Minggu, 29 Maret 2015

Book Review: Bulan by Tere Liye (Bumi #2)

Mulai: 29 Maret 2015
Selesai: 29 Maret 2015
Rating: 4.5/5

Penerbit: Gramedia
Pengarang: Tere Liye
Tebal: 400 halaman
Tahun Terbit: Maret 2015

Namanya Seli, usianya 15 tahun, kelas sepuluh. Dia sama seperti remaja yang lain. Menyukai hal yang sama, mendengarkan lagu-lagu yang sama, pergi ke gerai fast food, menonton serial drama, film, dan hal-hal yang disukai remaja.

Tetapi ada sebuah rahasia kecil Seli yang tidak pernah diketahui siapa pun. Sesuatu yang dia simpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan dengan tangannya.

Namanya Seli. Dan tangannya bisa mengeluarkan petir.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sabtu, 31 Januari 2015

Hai.

Ekhem.
Hai.

Ternyata tahun baru membawa cerita baru buatku. 
Jika sebelumnya hidupku selalu jelas antara hitam dan putih, kehadiranmu membuatku berada di tempat berwarna abu-abu,
Jika sebelumnya aku masih bisa tidur dengan lelap tanpa harus ada pikiran mengganggu, kehadiranmu membuatku tidur pun terasa sulit karena otakku memaksa untuk mengulang memori-memori itu.

Sial memang.
Tapi sial yang kusyukuri.

Jika sebelumnya cerita-ceritaku hanyalah cerita klasik tak bermakna, kehadiranmu mampu membuat ceritaku menjadi lebih menarik.
Jika sebelumnya aku tak diharapkan dalam masalah ini, kehadiranmu membuatku terlihat seperti yang paling paham dalam masalah ini.

Yah, kehadiranmu merubahku, sebenarnya.

Maafkan aku yang masih tak sanggup menatap matamu ketika berbicara, karena jika kulakukan, aku hanya ingin menaikkan bendera putih, tanda ku ingin menyerah saja.

because I can't hold this feeling. 

Rabu, 24 September 2014

Book Review: Priceless Moment by Prisca Primasari

Started on: 17 September 2014
Finished on: 23 September 2014
Rating: 4/5

Penerbit: Gagas Media
Pengarang: Prisca Primasari
Tebal buku: 304 halaman
Tahun terbit: Agustus 2014

Kisah kita serupa dongeng. Dipertemukan tanpa sengaja, jatuh cinta, lalu bersama, dan akan bahagia selamanya. Tanpa banyak kata, kau tahu aku selalu mencintaimu. Begitulah yang seharusnya.

Namun, ketika setiap pagi kutemukan diriku tanpa kau di sisiku, aku sadar bahwa dongeng hanyalah cerita bohong belaka. Kau pergi, meninggalkan daku dalam sepi, dalam sesal yang semakin menikam.

Hidup tak akan sama lagi tanpamu. Apa yang harus kukatakan ketika mata polos gadis itu memelas, memintaku menceritakan dongeng-dongeng yang berakhir bahagia? Kau belum memberi tahu jawabnya untukku.

Kau tahu, kali ini, akan kulakukan apa pun untuk mempertahankanmu berada di sisiku. Pun sejenak. Namun, lagi-lagi, kau hanya ada dalam memori.....

Sabtu, 30 Agustus 2014

Book Review: The Chronicles of Audy: 21 by Orizuka

Started on: August 17, 2014
Finished on: August 18, 2014
Rating: 4/5

Penerbit: Penerbit Haru
Pengarang: Orizuka
Tebal: 308 halaman
Tahun Terbit: Juli 2014

Hai. Namaku Audy. 
Umurku masih 22 tahun.
Hidupku tadinya biasa-biasa saja, sampai aku memutuskan untuk bekerja di rumah 4R.

Aku sempat berhenti, tapi mereka berhasil membujukku untuk kembali setelah memberiku titel baru: "bagian dari keluarga".

Di saat aku merasa semakin akrab dengan mereka, pada suatu siang, salah seorang dari mereka mengungkapkan perasaannya kepadaku. 

Aku tidak tahu harus bagaimana!

Lalu, seolah itu belum cukup mengagetkan, terjadi sesuatu yang tidak pernah terpikirkan siapa pun.

Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang semakin ribet.

Kronik dari seorang Audy.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kamis, 14 Agustus 2014

Book Review: Tomodachi (SCHOOL #2) by Winna Efendi

Started on: August 5, 2014
Finished on: August 12, 2014
Rating: 3.5/5

Penerbit: Gagas Media
Pengarang: Winna Efendi
Tebal: 360 halaman
Tahun Terbit: Juli 2014

Pernahkah kau bertemu seorang perempuan yang tak pernah lelah menyalakan harap di hatinya? Dalam Tomodachi, kau akan bertemu perempuan itu. Perempuan biasa, tetapi punya harap luar biasa. Baginya, berlari dan menemukan garis akhir adalah sebuah keharusan. Tidak akan ada kata menyerah.

Pernahkah kau memiliki seseorang yang selalu bisa menghapus cerita sedihmu? Dalam Tomodachi, kau akan menemukan tangan-tangan yang terikat pada satu kata: sahabat. Mereka yang keberadaannya membuat kau tak lagi merisaukan hari esok yang mungkin masih gelap.

Juga dalam Tomodachi, kau akan bertemu seorang laki-laki yang berlari dengan sepasang sayap. Yang selalu mengejar garis akhir, tetapi tak pernah ragu untuk diam sejenak menunggu.

Tomodachi dipersembahkan untukmu yang sedang melewati masa pahit-manis dalam cinta dan persahabatan. Juga untuk setiap orang yang pernah melewati dan merindukannya.

Selamat menyusuri kisahnya.

-Editor (S.C.H.O.O.L)
---------------------------------------------------------------------

Senin, 30 Juni 2014

Book Review: Bumi by Tere Liye (Bumi #1)

Started on: June 27, 2014
Finished on: June 30, 2014
Rating: 4/5

Penerbit: Gramedia
Pengarang: Tere Liye
Tebal: 440 halaman
Tahun Terbit: Januari 2014

Namaku Raib, usiaku 15 tahun, kelas sepuluh. Aku anak perempuan seperti kalian, adik-adik kalian, tetangga kalian. Aku punya dua kucing, namanya si Putih dan si Hitam. Mama dan papaku menyenangkan. Guru-guru di sekolahku seru. Teman-teman ku baik dan kompak.

Aku sama seperti remaja kebanyakan, kecuali satu hal. Sesuatu yang kusimpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan.

Namaku Raib. Dan aku bisa menghilang.
-----------------------------------------------------------------------------------------------

Kamis, 26 Juni 2014

Sudden Inspiration (Yeah, Maybe)

Oke, btw sekarang jam 17.17 WIB

Tiba-tiba gue dapet inspirasi buat nulis di blog. Awalnya gue emang pengen nulis, tapi karena ngerasa keburu sore dan idenya belum rampung semua, jadi ga jadi deh nulisnya. Tapi, setelah liat beberapa video teaser bias gue, gue pun dapet inspirasi buat nulis, yaitu tentang..........*jreng jreng* bias gue!

Sebelumnya, gue cuma pengen sharing-sharing aja di postingan kali ini, dan yang belum tau bias--bias itu idola. Yah intinya begitu.

Gue pengen sharing tentang Do Kyungsoo a.k.a D.O. 

Doi satu ini member EXO. First impression gue--bisa dibilang--ga terlalu bagus. Gue ga suka dia. Haha. Seriusan, ga pake boong. Gue makin ga suka setelah ternyata adek gue ngebias-in dia. Terus, waktu exo-k pertama kali debut di inkigayo, kan ada bagian yang ngomong-ngomong tuh (liat aja deh di yt), pas giliran dia disuruh ngejelasin tentang lagunya gitu (kalo ga salah yea), dia ga bisa ngomong gitu. Wah, gue makin ilfeel.

Oke, segitu cerita awalnya.

Tapi, lama kelamaan, aduh.............doi makin cakep. Tapi tetep, gue belum sampe taraf ngebiasin, cuma kalo liat foto dia lagi ganteng: "aduh, ternyata dia ganteng ya". Yah gitu doang.

Sampe akhirnya, gue masuk SMA dan menemukan kyungsoo kw. Gue awalnya cuma ngasih tau temen sebangku gue--yang berpikiran sama dengan gue. Akhirnya gue sama temen sebangku gue ini sering saling ngasih tau kalau ketemu sama si kyungsoo kw (hahay). Tapi terus rada redam gitu deh masalah per-kyungsoo-kw-annya. Dan akhirnya mulai muncul lagi ketika gue kelas XI. Sejak gue berpikiran kalau kyungsoo kw itu mirip kyungsoo, mulailah gue ngebiasin kyungsoo--bener-bener. Sampe sekarang masihlah. Sampe-sampe kalau gue udah ga tahan banget sama spazzing-over-kyungsoo-time (maksud gue, saat saat ketika gue tereak-tereak kyungsoo ganteng, lucu, onyo, dll), adek gue ntar bilang: "alah, dulunya ga suka kyungsoo aja" yah begitu.

Inti dari semua ini adalah, gara-gara ada kyungsoo kw, gue jadi ngebiasin kyungsoo.
Begitu.
Jadi, gue harus bilang terima kasih sama kyungsoo kw, sepertinya. Haha.

Salam dari abang!

(((((sorry for being so absurd. maklum liburan)))))