak, ya....rada menyesal dan sebel wk. Yang penting gue ga bakal jawab galau kok wahahaha.
5. Kenangan paling menyenangkan saat SMA? Aduh lulus aja belum :( tapi........semuanya menyenangkan kok dari kelas X sampe kelas XI sekarang ini. Gue ga bisa pilih, semuanya seru :(
6. Apa hobi kamu? Dengerin musik, nulis ga jelas, baca, penpal-an dan tukeran kartu pos. Oh ya, fangirling-an juga deh.
7. Siapa penulis favorit kamu? Untuk luar, aku suka Rainbow Rowell, John Green dan Agatha Christie, karena ide-ide mereka itu bagus, menurutku. Kalau dalam negeri, aku suka Dee, Winna Efendi, Mia Arsjad dan Orizuka ^^ tapi karyanya kak Prisca Primasari dan Clara Ng aku juga suka kok.........
8. Social media yang paling gak kamu suka? Hm...apa ya. Nggak ada deh kayaknya hahaha.
9. Lebih suka Jokowi jadi Presiden atau Gubernur? Huhuhu no comment deh. Aku bingung.
10. Lebih suka sate padang atau sate ayam? Untung pertanyaannya gampang, bukan sate kambing atau sate ayam huehehe. Karena belum pernah makan sate padang, of course I choose sate ayam!
11. Apa pendapat kamu tentang blog saya? Wow blognya Titi? Isinya menarik soalnya baca cerita pendek yang oke untuk dibaca. Belum lagi postingan tentang kegiatan sehari-harinya yang bikin orang lain ngerasa kalo kesehariannya Titi tuh enak gitu. Overall, enak untuk dibaca! :)

So.........11 blogger yang mendapat Liebster Award dari aku adalah.................

Wah maaf banget nih ga bisa nuntasin sampe 11, soalnya bingung mau siapa lagi huhu. Jadi 7 aja ya~
So, here are the questions. Dijawab ya!

1. Siapa yang menginspirasi kamu untuk membuat blog?
2. Mengapa kamu memutuskan untuk membuat blog dengan bertema itu?
3. Hobi kamu apa saja?
4. Lagu Indonesia favorit sepanjang masa?
5. Apakah dengan membuat blog menentukan kalau kamu hobi menulis?
6. Apa saja yang biasanya kamu tulis di blog kalian?
7.  Sejak kapan kamu membuat dan mulai nulis di blog?
8. Tujuan kalian membuat blog?
9. Pendapat tentang pemilu presiden nanti?
10. Social media favorit?
11. Situs apa yang kalian gunakan untuk membuat blog? Alasannya dibanding situs pembuat blog lainnya?

Terima kasih, sekian tentang Liebster Award kali ini! ^^

Sabtu, 25 Januari 2014

Bersembunyi dari Nyata

I'd take another chance
Take a fall, take a shot for you
***
Bunyi langkah-langkah kaki terdengar menggema dari koridor itu. Diikuti dengan dengusan nafas frustasi yang berasal dari seseorang yang sedang mengejar langkah-langkah tersebut. Aku tak sanggup untuk mengejar langkah-langkah besarnya lagi.

"Raffa, tunggu." kataku dengan nafas tersengal.


Untunglah kali ini Raffa mau berhenti walau aku tahu, akulah orang yang paling tidak ingin ditemuinya saat ini.


"Aku mau minta maaf, oke?"

"Aku nggak butuh Fay" balas Raffa dingin.
"Aku minta maaf kalau menurut kamu, keberadaanku menganggu kehidupan kamu dengannya. Tapi siapa yang pertama salah disini, Raffa? Apa salah temanmu satu ini ingin tahu bagaimana kehidupan dengan dia?" kataku dengan emosi tertahan. Aku tahu, bukan aku yang memulai ini semua, tapi kelakuakn Raffa terhadap Lisa yang membuatku jengkel dan tanpa sadar menyalahkan semuanya kepada Raffa.

Raffa hanya menatapku dengan dingin tanpa berkata apa-apa. Detik demi detik terlewatkan. Hanya kesunyian yang menjadi teman kita. Aku sudah tidak sabar dan ingin berkata lagi, namun seketika itu, Raffa membuka mulutnya.


"Nggak usah ikut campur, Faya."


Hanya 5 kata yang terdengar. Dan itu membuatku semakin jengkel karena dia tak kunjung memaafkanku.


"Gimana mau nggak ikut campur kalau yang kamu lakuin ini semuanya salah, Raffa? Nggak kasihan, ngeliat Lisa tiap hari merenungi kamu terus? Jangan sekali-kali mempermainkan hati perempuan, Fa."


Derap langkah kaki terdengar lagi--dan itu berasal dari kakiku sendiri. Aku sudah tidak bisa berada dalam satu tempat bersama Raffa atau lama-lama aku bisa memukulnya, bila mungkin.





Raffa hanya merenung mendengar kata-kata Faya. Ia kesal dengan Faya yang sudah seenaknya menasehati dan ikut campur dalam kehidupannya dengan Lisa. Namun, semakin Faya ingin meminta maaf, semakin terlihat bahwa yang salah sebenarnya adalah Raffa. Kata-kata itu tepat seperti pisau yang menusuk jantungnya.


Apa yang sudah kulakukan?


Selalu. Selalu Faya yang salah bagi Raffa. Dia dibutakan oleh permainan sejenak yang membuatnya bersembunyi dari kenyataan. Kenyataan dimana dia telah menyakiti perempuan yang selalu sabar menunggunya.


Sial. Faya benar.