Tampilkan postingan dengan label cerita semasa SMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita semasa SMA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Januari 2015

Hai.

Ekhem.
Hai.

Ternyata tahun baru membawa cerita baru buatku. 
Jika sebelumnya hidupku selalu jelas antara hitam dan putih, kehadiranmu membuatku berada di tempat berwarna abu-abu,
Jika sebelumnya aku masih bisa tidur dengan lelap tanpa harus ada pikiran mengganggu, kehadiranmu membuatku tidur pun terasa sulit karena otakku memaksa untuk mengulang memori-memori itu.

Sial memang.
Tapi sial yang kusyukuri.

Jika sebelumnya cerita-ceritaku hanyalah cerita klasik tak bermakna, kehadiranmu mampu membuat ceritaku menjadi lebih menarik.
Jika sebelumnya aku tak diharapkan dalam masalah ini, kehadiranmu membuatku terlihat seperti yang paling paham dalam masalah ini.

Yah, kehadiranmu merubahku, sebenarnya.

Maafkan aku yang masih tak sanggup menatap matamu ketika berbicara, karena jika kulakukan, aku hanya ingin menaikkan bendera putih, tanda ku ingin menyerah saja.

because I can't hold this feeling. 

Selasa, 03 September 2013

Continue

Hai. Mari kita bahas masa sekarang.

Jika di sebelumnya aku bilang, aku tak muak, itu hanya karena aku tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya. Ternyata,

Aku muak. 

Tidak sebegitu parah, aku masih bisa mengontrol diriku sendiri. Tak perlu khawatir. 
Layar yang terpampang di depan semakin membuatku gila. Itu frasa yang tepat untuk sekarang. Ah, jangan salah sangka. Gila disini ada yang bermaksud positif--juga.

Ada kalanya aku harus menahan nafas sejenak, memalingkan muka, bahkan tidak tahu harus berbuat apa. Ini pertanda ya? Tapi kumohon, tidak usah mengartikan semua ini. Aku tidak.........ah otakku berkata 'mau'. Tapi, sudahlah, aku tidak mau.

Belakangan ini aku merasa menjadi penulis kreatif. Mencoret-coret kertas yang kebetulan terlihat olehku, buku-buku, kertas bekas dan masih ada lagi. Kamu tahu? Setiap melihat kamu, kata-kata ini semakin mendesak keluar. Terlalu banyak yang ingin aku tuliskan, tapi.....ah percuma.

Tiada yang tahu tentang ini. Aku masih merasa aman untuk saat ini.
Mari kita lihat kelanjutannya.

Minggu, 25 Agustus 2013

Rewind

Maafkan aku jika aku meracau. Lagi.

Bukan, ini bukan tentangmu. Ini hanya barisan kata-kata yang mengalir dari otakku dalam masa kebingungan, yang sialnya kata-kata ini sudah tidak tahan untuk keluar dari otakku dan memaksaku untuk menuliskan ini semua. Ini bukan dari hati, jujur saja. Ini semua dari otakku-ya, yang kerjanya ribet. Selalu.

Aku seperti terlempar ke 1 tahun lalu. Bukan, bukan kejadian yang sama. Hanya mirip--beda pemeran, beda latar, beda alur namun tema yang sangat identik. Tidak, aku tidak ingin memukul tembok. Aku juga tidak ingin menangis. Otakku sudah lebih baik sekarang. Aku hanya menatap datar atas layar yang terlentang di depanku. Yang memainkan segala sesuatu yang membuatku--hanya ingin menatapnya dengan datar.

Jangan salah kaprah kalau ini semua tentangmu. Sudah kukatakan, ini beda pemeran. Aku hanya dalam masa kebingungan. Aku--bisa dibilang sudah tidak tahu apalagi tentangmu. Jadi yang ini berbeda. Aku hanya bingung.

Kamu tau kelemahanku. Tidak usah kuumbar lagi. Dan sialnya, dia melakukan sesuatu yang menjadi kelemahanku. Bohong jika kubilang aku tidak tersentuh. Tersentuh, tapi sedikit. Sungguh. Aku tidak perlu lebih atau aku akan semakin terpuruk. Aku selalu menatap layar yang terbentang dihadapanku. Semakin hari aku semakin bingung atas apa yang dimainkan di layar tersebut. Mungkin, lebih baik jika ditinggalkan. Namun, otakku mengatakan untuk tidak menutup mata atas layar itu. Otakku ingin melihat kelanjutannya.

Aku tidak bisa berbuat jauh. Kau tahu? Ada yang menghalangi. Tidak, bukan satu. Tapi banyak. Bohong jika aku bilang tidak tertarik, tapi aku memang tidak ingin terpuruk. Mengerti?

Biarlah aku (sekali lagi) berada di belakang--seperti 1 tahun lalu. Tak apa. Aku sudah biasa menjadi penonton. Aku tak muak. 

Sabtu, 02 Maret 2013

Ketika Anak Debat Latihan Bersama Anak KTT

Apakah Anak Debat Itu?
Anak Debat adalah 6 anak SMA kelas X yang sedang siap-siap buat lomba.

Apakah Anak KTT Itu?
Anak KTT adalah 10 anak SMA--7 orang kelas XI & 3 orang kelas X--yang sedang siap-siap untuk mengikuti lomba KTT Asean.

Ceritanya ini hari Minggu, H-4.
Anak-anak yang ikut debat--termasuk gue--latihan di sekolah. Pertamanya disuruh jam 8, dan kemudian diundur jadi jam 10. Oke, karena gue dateng kepagian, gue pun memutuskan untuk main ke kosan temen gue dulu.

Pas sekitar udah jam 10 lewat, gue baru dateng ke sekolah, dan di kelas X2 ternyata match pertama udah main. Gue telat. Jadi, gue sama--sebut saja D--cuma nonton dan ngikutin debat itu. Oh ya, ngomong-ngomong di kelas X2 juga udah banyak anak KTT yang mau latihan. Kalau kalian bingung kenapa kita berada di satu ruangan, jawabannya gampang. Kakak-kakak kelas yang ngelatih kita debat itu, ikut KTT juga hehehehehehehehe.

Setelah beberapa menit kemudian, datanglah salah satu anak KTT--kelas X--yang emang satu-satunya anak laki-laki yang ikut lomba KTT. Sebut saja dia Oknum I. Pas Oknum I dateng, temen gue si D langsung ribut (yah gue juga sih._.). Intinya sih kita seneng gara-gara ada si Oknum I.

Gue sama si D ngobrolin semua tentang si Oknum I, sampai akhirnya gue penasaran sama golongan darahnya (haduh udah pasti gue kalo nanya tentang golongan darah-_-). Gue nyuruh si D buat nanya, tapi si D juga ga mau dan nyuruh gue yang nanya. Yaudah, oke. Akhirnya sih gue juga yang nanya. Nih, gini nih:

Gue: "Heh, Oknum I, golongan darahmu apa?"
Oknum I: -------------bingung sesaat------------------
Gue: "Golongan darahmu apa?"
Oknum I: diam sesaat, "A"

OH TIPE A TOH--suara dalam hati+otak gue. 

Kemudia gue sama si D dengerin anak yang lagi debat di depan. Tapi kemudian si D ngomong lagi: "Eh, itu Oknum I lagi baca lks agama", gue langsung nengok ke si D dan bales: "bukan, itu lks pkn" dan akhirnya itu ngeributin tentang lks yang lagi dibaca sama Oknum I. Dan, jreng jreng jreng....yang benar dia lagi baca lks agama. Oh, oke, si D bener. hiks.



Ceritanya ini hari Rabu, H-1.
Kita latian debat lagi karena besoknya kita bakalan lomba. Karena bingung mau latihan dimana, akhirnya kita memutuskan untuk latihan di Lab Bahasa. Pas masuk Lab Bahasa, keadaan hening. Gue kira ga ada anak-anak KTT yang lagi latian di situ, dan pas liat ke bagian depan, tas+kertas+post note+bulpen+buku berserakan dimana-mana. Oke, itu kerjaan anak-anak KTT.

Karena di situ berantakan, kita memutuskan untuk latian di gudang Lab Bahasa (yaampun gudang :'''). Tempatnya enak sih, bersih dan barang-barang di situ disimpen rapih, tapi.........sempit :'')

Selang beberapa menit kemudian, kedengaran suara berisik-berisik gitu dari pintu lab, dan ternyata anak KTT udah pada dateng. Tiba-tiba gue, si D dan satu lagi--si S jadi heboh tapi tetep calm (stay cool gituhhh). Terus tiba-tiba si Oknum I dateng. Si D lagi-lagi ribut. Terus, yah sudahlah kita bahas tentang debat lagi.

Pas kita lagi diskusiin motion gitu, tiba-tiba kedengeran suara: "Eh mau ngambil sepatu dulu"
Kita--yang di dalem gudang--langsung hening...................................(yah soalnya yang ngomong itu si Oknum I nyahahahahahahahaha!)

Beberapa menit kemudian, si Oknum I dateng lagi bawa sepatunya. Terus kita--yang di dalem gudang ribut lagi--sampe akhirnya si (entah gue lupa siapa yang ngomong) manggil si Oknum I. Dan............HAHAHAHAHA, SI OKNUM I-NYA NENGOK KE KITA--YANG DI DALEM GUDANG.
Kita langsung ribut lagi dan ngejekin si D--sebagai big fan-nya si Oknum I. Yah, ramelah pokoknya.

Lain kali, anak debat latian aja sama anak ktt. Biar rame gitu yah :)))