Sabtu, 14 Desember 2013

Bercermin Saja Pada Kaca Yang Retak

Dan, bukan maksudku, bukan ingin ku
Melukaimu sadarkah kau disini ku pun terluka?
--Sheila On 7

Baru kali ini aku menemukan yang begini
Kuretakkan semua kaca karena ulahmu
Berkali-kali ku berteriak pada semesta
Sadarkah kamu?

Huh sudahlah
Kutinggalkan bekasku karenamu pada cermin-cermin itu

Cobalah bercermin pada kaca yang retak
Apakah kau lihat aku terpecah?

Selasa, 03 September 2013

Continue

Hai. Mari kita bahas masa sekarang.

Jika di sebelumnya aku bilang, aku tak muak, itu hanya karena aku tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya. Ternyata,

Aku muak. 

Tidak sebegitu parah, aku masih bisa mengontrol diriku sendiri. Tak perlu khawatir. 
Layar yang terpampang di depan semakin membuatku gila. Itu frasa yang tepat untuk sekarang. Ah, jangan salah sangka. Gila disini ada yang bermaksud positif--juga.

Ada kalanya aku harus menahan nafas sejenak, memalingkan muka, bahkan tidak tahu harus berbuat apa. Ini pertanda ya? Tapi kumohon, tidak usah mengartikan semua ini. Aku tidak.........ah otakku berkata 'mau'. Tapi, sudahlah, aku tidak mau.

Belakangan ini aku merasa menjadi penulis kreatif. Mencoret-coret kertas yang kebetulan terlihat olehku, buku-buku, kertas bekas dan masih ada lagi. Kamu tahu? Setiap melihat kamu, kata-kata ini semakin mendesak keluar. Terlalu banyak yang ingin aku tuliskan, tapi.....ah percuma.

Tiada yang tahu tentang ini. Aku masih merasa aman untuk saat ini.
Mari kita lihat kelanjutannya.

Minggu, 25 Agustus 2013

Rewind

Maafkan aku jika aku meracau. Lagi.

Bukan, ini bukan tentangmu. Ini hanya barisan kata-kata yang mengalir dari otakku dalam masa kebingungan, yang sialnya kata-kata ini sudah tidak tahan untuk keluar dari otakku dan memaksaku untuk menuliskan ini semua. Ini bukan dari hati, jujur saja. Ini semua dari otakku-ya, yang kerjanya ribet. Selalu.

Aku seperti terlempar ke 1 tahun lalu. Bukan, bukan kejadian yang sama. Hanya mirip--beda pemeran, beda latar, beda alur namun tema yang sangat identik. Tidak, aku tidak ingin memukul tembok. Aku juga tidak ingin menangis. Otakku sudah lebih baik sekarang. Aku hanya menatap datar atas layar yang terlentang di depanku. Yang memainkan segala sesuatu yang membuatku--hanya ingin menatapnya dengan datar.

Jangan salah kaprah kalau ini semua tentangmu. Sudah kukatakan, ini beda pemeran. Aku hanya dalam masa kebingungan. Aku--bisa dibilang sudah tidak tahu apalagi tentangmu. Jadi yang ini berbeda. Aku hanya bingung.

Kamu tau kelemahanku. Tidak usah kuumbar lagi. Dan sialnya, dia melakukan sesuatu yang menjadi kelemahanku. Bohong jika kubilang aku tidak tersentuh. Tersentuh, tapi sedikit. Sungguh. Aku tidak perlu lebih atau aku akan semakin terpuruk. Aku selalu menatap layar yang terbentang dihadapanku. Semakin hari aku semakin bingung atas apa yang dimainkan di layar tersebut. Mungkin, lebih baik jika ditinggalkan. Namun, otakku mengatakan untuk tidak menutup mata atas layar itu. Otakku ingin melihat kelanjutannya.

Aku tidak bisa berbuat jauh. Kau tahu? Ada yang menghalangi. Tidak, bukan satu. Tapi banyak. Bohong jika aku bilang tidak tertarik, tapi aku memang tidak ingin terpuruk. Mengerti?

Biarlah aku (sekali lagi) berada di belakang--seperti 1 tahun lalu. Tak apa. Aku sudah biasa menjadi penonton. Aku tak muak. 

Sabtu, 24 Agustus 2013

Book Review: Evergreen by Prisca Primasari

Started on: 23 August 2013
Finished on: 25 August 2013
Rating: 5/5

Penerbit: Grasindo
Pengarang: Prisca Primasari
Tebal: 203 halaman
Tahun Terbit: 2013
Harga: Rp 36.550 (pengenbuku.net)

Konnichiwa! Selamat datang di EVERGREEN, kafe es krim penuh pelayan baik hati, lagu The Beatles akan melengkapi hari-harimu. Tempat yang menghangatkan, bahkan bagi seorang gadis pengeluh dan egois sepertimu, Rachel!

Di kafe itu, kau menemukan sebuah dunia baru, juga pelarian setelah dipecat dari pekerjaanmu. Menurutku itu bagus! Apa enaknya sih kerja jadi editor?

Namun, sebenarnya butuh berapa banyak kenangan dan sorbet stroberi untuk mengubah sifat egoismu? Atau yang kau butuhkan sebenarnya hanya kasih sayang? Mungkin dariku, si pemilik kafe? Hmmm?

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Rabu, 14 Agustus 2013

Book Review: Pieces Of You by Tablo

Started on: 10 August 2013
Finished on: 14 August 2013
Rating: 4/5

Penerbit: Matahari
Pengarang: Tablo
Tebal: 229 halaman
Tahun Terbit: 2013
Tahun Pertama Terbit: January 2009
Harga: Rp 40.000,- (Gramedia)

-------------------------------------------------------------------

Rabu, 31 Juli 2013

Book Review: London: Angel by Windry Ramadhina

Started on: 29 July 2013
Finished on: 30 July 2013
Rating: 3.5/5

Penerbit: Gagas Media
Pengarang: Windry Ramadhina
Tahun Terbit: Juli 2013
Harga: Rp 52.000,- (Gramedia)

Pembaca Tersayang,

Mari berjalan di sepanjang bantaran Sungai Thames, dalam rintik gerimis dan gemilang cahaya dari London Eye.

Windry Ramadhina, penulis novel 'Orange', 'Memori' dan 'Montase', membawa kita menemani seorang penulis bernama Gilang mengerjar cinta Ning hingga ke Fitzrovia. Namun, ternyata tak semudah itu menyatakan cinta. Kota London malah mengarahkannya kepada seorang gadis misterius berambut ikal. Dia selalu muncul ketika hujan turun dan menghilang begitu hujan reda. Sementara itu, cinta yang dikejarnya belum juga ditemuinya. Apakah perjalanan kali ini sia-sia belaka?

Setiap tempat punya cerita.
Dalam dingin kabut Kota London, ada hangat cinta menyelusup.

Enjoy the journey,
Editor
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Oke, Teman-teman. Sudah kuputuskan. Aku akan mengejar Ning ke London!"
Cerita perjalanan seorang penulis bernama Gilang dimulai dari pengakuannya dalam keadaan mabuk yang akhirnya ditanggapi serius oleh teman-temannya. Gilang pun akhirnya berangkat ke London untuk mengejar Ning. Namun, pada saat Ia telah sampai di indekos milik Ning yang ada di London, Ia menemukan bahwa indekos tersebut kosong. Ia pun memutuskan untuk mencari penginapan terlebih dahulu, dan mulai mencarinya lagi esok hari.

Malam harinya, Gilang pergi ke London Eye atas anjuran dari seorang pelayan di penginapan tersebut. Di London Eye, gerimis mulai turun dan pada saat itu Gilang bertemu dengan seorang gadis berambut ikal keemasan dan berwajah cantik. Ia pun memberi sebutan Goldilocks. Ia menghabiskan waktu dengan gadis tersebut di London Eye, namun ketika hujan mereda, gadis tersebut menghilang.

Dia menatapku. "Tahukah kau apa yang turun bersama hujan?"
Aku menggeleng.
"Malaikat", kata lelaki itu.

Seiring berjalannya waktu, Gilang pun akhirnya bertemu dengan Ning. Sisa harinya di London pun dihabiskan bersama Ning. Mereka berjalan-jalan di London, dan mengunjungi beberapa galeri. Namun, siapa yang menyangka? Bahwa perjalanan mereka di galeri yang bernama The Piper, malah membuat Gilang semakin ragu untuk menyatakan cintanya.

Aku salah satunya, kalau saja Ning tahu. Dan, ya, ini tidak mudah. Berada begitu dekat dengan gadis yang kucintai, tetapi tidak bisa mendekapnya erat-erat sama sekali tidak mudah. Ini menyiksa dan menguras emosi. 
Apakah Gilang berhasil mendapatkan cinta Ning? Atau perjalanannya ke London malah sia-sia? Baca selengkapnya di London: Angel


My Review
Ini adalah novel karya Kak Windry kedua yang saya baca, setelah Montase. Saya cukup penasaran dengan yang edisi kali ini, karena sinopsisnya membuat saya tertarik dan pengarangnya adalah Kak Windry :)

Namun, lagi-lagi saya kurang sreg sama pemilihan kata-kata yang digunakan untuk sebuah cerita yang menggunakan sudut pandang orang pertama--laki-laki. Jika kata-kata yang digunakan lebih santai, mungkin akan lebih enak lagi untuk dibaca hehehe.

Saya suka pendeskripsian tempat yang dibawakan Kak Windry. Pendeskripsiannya jelas jadi membangkitkan imajinasi tentang tempat-tempat yang menjadi latar derita tersebut. 

Untuk cerita, saya kira awalnya ini adalah novel bergenre mainstream romance-- namun ternyata bukan dan itu membuat saya senang hahaha. Jujur, kisah Ning dan Gilang itu............rada flat (menurut saya) dan cukup sering ditemui. Namun saya senang karena endingnya unexpected! Saya suka endingnya hehehe.

3 bintang untuk keseluruhan cerita, dan 1/2 bintang untuk Goldilocks yang telah membuat saya penasaran banget hehehe

Good book!
by ainuathifah

Jumat, 19 Juli 2013

Book Review: The Chronicles of Audy: 4R by Orizuka

Started on: July 18, 2013
Finished on: July 19, 2013
Rating: 5/5

Penerbit: Penerbit Haru
Pengarang: Orizuka
Tebal: 320 halaman
Tahun Terbit: Juli 2013
Harga: Rp 53.000,- (Gramedia)

Hai. Namaku Audy. Umurku 22 tahun.
Hidupku tadinya biasa-biasa saja, sampai kedua orangtuaku jatuh bangkrut karena ditipu.

Aku hanya tinggal selangkah lagi menuju gelar sarjanaku. Selangkah lagi!

Tapi kedua orangtuaku rupanya tega merukak momen itu. Jadi sekarang, disinilah aku berada. Di rumah aneh yang dihuni oleh 4 bersaudara yang sama anehnya: Regan, Romeo, Rex dan Rafael.

Aku, yang awalnya berpikir akan bekerja sebagai babysitter, dijebak oleh kontrak sepihak dan malah dijadikan pembantu!

Terdengar klise? 
Mungkin, bagimu. Bagiku? Musibah!
Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang mendadak jadi ribet. Kronik dari seorang Audy.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Novel ini menceritakan seorang perempuan yang bernama Audy Nagisa yang sedang mengejar gelar sarjana di Universitas Gajah Mada. Namun malangnya, orang tuanya terkena tipu sehingga ia tidak dapat membayar yang kos yang sudah menunggak selama 3 bulan itu. Audy pun mencari pekerjaan di koran, dan akhirnya menemukan seseorang yang membutuhkan babysitter.

Ia pun datang ke rumah orang yang menawarkan pekerjaan tersebut, namun siapa sangka? Rumah itu ternyata sangat tidak terawat. Audy sempat berpikir untuk tidak jadi melamar pekerjaan, namun pemilik rumah tersebut berhasil merekruit Audy sebagai babysitter/pembantu karena Audy terpesona oleh pemilik rumah tersebut.

Pemilik rumah tersebut adalah 4 cowok bersaudara yang memiliki karakter berbeda-beda; Regan (R1) adalah sosok yang nyaris sempurna namun perhitungan. Romeo (R2) adalah sosok pemalas, senang bermain dan paling ramah. Rex (R3) adalah sosok terpelajar yang seluruh hidupnya didedikasi untuk prestasi akademis, tapi tertutup dan sensitif. Rafael (R4) adalah sosok balita yang sangat dewasa. 

Audy awalnya merasa keberatan untuk menjadi pembantu di rumah tersebut, karena ia harus menjaga Rafael + melakukan pekerjaan rumah. Hingga suatu hari Audy diusir dari kos-kosannya karena tidak kunjung membayar kosan. Audy pun akhirnya tinggal di rumah 4R tersebut.

Karena orangtua mereka sudah meninggal akibat kecelakaan, Rafael--si anak bungsu mereka, berkepribadian yang berbeda dengan anak seusianya. 

Regan terlalu tegas, Romeo terlalu santai, sementara Rex terlalu dingin. Tidak ada yang bisa mendidik Rafael secara netral layaknya orangtua. Perlakuan mereka kepada Rafael yang berbeda-beda inilah yang mungkin membuat Rafael bingung dan akhirnya punya sifat sekarang ini.
Mau tahu bagaimana kelanjutan kisah Audy di rumah 4R ini? Baca selengkapnya di The Chronicles of Audy: 4R


image source: wehearit; edited by me

My Review
Bisa dibilang ini adalah novel Orizuka yang saya tunggu-tunggu karena sinopsisnya membuat saya penasaran dan desain covernya menarik!

Saya akan bahas dari masalah desain buku dulu. Seperti biasa, Penerbit Haru menampilkan novel dalam warna dan bentuk yang unik-unik (seperti buku Paper Romance karya Lia Indra A). Kali ini, desainya covernya berbau vintage gitu dan itu lucu hehehe. Saya juga suka warna kertas pinggir-pinggirnya berwarna pink, itu yang membuat buku ini semakin cute.

Cerita yang dibawakan Orizuka kali ini, bisa dibilang agak berbeda dengan novel-novel sebelumnya. Walau disini tokoh ceweknya (akhirnya) berhasil menyelesaikan masalah yang dialami oleh tokoh-tokoh cowok seperti di novel-novel sebelumnya. Namun, Orizuka berhasil membuat semua cerita itu terkesan berbeda walau rada mirip (dikit).

Saya suka konflik dan alur cerita disini. Semuanya dijelaskan dengan runtut dan rapih sehingga tidak membuat pusing para pembaca. Masalah-masalah yang terjadi pun saya suka, mulai dari rumah-rumah yang tidak dibereskan, Rafael masuk sekolah, Rex kambuh dsb. Saya suka kebersamaan 4 saudara itu ketika Audy datang ke rumah mereka.

Masalah tokoh. Saya suka semua tokoh hehehe, walau membayangkan gimana kalo 4 saudara itu beneran hidup di dunia nyata dan mereka semua ganteng (omg...........). Bisa dibilang, susah memilih salah satu dari 4 saudara itu, but I'll choose Rex! the genius one~! Penokohannya jelas sehingga bisa kelihatan karakter masing-masing dari 4R itu dan juga karakter Audy sendiri.

Saya penasaran dengan buku ke-2nya! Awalnya saya kira novel ini ya hanya satu novel, dan cerita pun kelar. Ternyata pada saat membuka halaman pertamanya, tertulis Book 1. Wah, saya penasaran banget sama cerita Audy dan 4R!

5 bintang untuk yang ini, karena mengangkat tema tentang keluarga! Dan juga di novel ini semuanya lengkap. Mulai dari unsur romance, komedi, sedih, senang dll, wah keren lah!

Recommended!

by ainuathifah


Senin, 15 Juli 2013

Konferensi Meja Kotak

Kepada Kalian, Otak dibalik Konferensi Meja Kotak
Sudah 6 tahun berlalu sejak kejadian itu.
Konferensi yang didirikan oleh 4 orang—yang menamakan dirinya Seokarno, Moh. Hatta, Moh. Yamin dan Achmad Soebarjo. Konferensi yang hanya diadakan di atas kursi masing-masing dan sebuah meja di hadapan kami, di deretan belakang barisan paling ujung. Konferensi yang hanya dilaksanakan di sebuah Sekolah Dasar.
Pak Karno, Pak Hatta dan Pak Yamin, bagaimana saya bisa lupa kejadian itu? Anak-anak berjumlah 4 orang yang masih berseragam putih-merah, melakukan diskusi di barisan belakang itu. Ah, saya juga lupa apa yang kita diskusikan waktu itu. Naruto kah? Karena waktu itu Pak Karno dan Pak Yamin sedang senang sekali dengan Naruto. Atau mungkin ada yang lain? Hingga akhirnya salah satu dari kita mencetuskan “Ah, ini Konferensi Meja Kotak!”.
Mungkin kita memang menyukai sejarah. Hingga akhirnya kita menggebu-gebu untuk mencetuskan ide ini. Hingga akhirnya kita hafal tokoh-tokoh proklamasi. Ide bagus bukan? Bermain untuk belajar? Dasar kalian anak kreatif waktu itu.
Mungkin kita memang suka bercerita. Saling mencetuskan ide tanpa tahu arah bicara akhirnya ke mana. Kita anak-anak lugu waktu itu. Saya merindukan masa-masa ini.
Pak Karno, Pak Hatta dan Pak Yamin, kita sekarang hidup di jaman 6 tahun setelah kejadian itu. Saya harap, kalian tidak melupakan sejarah. Mungkin kita harus mengadakan Konferensi Meja Kotak 2? Untuk membahas Naruto lagi? Atau mungkin membahas yang lain karena kita sudah lebih dewasa sekarang.
Surat ini singkat. Tapi mampu mengangkat memori kalian tentang Konferensi Meja Kotak bukan?

Salam,

Achmad Soebarjo

P.S Teruntuk Alya (sebagai Pak Hatta), Reihan (sebagai Pak Yamin) dan Ardi (sebagai Pak Karno), anak-anak nakal nan kreatif nan pintar. Kita membuat sejarah!

Rabu, 10 Juli 2013

Book Review: Notasi by Morra Quatro

Started on: July 9 2013
Finished on: July 10 2013
Rating: 4.5/5

Penerbit: Gagas Media
Pengarang: Morra Quatro
Tebal: 294 halaman
Tahun Terbit: Mei 2013
Harga: Rp 43.000,- (Gramedia)

Rasanya, sudah lama sekali sejak aku dan dua melihat pelangi di langit utara Pogung.
Namun, kembali ke kota ini, seperti menyeruakkan semua ingatan tentangnya; tentang janji yang terucap seiring jemari kami bertautan.

Segera setelah semuanya berakhir, aku pasti akan menghubungimu lagi.

Itulah yang dikatakannya sebelum dia pergi. Dan aku mendekap erat-erat kata-kata itu, menanti dalam harap. Namun, yang datang padaku hanyalah surat-surat tanpa alamat darinya. Kini, di tempat yang sama, aku mengurai kembali kenangan-kenangan itu....

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Novel ini menceritakan sebuah memori seorang perempuan yang bernama Nalia tentang kehidupannya pada waktu itu, pada waktu ia masih kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi UGM.

Pada waktu itu, hanya ada satu radio milik mahasiswa yang mengudara di atas Kota Yogyakarta-walau masih ilegal, yaitu radio milik Fakultas Teknik. Nalia dan Zee sangat membutuhkan radio tersebut untuk menyiarkan berita tentang Lomba Karya Tulis yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Gigi. Namun, kedatangannya ke Fakultas Teknik membuatnya bertemu seorang mahasiswa bernama Nino.

Mereka tak berhasil untuk menyiarkan berita tentang lomba tersebut, hingga akhirnya mereka ke kampus D3 Teknik Elektro, karena di sana ada sebuah radio juga yang dibangun, namun sayangnya, mereka sudah tak beroperasi lagi. Pada saat itu, Nalia bertemu lagi dengan Nino.

Pada detik itu telah kukenali jiwa yang ramah di balik sosoknya yang pendiam, dan aku yakin itu. Karena aku tahu di bawah tekanan emosi rasa takut, marah, sedih, atau jatuh cinta, semua orang pasti menunjukkan warna asli mereka.
Itulah warna asli Nino.

Fakultas Kedokteran Gigi dan Teknik tidak terlalu begitu bersahabat karena mereka memperebutkan posisi untuk Ketua BEM Universitas. Namun, karena ada penyerangan tiba-tiba pada saat malam pengumuman Lomba Karya Tulis tersebut, ketiga kandidat pun bersatu.

Mereka hidup di jaman reformasi, di bawah kekuasaan presiden yang sama seperti sebelumnya. Demonstrasi pecah di Jakarta. Mahasiswa-mahasiswa di Yogyakarta pun melakukan demonstrasi dan itu adalah terakhir kali Nalia melihat Nino. Berhari-hari setelah kejadian itu, Nalia tidak dapat menemukan Nino yang kemudian setelah bertahun-tahun, Nalia menerima surat dari Nino melalui Farel-sahabat Nino. Nino berjanji untuk kembali namun setelah berbelas-belas tahun kemudian, ia tak kunjung kembali.

Baca selengkapnya di Notasi

image source: weheartit, edited by me

My Review:
Awalnya saya tidak berniat membeli buku ini. Namun, ketika melihat pengarangnya adalah Kak Morra Quatro, saya pun berniat untuk membelinya (berhubung novel pertamanya, Forgiven, itu keren). Pas ngeliat ada salah satu buku yang segelnya terbuka, saya pun membacanya-sedikit. Dan (lagi-lagi) tentang Teknik yang membuat saya semakin ingin membeli. Ketika saya melihat halaman tengah-tengah, background cerita yang jarang ditemui untuk novel remaja berhasil menghasut saya untuk membelinya. Jaman Reformasi.

Saya suka penggambaran tokoh-tokoh disini. Sederhana namun berhasil membuat tokoh-tokoh tersebut terasa hidup. Alur yang khas Kak Morra banget yaitu maju-mundur, tapi tetep oke sehingga membuat pembacanya tidak bingung. Kebetulan-kebetulan kebersamaan Nalia dan Nino pun beralasan, aku suka. 

Saya suka cerita bagian tengah-tengah. Ketika serangan dimulai pada saat malam Lomba Karya Tulis Fakultas Kedokteran Gigi. Dan akhirnya dilanjutkan dengan acara demonstrasi mahasiswa-mahasiswa di Yogyakarta. Itu keren. Jarang ada novel remaja yang mengangkat tema demonstrasi, perlawanan dengan aparat, jaman reformasi. Perjuangan anak-anak teknik untuk mempertahankan Jawara FM (atau yang sekarang bernama Swaragama FM) itu cukup mengesankan. Dengan uang seadanya, dan sekali gagal, namun pada akhirnya mereka berhasil membeli frekuensi dan izin resmi dari Dinas Perhubungan.

Kisah cinta yang terjadi disini pun sederhana. Dengan pertemuan yang sederhana pula. Saya suka tokoh Ve disini, dia tegar hahaha (ciri khas anak teknik) dan keberaniannya pada saat demonstrasi, itu keren. 

Endingnya cukup sayang. Nalia tidak bersama Nino, tapi di satu sisi, saya suka Nino berakhir dengan Ve hahaha. Mungkin ini novel terbaik yang pernah saya baca di tahun 2013.

great novel!

by ainuathifah



Jumat, 05 Juli 2013

Book Review: Paris: Aline by Prisca Primasari

Started on: July 4 2013
Finished on: July 4 2013

Penerbit: Gagas Media
Penulis: Prisca Primasari
Tebal: 224 halaman
Tahun Terbit: 2013
Harga: Rp 42.000,- (Gramedia)


Pembaca tersayang,


Dari Paris, sepotong kisah cinta bergulir, merupakan racikan istimewa dari tangan terampil Prisca Primasari yang sudah dikenal reputasinya dengan karya-karya sebelumnya Éclair, Beautiful Mistake, dan Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa.



Ini tentang sebuah pertemuan takdir Aline dan seorang laki-laki bernama Sena. Terlepas dari hal-hal menarik yang dia temukan di diri orang itu, Sena menyimpan misteri, seperti mengapa Aline diajaknya bertemu di Bastille yang jelas-jelas adalah bekas penjara, pukul 12 malam pula? Dan mengapa pula laki-laki itu sangat hobi mendatangi tempat-tempat seperti pemakaman Père Lachaise yang konon berhantu? 



Setiap tempat punya cerita. Dan inilah sepotong kisah cinta yang kami kirimkan dari Paris dengan prangko yang berbau harum.



Enjoy the journey,



EDITOR


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Novel ini menceritakan tentang seorang perempuan yang bernama Aline Ofeli yang sedang menempuh pendidikan kuliah di Paris. Pada suatu hari, ia menemukan pecahan porselen di Jardin du Luxembourg, yang akhirnya membuat dia bertemu seorang laki-laki bernama Aelous Sena. 

Karena Aline telah membantu Sena menemukan porselen tersebut, Sena pun menawarkan 3 permintaan kepada Aline. Hari demi hari pun, Aline banyak menghabiskan waktu bersama Sena. Namun, pada suatu hari, Sena tiba-tiba saja menghilang dan Aline pun kehilangan kabar tentangnya.

Teka-teki tentang Sena pun akhirnya mulai satu per-satu terpecahkan dan Aline pun bisa menolong Sena dari suami-istri Poussin yang selama ini telah mengurung Sena.

"Mungkin dia memang akan berada jauh dari gadis itu. Tetapi seperti sebelumnya...dia akan tetap memastikan sang gadis pulang tepat waktu... dan selalu merasa nyaman dengan ingatan  akan rumah. Pour toujours...." 
read more in Paris: Aline
image source: weheartit

My Review:
Novel Paris: Aline adalah novel kedua edisi #STPC yang saya baca dan......novel ini tidak mengecewakan! Berkali-kali saya membolak-balik halaman hanya untuk mengulanginya barang untuk sebentar saja. Saya suka desain covernya, dan juga halaman-halaman di dalamnya. Formatnya seperti diari sebenarnya dan juga dilengkapi post card bergambar Menara Eiffel. Kasih ++ untuk bagian desain.

Konflik dan permasalahan yang diangkat khas Kak Prisma banget. Teka-teki, misteri dan unik. Cara penyampaian dan bahasanya pun lebih ringan. Cara penokohan yang disampaikan pun jelas dan mudah dimengerti. Saya suka semua tokoh disini, terutama Aline dan Sena. Ugh i love both of them so much. Cerita-ceritanya pun sederhana, nggak rumit, dan enak dibaca. Plotnya rapih, sehingga alurnya pun jelas.

Awalnya, saya nggak suka karakter Sena. Umm yah karena kayaknya dia itu orang yang terlalu senang dan menganggap hidupnya enteng--bertolak belakang dengan Aline. Namun, di akhir cerita, saya jadi suka sekali dengan karakter Sena. Saya suka ((pake)) banget halaman terakhir pada saat percakapan antara Sena dan Aline yang membicarakan undangan dan catering. No wonder they become a great couple then.

great novel!
Rating: 5/5

by ainuathifah











Rabu, 26 Juni 2013

A Person Behind This Blog

Jreng....Jreng..........Finally I want to reveal a person behind this cheesy blog and she is......ME!

sorry no photo, maybe later

Gue tiba-tiba dapet inspirasi buat bikin posting tentang gue sendiri setelah baca novel Pintu Harmonika, yang kebetulan salah satu tokohnya suka nge-blog :))) #RizalLeeIsMyInspiration (ikutin novel lol)

Jadi, the person behind this blog is me. Cewek yang bernama Ainu Athifah Riezkie Aldhiada Ismail (panjang ya?), golongan darah B, berzodiak Taurus. Lahir tahun 1997. Punya banyak kesenangan dan hobi banget main laptop (karena gue seorang fangirling, jadi membuka laptop adalah suatu hobi huehehehe). Sering ngayal dan a hardcore fan of Infinite and Running Man. Gue suka grup lain juga sih, tapi Infinite tetep no #1 ^^
Dan Alhamdulillah, gue dikasih otak yang (lumayan) cemerlang hehehehe. Gue suka matematika (yang sebagian orang hindari) dan segala apapun yang intinya menghitung. 

Hobi gue? Hobi gue itu stalking. Enggak kok bohong hehehehe. Hobi gue itu membaca dan menulis. Gue hobi banget baca, dari baca novel, komik sampai ff-lepas yang ada di livejournal atau wordpress. Gue juga suka baca postingan orang-orang yang ga jelas, jelas sampai yang galau sekalipun. Bagi gue, membaca adalah suatu kegiatan yang bisa bikin nambah inspirasi dan juga informasi yang gue perlukan. Bacain review orang-orang tentang novel di goodreads pun gue suka hahaha. Bagi gue, membaca itu seru!

Menulis. Hm gue suka nulis. Tapi sampai sekarang gue masih bingung gue suka nulis apaan. Hm yah, sekarang-sekarang ini sih gue suka nulis-nulis sesuatu yang seru di sekolah atau apa aja yang gue alami. Dan gue masih berusaha supaya bisa bikin cerpen yang bagus :)

Olahraga yang gue suka? GUE SUKA BANGET BASEBALL DAN BADMINTON! Gue suka baseball gara-gara baca olahraga itu di komik Conan, dan ternyata aslinya emang seru abis. Gue pun akhirnya ikutan club Softball-Baseball di SMP dan SMA (walau jarang aktif hiks). Gue juga main Baseball Heroes di Facebook karena yah permainan itu enak hahaha. Kalau Badminton, gue emang suka dari SD. (fyi, gue belajar badminton sama tetangga gue yang lebih muda dibanding gue huehehehe). Puncak-puncaknya gue suka badminton itu pas SMP kelas 7, jaman-jamannya Uber & Thomas Cup. Gue juga akhirnya hapal nama-nama pemain Badminton, baik luar maupun dalam negeri. 2 minggu lalu, ada event Indonesia Open kan di Indonesia? Gue nonton final-nya di rumah temen, sambil jerit-jerit gara-gara Indonesia menang sampai akhirnya temen gue bilang: "Awas danger zone, entar kena hantam Ainu loh" (gue emang suka loncat-loncat + jerit-jerit sendiri kalau Indonesia menang hahaha). 1 minggu yang lalu, gue juga setia nongkrong di depan tivi buat ngeliat Semifinal dan Final Singapore Open. Untungnya Indonesia masuk 3 partai, dan semuanya menang :))))) Kalau kalian penasaran siapa pemain Indonesia favorit gue, ini listnya:
1. Simon Santoso (duh bang, dikau unyu sekali)
2. Hendra Setiawan (walaupun jarang senyum /kataguesihjaranghiks/ sekalinya senyum, wah gue bisa jumpalitan)
3. Liliyana Natsir (cewek keren ini namanyaaaaa!)

Yang bikin orang susah lupa sama gue? (geer) yaitu gue itu cerewet banget. Pernah waktu SD, gue cerita gini ke temen-temen sepermainan gue:

Gue: "Eh tau ga, kata ibu-ibu temennya adik gue, gue tuh pendiem loh"
Alya, Reihan, Ardi: "Alah bohong!!!! Ainu pendiem? ga mungkinnnnn, ibu-ibunya aja gatau siapa elo"

Mereka menentang dengan keras. Hiks.

Gue juga blak-blakan. Pernah waktu itu di tempat les, temen gue tumben banget pake kemeja panjang, padahal biasanya cuma kaos dan celana jeans, dan itu cukup bikin gue heran. Jadi, pas lagi diem gitu, gue tiba-tiba ngomong: "Kok tumben pake baju kayak gitu?" ------------------hm yah, gue emang ga punya malu ////.\\\\

I also like the opposites. Maksudnya gini, kalau baca sesuatu atau nonton sesuatu, gue ga suka tokoh utamanya. Yang lain suka Shinichi, gue suka Heiji, Yang lain suka Kazehaya Shota, gue suka Ryu. Yang lain suka Naruto, gue tetep cinta sama Sasuke walaupun dia jahat. Yang lain suka banget sama Tappei, gue suka banget sama Kenta. Aneh kan? hahahaha, tapi itu ciri khas gue :)

Jadi, beginilah cewek yang ada di belakang blog ini.

Sabtu, 22 Juni 2013

OSP!

Waktu tanggal 2-3 Juni 2013, gue bersama 4 orang lainnya dari smanda dan 2 orang lainnya dari sekolah lain berangkat ke Bandung buat ngikutin OSP. Yang berangkat hari pertama itu pelajaran Matematika, Fisika dan Kimia ((kebetulan gue ikut matematika hihihihi)). Acara disana..yah...begitulah...ngerjain soal, kalau udah selesai ya ngobrol-ngobrol gajelas sama anak-anak lain yang se-kontingen. Sebenernya, yang paling seru pas kegiatan kayak gini itu pas berangkat, pas udah selesai lomba atau pas pulangnya. Dan gue bakal nyeritain pas bagian pulang karena itu................memorable banget guys.

Gue pulang semobil dengan 4 orang lainnya yaitu Kak Antari, Kak Sena (yang bakal sering disebut Bakrie nantinya), Geraldy (anak santam) dan Steven L. (anak bpk). Bisa dibilang, mobil gue yang paling ramai karena.........asal kalian tau, selama perjalanan kita cuma tidur 15 menit. Sisanya? Tidak usah ditanya. 

Detik-detik pertama pas pulang itu masih alim-alim sok malu-malu gitu dan gak ada yang buka pembicaraan karena nggak terlalu kenal. Sampe akhirnya gue ngobrol sama Steven.

G : "Eh golongan darah dirimu apa?"
S : "AB. emang kenapa?"
G : "Hoo AB toh. Hahahaha gapapa, Kalo kamu apa? (nanya ke Geraldy)"
Ge : "Aku O, kenapa emang?"
G : "Ya gapapa"
S : "Ini orang aneh nih (sambil nunjuk gue). Dari sekian banyak orang yang gue pernah temuin, ini orang pertama yang nanyain golongan darah sebagai pembuka pembicaraan!"

Hm....gue aneh? Udah biasa huhuhuhuhuhuhu.

Terus, kita berhenti di salah satu minimarket gitu. Dan asal kalian tau, yang namanya Steven itu nggak bisa berhenti ngomong :') sampe akhirnya gue bilang:

G : "Ah lo ngomong mulu, aneh. Dasar AB"
S : "Jadi setiap orang yang darah AB itu aneh? Berarti setiap orang yang darahnya AB langsung divonis 'Dasar kamu orang aneh!' gitu?"
Ge : "Tuh kan kamu aneh ven."

Nah, bener kan apa gue bilang? AB itu..........ABsurd.__.

Akhirnya kita ngelanjutin perjalanan dan ketemu banner pinggir jalan tulisannya : "Air Ajaib! Dari Mata Air Purbakala!" Kita pun membahas air ajaib tersebut. Pokoknya, intinya kita tuh bingung. Kenapa? karena katanya itu dari mata air purbakala, berarti harusnya udah kering dong, kan dari dulu?????? Dan karena kita bingung, Geraldy pun menjelaskan teorinya.

Ge : "Itu tuh ditampung di kotak gitu, jadi ga bakal abis"

Setelah Geraldy mengemukakan teorinya, kita makin bingung. 

S : "Di kotak diapain?"
Ge : "Ya kan dikacain gitu tuh, jadi ga bakal abis"
S : "Lah, kalo dikacain berarti kita ga bisa megang dong? Itu mah bukan mata air berarti!"
Ge : (diam sejenak) "Iyaya..........Ah gue ketularan bego kan. Elu sih ven!"
S : "Lah kok jadi gue, gimana sih"

Akhirnya, Geraldy pun menyadari bahwa teorinya salah. Sebenernya gue juga bingung, kok mata air dikotakin, buat apa?????

Kemudian kita beralih ke topik selanjutnya yaitu.............TANTE GIRANG! (yang ini perlu di capslock karena paling sering dibicarain selama perjalanan). 
Awalnya kita ngomongin cogan gitu, hingga akhirnya sampailah ke bronis a.k.a brondong manis. Terus kita berteori bahwa yang suka bronis itu adalah tante girang. Terus.........

S : "Tante Girang itu apa?"

Gue, Geraldy, Kak Antari dan Kak Sena bingung mau jawab apa..........

S : "Serius gue gatau tante girang itu apa? Tante yang bahagia gitu?"

hm.........iyain ajalah.

Skip. Next.

Kata Kak Antari, Kak Sena itu mirip Bakrie. Jadi, selama perjalanan, Kak Sena itu nggak dipanggil Kak Sena, tapi Bakrie :)))) contoh nih:

Kak Sena buang sampah sembarangan, terus gue sama Kak Antari marahin dan kemudian dilanjutkan oleh Steven.

S : "BAKRIE! MASA BUANG SAMPAH SEMBARANGAN? MAU JADI APA INDONESIAAA????" (ini sambil teriak) "jangan-jangan kalau Bakrie kepilih, nanti negaranya sampah semua?" (maafkanlah kawan-kawab ku ini Pak Bakrie...............)

yah begitulah. Masih banyak lagi interaksi Bakrie dan Steven yang absurd lainnya.
lagi nih.
Kak Sena lagi nelpon dan kebetulan jalanan lagi rusak, akhirnya Steven teriak lagi:

S : "BAKRIE! KENAPA JALANAN INI RUSAK. MAU JADI APA INDONESIAAA???"

yah begitulah yang namanya Steven.
****
Perjalanan pun berlanjut hingga akhirnya tiba-tiba Steven nanya ke gue:

S : "Eh, kenapa namanya Ainu sih?"
G : "Heh? Ainu kan suku asli Jepang."
S : "OH! BERARTI INI LELUHUR! INI PURBAKALA!" (tiba-tiba balik lagi ke topik air ajaib dari mata air purbakala. hm.)

Absurd banget emang, tapi kita ga capek kok hahahaha. Oh iya ngomong-ngomong, gue belum kenalin mereka ikut mapel apa aja. Kak Antari dan Kak Sena itu ikut kimia, Steven dan Geraldy ikut Fisika. Dan gue, stay matematika sendirian hahaha. Hmm...bisa dibilang kita itu saling mengejek (?) mapel satu sama lain, contohnya gini:

Ge : "Ih gue sih takut belajar kimia. Soalnya kalau misalnya kita makan sesuatu yang ternyata kalau bereaksi sama HCl bikin meledak ntar gimana coba? Perut gue ntar meledak. Ntar gue mati dong."
K A : "Ih fisika mah apaan. Soal cuma 7? Ih nge-bosenin."
S : "Ainuuu, kamu ngapain belajar matematika padahal kalkulator udah diciptain???????"

yah begitulah. Tapi kita tetap akrab kok sampe pulang :))))

Pokoknya, gabakal nyesel deh ikut acara macem OSP gitu. Pengalaman OSP gue waktu SMP juga ga kalah serunya, dan salah satu tokoh di atas juga pernah ikutan mengalami serunya OSP masa SMP bareng gue. Ngomong-ngomong, Ayas (temen sekelas gue yang doyan nge blog), Wildan & Tami (teman masa SMP yang gue kangenin) ikut ngerasain gimana serunya OSP. Apalagi dari kontingen Cirebon itu paling rame hihihihi.

So guys, this is so memorable!




Kamis, 23 Mei 2013

Untitled

Media.
Music Player.
Music Home.
All Tracks.
searching: Maliq & D'Essentials - Untitled
Play.

Ketika kurasakan sudah adaruang dihatiku yang kau sentuhAh mungkin benar. Seketika saja bahagia menyelimutiku. Hatiku sudah tidak kosongAku berterima kasih
dan ketika kusadari sudahtak selalu indah cinta yang adamungkin memang ku yang harus mengertibilaku bukan yang ingin kau milikiPerasaanku memang hanya bayangan--kamu pun tak melihatnya bukan?Sudah pasti bukan aku yang kau pilih, kamu tak bisa merasakan aku bukan?
salahkah ku bilakaulah yang ada dihatikuTapi, kumohon. Biarkan saja aku begini. Aku janji, aku tak akan mengganggumu
adakah ku singgah dihatikumungkinkah kau rindukan adakuadakah ku sedikit dihatimuBerharap saja. Bolehkah? Aku tak muluk. Ini sederhana.
bilakah ku menggangu harimumungkinkah kau tak ingin adakuadakah ku sedikit dihatimuBisa saja kamu tak mengharapkan adaku. Tapi apakah hatimu mengharapkan adaku?Ah maaf. Aku sedang berkhayal
bila memang aku yang harus mengertimengapa cintamu tak dapat kumilikiEgois. Ah iya benar. Aku egois. Memang sebaiknya kita yang harus mengerti, tidak hanya aku saja.Aku pun masih bertanya, apakah memang aku tak dapat memiliki?
salahkah ku bilakaulah yang ada dihatikukau yang ada dihatiku Aku jujur. Tak bohong.Perlukah alasan lain?Ah, bagimu ini semua kesalahan, iya kan?
bila cinta kita tak kan terciptaku hanya sekedar ingin tuk mengertiadakah diriku singgah dihatimuIni yang terakhir. Apakah ada? Walau hanya sebutir atom yang tak dapat terbagi lagi?Walau hanya sebentar, aku sudah bersyukur.It's more than enough.
dan bilakah kau taukaulah yang ada dihatikukau yang ada dihatikuLihat aku. Aku tak bohong.Tanyakan saja pada semesta, siapa yang selalu kuelukan selama ini?
adakah ku dihatimuLebih baik aku berhenti. Kamu diam membisu. Aku diam menuntut.Ah, itu artinya tak ada.

Minggu, 12 Mei 2013

Kepadamu, Si Kelabu

Halaman kampus ITB pada siang hari memang padat. Mahasiswa dan mahasiswi sibuk mencari tempat duduk di bawah rindangnya pohon agar terlindungi dari panasnya matahari. Motor-motor dan mobil yang terparkir menambah ramainya halaman kampus ini. Namun, aku tetap berusaha untuk melewati kerumunan manusia ini untuk bisa mendapat tempat duduk agar aku bisa dengan cepat menyelesaikan tugas dari dosen.

"BRUK", aku pun menabrak salah seorang mahasiswa. "Maaf", lanjutku. 

Aku pun melanjutkan pencarianku untuk sebuah bangku yang kosong. Hingga akhirnya, aku menemukan sebuah bangku kosong di bawah pohon yang cukup rindang. Aku pun langsung duduk di situ dengan maksud agar mahasiswa-mahasiswi lain tidak ada yang duduk di situ. Namun, ada sesuatu yang menarik perhatianku. Sebuah surat tergeletak di samping tempat duduku. Aku pun meraih surat tersebut dan membacanya, walau pada awalnya aku tidak yakin kepada siapa surat itu tertuju. 

Sebuah kalimat tertera pada surat itu:
Kepadamu, Si Kelabu

Kalimat itu terkesan tidak asing untukku, dan seketika aku yakin bahwa surat itu tertuju padaku

Kepadamu, Si Kelabu
Isn't it lovely? Wake up in the morning and then fall in love with same person again and again for the rest of your life?
-Sadgenic, pages 20

Aku merasa sebuah palu telah memukulku, tepat di hatiku. Aku pun melihat ke sekeliling untuk mencari si pengirim surat tersebut-walau aku tahu siapa yang mengirimnya. Kulipat surat itu dan kumasukkan dalam tas. Aku pun merenung untuk beberapa saat, memahami kata-kata dalam surat tersebut. 

Kamis, 02 Mei 2013

Ciri-Ciri Orang Desperate

[WARNING] Post kali ini bisa dibilang hanya selintasan ide yang ada di otak gue yang kayaknya bakal seru kalau dijadiin post gitu, dan emang postingan kali ini bukan gue banget lol.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Baru tadi sore, kata 'desperate' mampir di otak gue. Terus gue mikir, desperate karena apa ya? dan akhirnya gue menyimpulkan buat ngebuat postingan tentang desperate karena cinta........./halah/

Desperate kali ini bukan karena ditolak, baru pegat, doi punya gandengan baru, stuck, ataupun sebagainya, tapi desperate secara umum he-he-he. oh iya, desperatenya juga sudut pandang cewek hahahaha.

Check this out:

Weird Habit. Detected
Biasanya, cewek yang lagi baca novel, terus ketemu adegan yang bikin 'greget' (ngerti kan gimana?) pasti langsung ikutan kebawa emosinya--ya ikutan ngomel-ngomel lah, ikutan ngomentar lah, banting novelnya lah. Apalagi kalau pas adegan yang kayaknya romantis banget, pasti langsung komen "Sial, ini bagus banget!" atau "AAAA gila ni adegan" dan semacemnya. Menurut gue, itu termasuk orang desperate hohoho. Soalnya, setiap ada adegan yang romantis gitu, kita langsung kebawa emosi-yang artinya sebenernya kita pengen kejadian itu terjadi (ayo ngaku aja, soalnya gue gitu loh hahaha). Karena-terutama para jombloers-pasti desperate (ngg...nggak desperate juga sih) gara-gara doi nggak dateng-dateng dan akhirnya melampiaskan pada novel-novel yang tak berdosa lol.

same case if you watch a movie than you can't handle your feeling because of a romantic scene.
That's a weird habit and detected.

Sensi Sama Kata 'Move On'. Detected
Terutama orang-orang yang nge-stuck nih. Biasanya, kalau ada orang yang nge-stuck mereka bakal sensi denger kata 'move on'. Banyak temen gue yang-uhm..-masih nge-stuck dan akhirnya kalau ada satu orang yang nemuin tweet atau postingan tentang move on gitu, mereka pasti langsung bilang: "tuh mangkanya, move on dong, MOVE ON, MOVE ON!!!" (nada suaranya makin tinggi ya). Orang yang nge-stuck nya pasti cuma cengar-cengir ga jelas gitu deh. Walaupun dalam hatinya-kadang-ngebenerin kata-kata itu juga hehehe.

Denger Nama Doi Disebut, Langsung Pasang Tatapan-guetelenluhiduphidup. Detected
Ini juga namanya orang desperate. Biasanya, kalau ada cewek yang denger nama doinya disebut atau diejek langsung pasang tatapan ngeri. Atau nggak, kalau yang ngomongnya rada jauh gitu, cewek yang denger nama doinya disebut langsung nengok dan pasang tatapan-apa-sih-lo-ngomongin-dia (ngaku aja...). Gue pikir, itu termasuk desperate, karena ya denger nama doi yang nggak kesampean-kesampean itu bikin sakit hati kan?

Being Crazy. Detected
The fatal one. Gini, kalau ada cewek yang denger suatu info tentang cowoknya-entah dia balikan, entah dia pegat, entah itu berita buruk atau bagus-bawaannya pasti pengen teriak-teriak sekerasnya deh. Contoh, kalo ada cewek yang denger berita tentang doinya yang pegat, pasti pengen teriak-teriak lagu yang happy deh. Kalo ada cewek yang denger berita tentang doinya yang balikan, pasti pengen teriak-teriak lagu yang mellow gitu, kayak:

"JUST GONNA STAND THERE AND HEAR ME CRYYYYYYYYY~!" (teriak di alun-alun)

itu udah jelas banget, kalo dia lagi desperate.

so guys, do you have any weird habits? like i've mentioned before? LOL

oh iya, ngomong-ngomong gue lagi suka-sukanya sama lagu teen top - I wanna love. Itu lagu yang nyuruh kita move on (oh aja oh.........). Kayak salah satu liriknya "Just let it fly away" itu udah nyuruh kita move on banget, jadi apakan anda akan move on?

Senin, 29 April 2013

Mungkin

Mungkin, ulangan matematika besok ga bakal sesusah itu (karena gue belajar dulu sebelum itu +...)
Mungkin, hari Senin ga sejelek itu (karena-um..-gue seneng les HAHAHAHAHA)
Mungkin, gue udah jadi orang keren sekarang (karena gue tetep stay cool depan lo, ya kan ya kan??)
Mungkin, gue emang beda dari yang lain (hoyyy, lo liat sendiri kan kalo gue serampangan?!)
Mungkin, cerita gue cuma hidup dalam novel (hmm.......emang gue ga bisa meng-visualisasi-kannya sih)
Mungkin, gue emang ga punya rasa malu (hey, itu memudahkan kita loh wahai para kaum perempuan)
Mungkin, kata 'jaim' ga ada di kamus gue (being yourself is the most important loh)
Mungkin, gue emang ga cocok sama hal-hal galau (karena.........liat aja gue kayak apa =.=")
Mungkin, gue emang orang yang berani (karena........huh i'm not gonna tell the reason lol)
Mungkin, hidup ga sesusah itu (karena lo pergi, eh anak-anak RB bikin gue suka pake banget sama mereka)
Mungkin, ini emang udah selesai sih (ngggg.................................)

list 'Mungkin'-nya gue, dirimu?

Minggu, 17 Maret 2013

This Comic Teach Me Everything!

Gue lagi seneng banget sama komik Alice Acedemy.
Ada yang tau? ah kayaknya nggak deh, yaudah.

Jadi, gini. Gue lagi seneng-senengnya baca Alice Acamdemy. Dari komik 1- 19 diulang-ulang mulu atau nggak ya numpang di mangafox baca chapter terbaru. Dan barusan tadi (bener loh barusan tadi, iya tadi barusan banget) gue selesai baca komik ke-19. Disitu tokohnya--Yuka--seorang siswi SMA punya stealing alice gitu (kalo ga ngerti, yaudah baca aja) nah dia dikenalin sama ketua osis di sekolah itu, namanya Shiki. Karena Yuka punya alice yang keren, Shiki tertarik. Jadi, mereka ketemuan gitu dan gara-gara ketemua itu si Shiki naksir Yuka. Walaupun Yuka nolak Shiki, tapi Shiki tetep setia sama si Yuka. WAAAAAHHHH.

Like one of the dialog, I mean what shiki said to Yuka:
"I won't ask you to like me, it's just that as of now. I want to be by your side."

sigh. I should learn from Shiki.

Sabtu, 02 Maret 2013

Ketika Anak Debat Latihan Bersama Anak KTT

Apakah Anak Debat Itu?
Anak Debat adalah 6 anak SMA kelas X yang sedang siap-siap buat lomba.

Apakah Anak KTT Itu?
Anak KTT adalah 10 anak SMA--7 orang kelas XI & 3 orang kelas X--yang sedang siap-siap untuk mengikuti lomba KTT Asean.

Ceritanya ini hari Minggu, H-4.
Anak-anak yang ikut debat--termasuk gue--latihan di sekolah. Pertamanya disuruh jam 8, dan kemudian diundur jadi jam 10. Oke, karena gue dateng kepagian, gue pun memutuskan untuk main ke kosan temen gue dulu.

Pas sekitar udah jam 10 lewat, gue baru dateng ke sekolah, dan di kelas X2 ternyata match pertama udah main. Gue telat. Jadi, gue sama--sebut saja D--cuma nonton dan ngikutin debat itu. Oh ya, ngomong-ngomong di kelas X2 juga udah banyak anak KTT yang mau latihan. Kalau kalian bingung kenapa kita berada di satu ruangan, jawabannya gampang. Kakak-kakak kelas yang ngelatih kita debat itu, ikut KTT juga hehehehehehehehe.

Setelah beberapa menit kemudian, datanglah salah satu anak KTT--kelas X--yang emang satu-satunya anak laki-laki yang ikut lomba KTT. Sebut saja dia Oknum I. Pas Oknum I dateng, temen gue si D langsung ribut (yah gue juga sih._.). Intinya sih kita seneng gara-gara ada si Oknum I.

Gue sama si D ngobrolin semua tentang si Oknum I, sampai akhirnya gue penasaran sama golongan darahnya (haduh udah pasti gue kalo nanya tentang golongan darah-_-). Gue nyuruh si D buat nanya, tapi si D juga ga mau dan nyuruh gue yang nanya. Yaudah, oke. Akhirnya sih gue juga yang nanya. Nih, gini nih:

Gue: "Heh, Oknum I, golongan darahmu apa?"
Oknum I: -------------bingung sesaat------------------
Gue: "Golongan darahmu apa?"
Oknum I: diam sesaat, "A"

OH TIPE A TOH--suara dalam hati+otak gue. 

Kemudia gue sama si D dengerin anak yang lagi debat di depan. Tapi kemudian si D ngomong lagi: "Eh, itu Oknum I lagi baca lks agama", gue langsung nengok ke si D dan bales: "bukan, itu lks pkn" dan akhirnya itu ngeributin tentang lks yang lagi dibaca sama Oknum I. Dan, jreng jreng jreng....yang benar dia lagi baca lks agama. Oh, oke, si D bener. hiks.



Ceritanya ini hari Rabu, H-1.
Kita latian debat lagi karena besoknya kita bakalan lomba. Karena bingung mau latihan dimana, akhirnya kita memutuskan untuk latihan di Lab Bahasa. Pas masuk Lab Bahasa, keadaan hening. Gue kira ga ada anak-anak KTT yang lagi latian di situ, dan pas liat ke bagian depan, tas+kertas+post note+bulpen+buku berserakan dimana-mana. Oke, itu kerjaan anak-anak KTT.

Karena di situ berantakan, kita memutuskan untuk latian di gudang Lab Bahasa (yaampun gudang :'''). Tempatnya enak sih, bersih dan barang-barang di situ disimpen rapih, tapi.........sempit :'')

Selang beberapa menit kemudian, kedengaran suara berisik-berisik gitu dari pintu lab, dan ternyata anak KTT udah pada dateng. Tiba-tiba gue, si D dan satu lagi--si S jadi heboh tapi tetep calm (stay cool gituhhh). Terus tiba-tiba si Oknum I dateng. Si D lagi-lagi ribut. Terus, yah sudahlah kita bahas tentang debat lagi.

Pas kita lagi diskusiin motion gitu, tiba-tiba kedengeran suara: "Eh mau ngambil sepatu dulu"
Kita--yang di dalem gudang--langsung hening...................................(yah soalnya yang ngomong itu si Oknum I nyahahahahahahahaha!)

Beberapa menit kemudian, si Oknum I dateng lagi bawa sepatunya. Terus kita--yang di dalem gudang ribut lagi--sampe akhirnya si (entah gue lupa siapa yang ngomong) manggil si Oknum I. Dan............HAHAHAHAHA, SI OKNUM I-NYA NENGOK KE KITA--YANG DI DALEM GUDANG.
Kita langsung ribut lagi dan ngejekin si D--sebagai big fan-nya si Oknum I. Yah, ramelah pokoknya.

Lain kali, anak debat latian aja sama anak ktt. Biar rame gitu yah :)))