Sabtu, 23 Februari 2019

Membuat Visa D-2-8 (Short Term Study) Korea Selatan

Halo!
Di postingan kali ini saya akan memberikan informasi mengenai pembuatan Visa D-2-8 (Short Term Study) Korea Selatan. Pada bulan Januari lalu, saya berkesempatan untuk melakukan internship di salah satu universitas di Pohang, Korea Selatan. Pihak universitas menyarankan saya untuk membuat  visa D-2-8, maka saya pun mulai mencari informasi tentang pembuatan visa tersebut. Jika melihat website Kedutaan Besar Korea Selatan, kalian akan bingung karena tidak ada halaman khusus yang menjelaskan mengenai visa D-2-8, melainkan hanya visa D-2 saja yang informasinya tersedia. Secara umum, tidak ada perbedaan antara visa D-2 dan D-2-8 dari segi persyaratan dokumen, sehingga untuk pembuatan visa D-2-8 bisa mengikuti informasi pembuatan visa D-2.

1. Dimana pembuatan visa Korea Selatan dilakukan?
Pembuatan visa dapat dilakukan di kantor Kedutaan Besar Korea Selatan yang berlokasi di Jln. Gatot Subroto Kav. 57, Jakarta.

2. Berapa biaya pembuatan visa?
Berdasarkan website mereka, single visa untuk kunjungan di bawah 90 hari: Rp 544.000,-, sedangkan untuk kunjungan di atas 90 hari: Rp 816.000,-. 
Ketika datang ke lokasi, kamu akan dipersilakan untuk melakukan pembayaran visa terlebih dahulu di bank yang tersedia di dalam Kedutaan Besar Korea Selatan. 

3. Apa saja yang diperlukan untuk membuat Visa D-2-8?
a. Paspor asli dan fotokopi paspor
b. Formulir aplikasi visa
File dapat didowload pada halaman ini. Jangan lupa, formulir diisi terlebih dahulu dan foto telah ditempel sebelum melakukan pendaftaran pembuatan visa.
c. Certificate of Admission
Surat keterangan bahwa kamu telah diterima di sekolah yang akan kamu kunjungi. Universitas terkait akan memberikan dokumen ini untuk keperluan pembuatan visa.
d. Ijazah terakhir (fotokopi dan asli)
e. Certificate of Health 
Untuk mendapatkan visa D-2-8, dokumen ini perlu dilampirkan. Pembuatan dokumen ini hanya bisa dilakukan di beberapa rumah sakit yang ditunjuk oleh Kedutaan Besar Korea Selatan. Waktu itu saya membuatnya di RS. Santo Borromeus, Bandung. Pembuatannya dilakukan di bagian medical check up unit dan suster di sana sudah paham prosesnya, jadi kamu bisa tinggal bilang saja ingin membuat certificate of health untuk pembuatan visa Korea Selatan hehe. File dan daftar rumah sakit dapat dilihat pada halaman ini.
f. Surat Keterangan Mahasiswa (asli)
Jika kamu belum lulus kuliah, kamu perlu membuat surat keterangan masih menjadi mahasiswa di universitas tempat kamu belajar. Jangan lupa, dokumennya dalam bahasa Inggris ya.
g. Dokumen Keuangan
Untuk pelajar, kamu bisa melampirkan Rekening Koran milik orang tua.

Pembuatan visa memakan waktu 6 hari kerja. Setelah kamu selesai menyerahkan berkas kepada petugas kedutaan, kamu akan menerima kertas sebagai tanda terima yang harus kamu bawa ketika akan mengambil visa yang telah terbit. Selama menunggu visa terbit, kamu juga bisa mengecek status aplikasi visa kamu di website ini. Jangan lupa, ketika akan mengecek status, nama yang diinput nama belakang terlebih dahulu ya hehe.

Semoga informasi ini bermanfaat!

Selasa, 29 Mei 2018

Book Review: Komet by Tere Liye (Bumi #5)

Mulai: 28 Mei 2018
Selesai: 29 Mei 2018
Rating: 3.75/5

Penerbit: PT. Gramedia
Pengarang: Tere Liye
Tebal: 384 halaman
Tanggal terbit: Mei 2018

Setelah "musuh besar" kami lolos, dunia paralel dalam situasi genting. Hanya soal waktu, kapan pun pertempuran besar akan terjadi. Bagaimana jika ribuan petarung yang bisa menghilang, mengeluarkan petir, termasuk teknologi maju lainnya muncul di permukaan Bumi? Tidak ada yang bisa membayangkan kekacauan yang akan terjadi. Situasi menjadi lebih rumit lagi saat Ali, pada detik terakhir, melompat ke portal menuju Klan Komet. Kami bertiga tersesat di klan asing untuk mencari pusaka paling hebat di dunia paralel.

Buku ini berkisah tentang petualangan tiga sahabat. Raib bisa menghilang. Seli bisa mengeluarkan petir. Dan Ali bisa melakukan apa saja. Buku ini juga berkisah tentang persahabatan yang mengharukan, pengorbanan yang tulus, keberanian, dan selalu berbuat baik. Karena sejatinya, itulah kekuatan terbesar di dunia paralel.

Buku ke-5 dari serial "BUMI"
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Minggu, 27 Mei 2018

Book Review: Ceros dan Batozar by Tere Liye (Bumi #4,5)

Mulai: 27 Mei 2018
Selesai: 28 Mei 2018
Rating: 4/5

Penerbit: PT. Gramedia
Pengarang: Tere Liye
Tebal: 376 halaman
Tanggal terbit: Mei 2018

Awalnya kami hanya mengikuti karyawisata biasa seperti murid-murid sekolah lain. Hingga Ali, dengan kegeniusan dan keisengannya, memutuskan menyelidiki sebuah ruangan kuno. Kami tiba di bagian dunia paralel lainnya, menemui petarung kuat, mendapat kekuatan baru serta teknik-teknik menakjubkan. Dunia paralel ternyata sangat luas, dengan begitu banyak orang hebat di dalamnya.

Kisah ini tentang petualangan tiga sahabat. Raib bisa menghilang. Seli bisa mengeluarkan petir. Dan Ali bisa melakukan apa saja.

Buku ke-4,5 dari serial "Bumi"

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Rabu, 16 Mei 2018

Healing

"Throw your body into the ocean of rest. You can take a break."
Seventeen, Healing.

Sudah lama ternyata saya tidak menulis di blog ini hahahaha (walau sebenarnya ada banyak ide yang mau ditulis, tetapi entah mengapa sepertinya akan mengendap sebagai ide saja). Tidak menyangka dengan berakhirnya UAS hari ini, semester 6 sudah selesai dan sebentar lagi akan memasukki semester 7 huhuhu. Semester 6 kemarin benar-benar semester yang sibuk bagi saya. Beban akademik yang cukup tinggi, ditambah masih ada beberapa kegiatan kemahasiswaan yang harus diikuti, membuat kamiㅡpara mahasiswaㅡharus benar-benar bisa membagi waktu. Terasa sekali pada semester lalu, saya mudah merasa jenuh terhadap apa yang sedang dilakukan hahaha. Namun, saya bersyukur memiliki teman-teman angkatan yang luar biasa kreatifnya dan lucunya, sehingga hari-hari di jurusan bisa dilalui dengan baik dan seru hehe. 

Berbicara tentang kesibukkan, memang kadang kita lupa untuk mengambil istirahat sejenak dari apa yang kita lakukan. Banyaknya deadline serta ketidak pandaian dalam mengatur waktu, membuat kita menjadi mudah panik dan tidak mengerjakan sesuatu dengan maksimal. Bagi saya, mengambil waktu sejenak itu merupakan hal yang penting, agar saya tidak jenuh terhadap apa yang saya lakukan. Pernah di suatu waktu, saya benar-benar merasa jenuh, dan akhirnya saya mengajak teman-teman saya untuk main sebentar hahaha, and it helps! Minggu besoknya terasa lebih enak dalam menjadi perkuliahan hahaha. Jadi, kepada teman-temanku yang semester depan mulai dilanda dengan tugas akhir dan masih ada kelas wajib, jangan lupa untuk selalu beristirahat sejenak dan merefresh pikiran. Jangan sungkan-sungkan untuk mengambil 1 hari penuh untuk tidak melakukan apapun dan fokus untuk healing yourself. 

Semoga di semester depan nanti kita tetap semangat menjalani seluruh kegiatan!
Dan tidak lupa untuk beristirahat juga.
Ayo main.

Bandung, 16 Mei 2018
20:20
( ㅡ I know this is not well written, but I just want to....)

Minggu, 24 Desember 2017

Inisiatif

Setelah mengalami lika-liku kehidupan perkuliahan, ada satu hal yang baru kerasa banget kalau ternyata hal tersebut itu perlu, yaitu mengambil tindakan bersifat inisiatif.  Lingkungan kuliah yang kadang terasa agak individualis, membuat hal bersifat inisiatif itu jarang terjadi dan berakibat buruk. Ada beberapa kejadian yang saya rasakan sendiri, yang jika tidak ada salah satu teman saya yang berinisiatif untuk melakukan sesuatu, maka tidak akan terjadi apa-apa dan agak merugikan beberapa pihak.

Saya suka memerhatikan beberapa kejadian dan kadang saya merasa, orang-orang banyak yang tidak berinisiatif untuk melakukan sesuatu itu karena hal tersebut tidak menguntungkan mereka. Benar bukan? Saya harap saya salah. 

Hal tersebut merupakan salah satu ketakutan saya, bagaimana jika ke depannya tidak ada lagi orang yang mau berinisiatif untuk memulai sesuatu? Saya harap orang-orang akan lebih sadar bahwa mereka hidup tidak sendiri, tetapi bersinggungan dengan orang lain.

Semangat mengambil langkah untuk memulai!

Bandung, 25 Desember 2017
09:03
( ㅡ sebuah catatan untuk saya sendiri, dan siapapun yang membaca. Semangat!)

Selasa, 31 Oktober 2017

Book Review: Laut Bercerita by Leila S. Chudori

Mulai: 29 Oktober 2017
Selesai: 31 Oktober 2017
Rating: 4.5/5

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Pengarang: Leila S. Chudori
Tebal: 389 halaman
Tanggal terbit: 23 Oktober 2017

Jakarta, Maret 1998
Di sebuah senja, di sebuah rumah susun di Jakarta, mahasiswa bernama Biru Laut disergap empat lelaki tak dikenal. Bersama kawan-kawannya, Daniel Tumbuan, Sunu Dyantoro, Alex Perazon, dia dibawa ke sebuah tempat yang tak dikenal. Berbulan-bulan mereka disekap, diinterogasi, dipukul, ditendang, digantung, dan disetrum agar bersedia menjawab satu pertanyaan penting: siapakah yang berdiri di balik gerakan aktivis dan mahasiswa saat itu.

Jakarta, Juni 1998
Keluarga Arya Wibisono, seperti biasa, pada hari Minggu sore memasak bersama, menyediakan makanan kesukaan Biru Laut. Sang ayah akan meletakkan satu piring untuk dirinya, satu piring untuk sang Ibu, satu piring untuk Biru Laut, dan satu piring untuk si bungsu Asmara Jati. Mereka duduk menanti dan menanti. Tapi Biru Laut tak kunjung muncul.

Jakarta, 2000
Asmara Jati, adik Biru Laut, beserta Tim Komisi Orang Hilang yang dipimpin Aswin Pradana mencoba mencari jejak mereka yang hilang serta merekam dan mempelajari testimoni mereka yang kembali. Anjani, kekasih Laut, para orangtua dan istri aktivis yang hilang menuntut kejelasan tentang anggota keluarga mereka. Sementara Biru Laut, dari dasar laut yang sunyi bercerita kepada kita, kepada dunia tentang apa yang terjadi pada dirinya dan kawan-kawannya.

Laut Bercerita, novel terbaru Leila S. Chudori, bertutur tentang kisah keluarga yang kehilangan, sekumpulan sahabat yang merasakan kekosongan di dada, sekelompok orang yang gemar menyiksa dan lancar berkhianat, sejumlah keluarga yang mencari kejelasan makan anaknya, dan tentang cinta yang tak akan luntur.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Senin, 11 September 2017

Sampai Kapan?

Semacam tidak peduli lagi apa yang sedang kamu pikirkan. Yang pasti, tindakan apapun yang kamu lakukan nantinya, pilihan apapun yang kamu pilih nantinya, itu akan mencerminkan kamu orang yang seperti apa.

Maaf jika terkesan judging, saya hanya mau kamu belajar. 

Bandung, 11 September 2017
22:37
(ㅡmau sampai kapan berlari terus?)

Minggu, 02 Juli 2017

Belajar Memaafkan

Memaafkan.
Hal tersebut--sepertinya--termasuk salah satu hal yang sulit dilakukan bagi sebagian orang. Bagi saya sendiri, memaafkan merupakan hal yang cukup mudah dilakukan, karena saya tipe orang yang tidak suka terlarut dalam permusuhan atau kesalahan terlalu lama. Demi menjalin hubungan yang baik kembali, memaafkan seseorang sering saya lakukan--baik secara langsung maupun tidak.

Namun kadang ada hal yang menganggu saya, apakah saya benar-benar memaafkan orang tersebut atau hanya sebatas formalitas saja? Saya baru menyadari hal ini ketika saya mengalami suatu kejadian yang cukup membuat saya jengkel, dan saya tetap meyakini diri saya bahwa saya sudah memaafkan orang tersebut. Hingga suatu hari saya membaca tulisan dari suatu media--dimana ketika kita tetap mengungkit permasalahan yang menyangkut seseorang, artinya kita belum benar-benar memaafkan orang tersebut. Saya cukup tertampar dengan tulisan tersebut. Selama ini saya keep saying to myself kalau saya sudah memaafkan orang tersebut, tapi ketika ada teman saya yang membahas orang tersebut, saya merasa jengkel kembali dan membahas kejelekannya. Sungguh, tulisan tersebut merupakan titik balik dimana saya harus berjanji pada diri saya sendiri untuk tidak membahasnya lagi dan benar-benar ikhlas untuk memaafkannya.

Saya baru sadar bahwa memang memaafkan bukanlah hal yang mudah. Kita harus berhati-hati lain kali untuk tidak mengungkit suatu permasalahan kembali dan benar-benar memaafkan yang setulusnya. Semoga kita semua dapat melakukan hal dengan benar dan memaafkan seseorang sepenuhnya.

Cirebon, 02 Juli 2017
19:29
(--belajarlah memaafkan dengan setulusnya, and suddenly that miracle happens)

Senin, 10 April 2017

Melangkah, Lebih Pasti

Seorang teman membuat suatu postingan mengenai masa sekolah dulu.
Kembali, aku teringat apa yang telah kulalui saat itu.
Seperti layaknya remaja lainnya, masa sekolahku dipenuhi hal-hal tidak penting ala anak sekolahan
Terasa seru saat itu.
Terasa bodoh saat kini.

Berangan-angan ingin membantu teman.
Tetapi menegur perbuatan salah saja takut.
Apa daya aku hanya bisa tertawa bersama mereka seolah tidak terjadi apa-apa.

Terlalu banyak momen yang terjadi,
Terlalu banyak pemandangan yang terlihat,
Terlalu banyak pemikiran yang melintas,
Membuatku mempelajari satu hal.
Apa yang terjadi di masa sekolahku dulu tidak boleh terulang kembali.
Jika ada sesuatu yang salah, tegurlah.
Jika ingin membantu teman, bantulah.

Sungguh, aku harus bisa membenahi diri.
Tak usahlah kamu takut akan pemikiran orang lain.
Biarlah dirimu melangkah ke jalan baru.
Biarlah dirimu lebih berani mengungkapkan sesuatu.

Melangkahlah lebih pasti.
Agar kamu bisa menghidupi masa yang akan datang.

Bandung, 10 April 2017
21:56
(--terlalu banyak permainan yang terjadi di masa sekolah, ya, bodoh sekali)

Senin, 06 Februari 2017

Book Review: Some Kind of Wonderful by Winna Efendi

Mulai: 2 Februari 2017
Selesai: 6 Februari 2017
Rating: 3.5/5

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Pengarang: Winna Efendi
Tebal: 360 halaman
Tanggal terbit: 23 Januari 2017

Liam Kendrick dan Rory Handitama memahami arti kehilangan. Liam pergi ke Sydney dengan dalih menggapai impian sembagai koki, walau alasan sebenarnya untuk menghindari cinta pertama yang bertepuk sebelah tangan. Di lain pihak, Rory sedang berusaha menata kehidupannya setelah suatu insiden membuatnya kehilangan orang-orang yang disayanginya, dan melepaskan impiannya sendiri sebagai pemusik. 

Keduanya paham arti berduka, meski belum mengerti caranya. Kesedihan dan kesepian mendekatkan Liam dan Rory, sampai akhirnya ada rasa lain yang menyusup. Saat perasaan sudah tak terelakkan, Liam dan Rory terjebak keraguan, dan rasa lama masih terlalu kuat untuk dilupakan. Dapatkah dua orang yang pernah mencintai orang lain dengan segenap hati menyisakan ruang bagi satu sama lain?

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Minggu, 29 Januari 2017

Book Review: Dublin by Yuli Pritania

Mulai: 28 Januari 2017
Selesai: 29 Januari 2017
Rating: 4/5

Penerbit: Grasindo
Pengarang: Yuli Pritania
Tebal: 232 halaman
Tanggal terbit: 29 Agustus 2016

Mia salah akan salah satu hal: Dublin tidak seindah yang dia bayangkan.

Dia berharap melihat pegunungan, padang rumut, tebing, kastel, dan jalanan yang dipagari dinding batu seperti yang muncul dalam film-film favoritnya. Yang dia dapatkan adalah gedung-gedung tua berwarna seragam dengan tampilan membosankan, pusat kota yang penuh turis, dan suhu musim semi yang membuat beku.

Lalu dia bertemu Ragga, lelaki dari masa lalunya, yang menunjukkan pada Mia sisi lain dari Dublin, menguak harta karun yang tersembunyi di balik bangunan-bangunannya yang tidak menarik. Dari Sungai Liffey, mereka menjelajahi museum-museum, berbagi sejarah tentang puluhan patung, mengunjungi taman-taman dengan rumpun bunga yang belum mekar, bergabung dengan keriuhan Temple Bar, melewati ratusan pub yang tersebar di seluruh bagian kota, mendaki salah satu tebing Inishmore di Aran Islands demi mengabadikan matahari terbit, hingga menyaksikan matahari tenggelam di Phoenix Park.

Saat kunjungannya menuju akhir, Mia merasa dirinya enggan kembali ke Indonesia. Ke rutinitasnya, skenario filmnya yang tak kunjung usai, dan tunangan yang menunggunya pulang. Sampai dia teringat, bahwa sedari awal, Ragga tidak pernah menjadi pilihan yang dia rencanakan untuk masa depan.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jumat, 30 Desember 2016

Penutup 2016


Senang akhirnya saya bisa membaca novel lagi (setelah menghadapi UAS dan lain-lain), dan novel yang saya pilih untuk dibaca sebagai penutup 2016 adalah Menentukan Arah karya Kurniawan Gunadi dan Aji Nur Afifah, Tentang Kamu karya Tere Liye, dan The Architecture of Love karya Ika Natassa. 

Alasan saya membeli novel-novel tersebut?
Tiga novel tersebut tidak saya beli berbarengan hahaha. Novel yang pertama saya beli yaitu Menentukan Arah, alasannya karena saya ingin memiliki karya Kurniawan Gunadi setelah membaca dua buku sebelumnya. Buku ini setipe dengan buku-buku Kurniawan Gunadi sebelumnya tetapi dengan topik bahasan yang berbeda, dan juga dalam novel ini, istri beliau ikut menuliskan ceritanya. Senang bisa membaca karya beliau karena tulisannya selalu menginspirasi.

Novel kedua yang dibeli yaitu Tentang Kamu. Awalnya saya baru tahu Tere Liye mengeluarkan buku baru setelah melihat updates di Goodreads. Jika melihat dari judulnya saja, saya kira novel tersebut setipe dengan Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah. Namun, ternyata saya salah hahaha. Novel ini bercerita tentang seorang pengacara yang berusaha untuk memecahkan kasus warisan dari seorang nenek yang telah meninggal. Kisah pengacara yang berusaha untuk mencari surat wasiat nenek tersebut membawa kita--para pembaca--mendalami kisah Sri Ningsih, nenek yang meninggal itu. Kisahnya sungguh indah. Membuat kita, para pembaca, memahami bagaimana menghadapi hidup yang penuh dengan kejutan. Saya sangat suka novel ini hehehe.

Novel terakhir yang saya beli yaitu The Architecture of Love. Awalnya saya tidak berniat beli, hanya mau pinjam ke teman saja, tetapi karena saya tak sempat-sempat meminjam, akhirnya saya memutuskan untuk membelinya. Setelah membaca beberapa novel Ika Natassa, menurut saya novel-novel beliau setipe tapi dengan pembawaan yang berbeda. Novel ini menceritakan Raia Risjad, yang sedang berusaha untuk menulis lagi dan berdamai dengan masa lalu. Dari semua novel Ika Natassa, saya rasa ini novel kedua yang saya sukai setelah Critical Eleven. Oh iya, dari beberapa novel Ika juga menceritakan anggota keluarga Risjad, lama-lama saya jadi teringat dengan kisah Hanafiah karya Sitta Karina hahaha. 

Tidak sabar untuk membaca novel-novel lain di 2017!

Kamis, 17 November 2016

001. Aksioma










                                                         Rasaku padamu adalah
                                                         sebuah aksioma.
                                                         Sebuah pernyataan yang pasti benarnya,
                                                         tanpa perlu adanya pembuktian.
                             
                                                         Kamu hanya perlu percaya,
                                                         padaku.

                                                        -- 001. Aksioma








Senin, 31 Oktober 2016

sigh.

ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ ㅤCurrent motivation:
ㅤ"Ayolah bentar lagi liburan."
ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ

Sabtu, 29 Oktober 2016

The Universe of Us

Haallooooo~!
Akhirnya bisa membuat postingan blog lagi setelah berbulan-bulan sibuk urusan jurusan ditambah kemarin adalah minggu-minggu UTS huhu. Sejak dulu gue sudah mulai menyukai puisi-puisi karya Lang Leav (tapi belum sempat mampu untuk membelinya hiks). Kemudian, di suatu hari gue tau kalau Lang Leav bakal menerbitkan buku baru, akhirnya gue cari buku apa yang akan dirilis selanjutnya dan didapatlah sebuah buku dengan judul yang sangat menarik--The Universe of Us. Sejak tau kalau buku yang akan dirilisnya memiliki judul seperti itu, gue pun berencana untuk menabung dan membelinya jika sudah rilis nanti. Dan......akhirnya setelah penantian cukup lama (bahkan sampai lupa kalau bukunya udah terbit),  the book is in my hand now!


Cukup kaget awalnya ketika tahu kalau covernya bakal berwarna pink (karena yang sebelumnya berwarna biru tua dan merah dan gue tidak terlalu suka warna pink ehehe), tapi tetap tidak mengurangi perasaan ingin memiliki buku tersebut. Haha. 

Mari kita intip isinya sekarang:


Seperti buku-buku sebelumnya, selalu ada ilustrasi gambar dalam buku-buku Lang Leav dan yang gue suka adalah format penulisan puisinya hehe.




That quotes tho

Senang sekali akhirnya bisa memiliki bukunya Lang Leav ehehe, setelah sebelumnya berjuang mencari di toko buku tapi ternyata belum masuk dan akhirnya memutuskan untuk beli online, dan tiba di waktu yang tepat! (ketika UTS tinggal satu lagi, yes). Sayang sekali untuk saat ini gue belum bisa membacanya penuh karena masih ada tuntutan pekerjaan di kampus huhu, but I really can't wait to read it!

Semoga kalian juga suka karya-karya Lang Leav :)

Minggu, 11 September 2016

Book Review: Matahari by Tere Liye (Bumi #3)

Mulai: 9 September 2016
Selesai: 11 September 2016
Rating: 4/5

Penerbit: Gramedia
Pengarang: Tere Liye
Tebal: 390 halaman
Tahun Terbit: 25 Juli 2016

Namanya Ali, 15 tahun, kelas sepuluh. Jika saja orangtuanya mengizinkan, seharusnya dia sudah duduk di tingkat akhir ilmu fisika program doktor di universitas ternama. Ali tidak menyukai sekolahnya, guru-gurunya, teman-teman sekelasnya. Semua membosankan baginya.

Tapi sejak dia mengetahui ada yang aneh pada diriku dan Seli, teman sekelasnya, hidupnya yang membosankan berubah seru. Aku bisa menghilang, dan Seli bisa mengeluarkan petir. Ali sendiri punya rahasia kecil. Dia bisa berubah menjadi beruang raksasa. Kami bertiga kemudian bertualang ke tempat-tempat menakjubkan.

Namanya Ali. Dia tahu sejak dulu dunia ini tidak sesederhana yang dilihat orang. Dan di atas segalanya, dia akhirnya tahu persahabatan adalah yang hal yang paling utama.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Kamis, 07 Juli 2016

Favorite Novels

Holiday will over soon, huft dan liburan ini sangaaaaaaat tidak produktif lol. Sebenernya, ada banyak hal yang harus gue lakuin (tugas tugas tugas etc) tapi huhuhu sedang tidak ada motivasi..... (oh dear motivation, please come to me). Jadi, hari ini gue membuka akun tumblr gue dan seketika menemukan some aesthetics pics/quotes yang berelasi dengan salah satu novel, yaitu All The Bright Places. Novel ini telah sukses membuat gue penasaran berbulan-bulan (karena gue nggak sanggup beli jadi harus nabung dulu etc etc) dan akhirnya gue berhasil membeli dan membacanya! yeay!

So, let me talk about my 2 favorite novels. Introducing my 2 favorite novels, Eleanor & Park and All The Bright Places!


Mari bicarakan Eleanor & Park terlebih dahulu. Sebenernya gue sudah pernah mereview novel ini lihat di sini), tapi huhu ku ingin membahasnya lagi. Novel ini sukses menarik perhatian gue hanya dari covernya saja! Entah kenapa covernya sangat menarik perhatian huhuhu (semacem cerita teen-romance yang ringan), dan benar saja, ceritanya ringan dan selalu membuat penasaran. Interaksi antara Park dan Eleanor selalu membuat gue tersenyum karena memang selucu itu????? (dan tidak bisa diprediksi)


Jujur, gue baru sadar kalau ternyata latar belakang waktu di novel Eleanor & Park itu tahun 1986 hahaha. Walaupun mengambil tahun yang sudah lalu, novel ini tetap enak dibaca dan awesome enough. Gue sangat suka bagaimana cara Park kenalan sama Eleanor, seriously, tidak biasa dan berbeda dengan cerita romance lainnya. Bus dan tukeran komik. Ide yang bakal tidak terpikirkan oleh orang lain.


Walaupun gue bilang cerita di novel ini ringan, tapi tentu saja tidak luput dari beberapa konflik yang ada. Karena adanya konflik tersebut, sayang sekali novel ini tidak berakhir seperti yang gue duga, but I still love it. Bisa dibilang Eleanor & Park adalah novel berbahasa Inggris yang sangat saya suka untuk pertama kalinya. I love all the characters, the plots, the backgrounds, etc etc etc. 


Sekarang, mari berbicara tentang All The Bright Places. Novel ini bikin gue penasaran karena sinopsisnya dan beberapa review dari orang-orang di goodreads (oh yes I love goodreads). Setelah berhasil nabung, gue pun memutuskan untuk membeli novel ini dan yes gue tidak menyesal. Awalnya (sampai akhir sih sebenernya), gue merasa novel ini itu gabungan dari Eleanor & Park, Paper Towns, dan Looking for Alaska. Kenapa gue bilang begitu? Karena, pertama, interaksi Finch dan Violet sangat mengingatkan gue akan Eleanor dan Park. Their light-cheesy-romance-story somehow reminds me of Eleanor & Park. Tapi tetap ada kesan berbeda dari dua novel tersebut.


Nah! These wandering things! Kedua, adanya tugas wandering yang harus dilakukan oleh Finch dan Violet mengingatkan gue akan Paper Towns--ketika Quentin mencari Margo dan harus pergi ke beberapa tempat dan mencari tempat selanjutnya berdasarkan petunjuk yang ditinggalkan oleh Margo. Oke, sebenernya yang lebih pasnya bukan saat mengerjakan tugas wandering, tetapi ketika Violet mencari Finch. Beneran deh, seseru itu ceritanya dan that-paper-towns-vibe bikin novel ini cool enough. Gue suka ketika Violet mencari Finch berdasarkan petunjuk-petunjuk yang ditinggalkan Finch, dan bagaimana Finch selalu mengirim pesan kepada Violet ketika dia berada di tempat tersebut. Sayang, endingnya (lagi-lagi) tidak sesuai dengan apa yang gue harapkan dan cukup menyakitkan huhu.


Novel All The Bright Places kaya akan quotes bagus hahaha. Gue suka banget kata-kata yang ada di novel ini. Cheesy enough tapi tidak terlalu cheesy(?).

Oh and yes, let me introduce my most favorite line from the novel (and I guess it's everyone's favorite too)

Minggu, 05 Juni 2016

B.e.r.u.b.a.h

People change.

Well, 2 kata itu udah cukup merepresentasikan apa yang akan gue tulis disini he. Jujur gue merasa telah sangat berubah dari gue yang 1 tahun lalu. Mungkin bisa terkesan cepat sekali ya cuma 1 tahun, tapi yah orang berubah dalam 1 detik saja bisa bukan? Mungkin sebagian orang masih belum merasakan perubahan gue karena I barely talk about this thing. Terutama yang belum ketemu gue lagi secara langsung setelah 1 tahun berlalu. 

Kalau boleh bilang, sebenernya gue rada merasa 'aneh' jika orang-orang masih menganggap gue seperti yang dulu. Oke, mungkin masih ada yang bingung kali ya yang dimaksud perubahan disini apa. Well, karena suatu kejadian, gue merasa sangat sampis saat masa-masa itu haha (beneran loh). Kalau diinget-inget, gue merasa yang kayak duh apaan dah gue yang dulu kek ga punya kerjaan. Kejadian tersebut cukup membuat gue merubah pandangan, hingga akhirnya gue menjadi setengah gue yang sekarang.

Banyaknya momen-momen yang terjadi selama setahun ini membuat gue bertemu dengan orang-orang yang membuat gue berpikir, apa aja sih yang telah gue lakuin selama ini. Dan kembali lagi, jika gue dihadapkan dengan pertanyaan 'apa aja yang telah dilakukan' pasti gue keinget kejadian sampis tersebut. Orang-orang tersebut berhasil merubah total pandangan gue terhadap rasa suka/naksir kepada orang lain. Jujur, gue sangat mengagumi orang-orang yang telah membantu merubah pandangan gue.

Oiya, satu hal lagi yang membuat orang-orang belum merasakan perubahan gue adalah karena gue masih belum berani menyatakan pandangan gue yang sekarang kepada teman-teman gue. Sedih memang karena gue sendiri masih takut untuk menyatakannya, padahal pandangan tersebut gue yakini benar.

Percayalah, hal-hal tersebut itu, somehow, terasa sangat fana ketika kalian sudah tidak merasakannya lagi. 
Semoga gue bisa lebih berani untuk memberitahukan tentang pandangan gue nantinya.
I really want to save you guys, but I don't know how.

Senin, 23 Mei 2016

Garage Sale #1

Haaaaai, dalam rangka membereskan rak buku, saya memutuskan untuk menjual beberapa novel yang saya punya hehe. Novel-novel ini baru saya baca satu-dua kali, keadaan novelnya juga masih bagus dan rapih. Namun, karena saya orang yang suka menandai buku yang saya beli, jadi di setiap novel ada tanda tangan saya dan tanggal pembelian novel hehe. Jika anda keberatan, bisa saya tutup dengan kertas dulu bagian tersebut. 

Pada sesi ini, saya akan menjual 5 novel. Berikut adalah novel yang akan saya jual:







Prosedur Pembelian:
Bagi anda yang tertarik untuk membeli salah satu novel di atas, bisa mengirimkan e-mail ke: ainuathifah@yahoo.com, dengan subjek: Beli Novel, akan saya balas e-mail tersebut dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam mengenai konfirmasi beserta harga total (harga buku + ongkir) yang harus anda kirim (transfer). Untuk pengiriman, saya akan menggunakan JNE.

Terima kasih! Selamat membeli~ :)

SOLD!
- Rain Over Me
- Heart Block

Minggu, 15 Mei 2016

Book Review: Apa Pun selain Hujan by Orizuka

Mulai: 14 Mei 2016
Selesai: 15 Mei 2016
Rating: 3/5

Penerbit: Gagas Media
Pengarang: Orizuka
Tebal: 296 halaman
Tahun Terbit: 22 April 2016

Wira membenci hujan. Hujan mengingatkannya akan sebuah memori buruk, menyakitinya......

Agar bisa terus melangkah, Wira meninggalkan semuanya. Ia meninggalkan kota tempat tinggalnya. Meninggalkan mimpi terbesarnya. Bahkan, meninggalkan perempuan yang disayanginya.

Namun, seberapa pun jauh langkah Wira meninggalkan mimpi, mimpi itu justru semakin mendekat. Saat ia sedang berusaha keras melupakan masa lalu, saat itulah ia bertemu Kayla.

Pertemuan itu mengubah segalanya.

Sebuah novel tentang melepaskan mimpi di bawah hujan. 
Tentang cinta yang diam-diam tumbuh bersama luka.
Juga tentang memaafkan diri sendiri.